Kebutuhan Air Data Center Jatiluhur Dikritik di Tengah Ancaman El Nino: Apa Dampaknya Bagi Warga?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:07 WIB
Kebutuhan Air Data Center Jatiluhur Dikritik di Tengah Ancaman El Nino: Apa Dampaknya Bagi Warga?
Bendungan Jatiluhur. Sumber: Dok Kementerian PUPR

Suara.com - Pembangunan pusat data untuk menopang pertumbuhan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia mendapat sorotan karena kebutuhan airnya. Trend Asia mempertanyakan rencana pasokan air untuk data center CGK4 milik BDx Data Centers di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

BDx pada 22 September 2026 mengumumkan pembangunan kampus pusat data berkapasitas hingga 640 megawatt (MW). Fasilitas ini terdiri atas enam gedung dan dikembangkan secara bertahap selama sekitar tiga tahun. Gedung pertama berkapasitas 120 MW ditargetkan beroperasi awal 2027.

Lokasinya sekitar lima kilometer dari Bendungan Jatiluhur dengan pasokan listrik 845 MVA dari PLN. BDx menyebut fasilitas tersebut menggunakan sistem pendingin direct-to-chip liquid cooling untuk mendukung kebutuhan komputasi AI.

Namun, dalam pengumuman pembangunan tersebut, BDx tidak merinci kebutuhan air untuk operasional pusat data.

Ilustrasi data center. [Unsplash]
Ilustrasi data center. [Unsplash]

Sorotan muncul setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut kebutuhan air fasilitas tersebut pada pengembangan berikutnya dapat mencapai 384 liter per detik. Pada tahap awal, kebutuhan air disebut sekitar 6.000 meter kubik per hari dan akan meningkat seiring pengembangan fasilitas.

Jika mencapai 384 liter per detik, kebutuhan air setara sekitar 33 juta liter per hari atau lebih dari 12 miliar liter per tahun.

Manajer Riset Trend Asia, Zakki Amali, menilai angka tersebut perlu dilihat secara serius karena pusat data membutuhkan pasokan air untuk sistem pendinginan selama beroperasi.

“Kalau 384 liter per detik, berarti sehari sekitar 33 juta liter. Setahun sekitar 12 miliar liter,” kata Zakki.

Menurut dia, persoalannya bukan hanya besaran konsumsi, tetapi juga lokasi pusat data yang berada di sekitar Waduk Jatiluhur. Waduk tersebut telah menopang kebutuhan air untuk berbagai kepentingan, mulai dari irigasi hingga kebutuhan perkotaan dan industri.

baca juga

“Air untuk data center ini dibutuhkan terus-menerus. Berbeda dengan rumah tangga yang penggunaan airnya ada waktunya,” ujarnya.

Air Jatiluhur Sudah Diperebutkan Banyak Kepentingan

Pemerintah Jawa Barat menyatakan air untuk BDx tidak diambil langsung perusahaan dari Waduk Jatiluhur. Dedi Mulyadi mengatakan kebutuhan tersebut akan dipenuhi melalui PDAM sebagai konsumen komersial.

PDAM Gapura Tirta Rahayu Purwakarta juga menyebut kebutuhan BDx dapat mencapai 384 liter per detik dan pasokannya telah dibicarakan dalam kerja sama jangka panjang.

Bagi Zakki, skema tersebut tetap perlu dilihat dalam konteks neraca air secara keseluruhan. Sebab, meskipun air tidak diambil langsung oleh perusahaan dari waduk, sumber air bakunya tetap berkaitan dengan sistem yang sama.

Apalagi, akses masyarakat terhadap layanan air perpipaan di Jawa Barat belum merata. Data Pemprov Jawa Barat yang diberitakan ANTARA pada 2025 menunjukkan cakupan layanan air minum perpipaan baru sekitar 25–30 persen. Sekitar 6 juta keluarga disebut belum terlayani jaringan perpipaan.

“Jangan sampai kebutuhan industri dipenuhi, sementara kebutuhan dasar masyarakat justru tidak menjadi prioritas,” kata Zakki.

Persoalan tersebut juga menjadi lebih penting karena kondisi iklim. BMKG pada September 2026 memprakirakan El Nino berlangsung hingga awal 2027 dan memperingatkan potensi periode kekeringan yang lebih panjang.

Dalam kondisi seperti itu, Trend Asia menilai transparansi mengenai kebutuhan dan sumber air data center menjadi penting. Publik perlu mengetahui berapa kebutuhan air pada setiap tahap pengembangan, dari mana sumbernya, bagaimana alokasinya, serta bagaimana mitigasi dilakukan ketika terjadi kekeringan.

Belajar dari Persoalan Air di Batam

Zakki juga mengingatkan persoalan akses air yang muncul di sekitar kawasan data center di Batam. Ia menyebut pernah menyaksikan warga yang tinggal sekitar 1–2 kilometer dari kawasan tersebut melakukan protes karena mengalami gangguan pasokan air.

Menurutnya, warga mempertanyakan kondisi ketika air di permukiman tidak mengalir, sementara pasokan untuk kawasan industri dan data center tetap tersedia.

Ia mengakui kondisi Batam tidak bisa disamakan begitu saja dengan Jatiluhur karena karakter sumber air dan infrastrukturnya berbeda. Namun, kasus tersebut menunjukkan potensi persoalan yang perlu diantisipasi ketika kebutuhan industri terhadap air meningkat.

“Kita bisa hidup tanpa data center, tapi nggak bisa hidup tanpa air,” ujar Zakki.

Bagi Trend Asia, pembangunan infrastruktur digital untuk AI perlu berjalan seiring dengan perlindungan sumber daya air dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Dengan kapasitas CGK4 yang direncanakan mencapai 640 MW, persoalan tersebut dinilai perlu dijawab sebelum ekspansi fasilitas berlangsung lebih jauh.

Penulis: Inesia Dian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Otomatisasi Kreativitas: Apakah Seni dan Tulisan Kita Masih Berjiwa?

Otomatisasi Kreativitas: Apakah Seni dan Tulisan Kita Masih Berjiwa?

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Bangunan Mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong Dibongkar

Bangunan Mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong Dibongkar

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 16:26 WIB

Remisi Sakit Indra Kenz Diinvestigasi! Bisa Kembali ke Lapas Jika Dibatalkan

Remisi Sakit Indra Kenz Diinvestigasi! Bisa Kembali ke Lapas Jika Dibatalkan

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:55 WIB

Terkini

Pabrik Toyota Karawang Pilih Tetap Pertahankan Tenaga Manusia ketimbang Robot

Pabrik Toyota Karawang Pilih Tetap Pertahankan Tenaga Manusia ketimbang Robot

Otomotif | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Siswi Berhijab Nyanyikan Lagu Rohani Kristen, Kepala Sekolah Beri Klarifikasi Mengejutkan

Siswi Berhijab Nyanyikan Lagu Rohani Kristen, Kepala Sekolah Beri Klarifikasi Mengejutkan

Sulsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Kebutuhan Air Data Center Jatiluhur Dikritik di Tengah Ancaman El Nino: Apa Dampaknya Bagi Warga?

Kebutuhan Air Data Center Jatiluhur Dikritik di Tengah Ancaman El Nino: Apa Dampaknya Bagi Warga?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:07 WIB

About a Place in the Kinki Region Resmi Tayang di Indonesia, Seramnya Beda!

About a Place in the Kinki Region Resmi Tayang di Indonesia, Seramnya Beda!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Pesan Anggota DPR ke Jenderal Suyudi: Hapus No Viral No Justice, Stop Represif ke Rakyat Kecil

Pesan Anggota DPR ke Jenderal Suyudi: Hapus No Viral No Justice, Stop Represif ke Rakyat Kecil

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Praktis Lembapkan Kulit, Ini 5 Sunscreen Spray Ceramide untuk Skin Barrier

Praktis Lembapkan Kulit, Ini 5 Sunscreen Spray Ceramide untuk Skin Barrier

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Relevansi 'Lembaga Budi' Buya Hamka: Saat Kesopanan dan Etika Mulai Luntur di Media Sosial

Relevansi 'Lembaga Budi' Buya Hamka: Saat Kesopanan dan Etika Mulai Luntur di Media Sosial

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:57 WIB

Namu Balai Kota: Wahana Anyar untuk Bertandang, Merawat Tradisi dan Mengintip Birokrasi

Namu Balai Kota: Wahana Anyar untuk Bertandang, Merawat Tradisi dan Mengintip Birokrasi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:57 WIB

Viva Pelembab Green Tea untuk Apa? Intip Manfaat dan Review Pembeli

Viva Pelembab Green Tea untuk Apa? Intip Manfaat dan Review Pembeli

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Heboh Hakim MK Usir Ahli Gibran dari Ruang Sidang Gara-gara Bicara Ini

Heboh Hakim MK Usir Ahli Gibran dari Ruang Sidang Gara-gara Bicara Ini

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:54 WIB

×