Reshuffle Jilid 7: Paradoks Efisiensi Anggaran di Tengah Penggemukan Kabinet

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:29 WIB
Reshuffle Jilid 7: Paradoks Efisiensi Anggaran di Tengah Penggemukan Kabinet
Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah Menteri, Wamen dan Kepala Lembaga Kebinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz]
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto melantik 18 pejabat baru pada 1 Oktober 2026, menjadikan total kabinet 49 menteri dan 57 wakil menteri.
  • Pakar UGM Agustinus penambahan kabinet ini paradoks dengan efisiensi anggaran dan berpotensi menurunkan kepercayaan publik.
  • Pemekaran lembaga tersebut dikritik karena memperlambat birokrasi, menguras APBN, serta diduga bernuansa bagi-bagi kekuasaan politik jangka pendek.

Suara.com - Kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang kembali melantik 18 pejabat baru pada reshuffle kabinet ketujuh, Kamis (1/10/2026) kemarin, menyisakan kritik.

Keputusan menambah jajaran kabinet menjadi total 49 menteri dan 57 wakil menteri dinilai memicu paradoks di tengah wacana efisiensi anggaran dan ancaman defisit fiskal bulanan.

Pakar Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Agustinus Subarsono, mempertanyakan urgensi ekspansi struktur pemerintahan yang semakin gemuk tersebut.

"Apa ini yang disebut efisiensi anggaran di tengah defisit fiskal tiap bulan? Ada paradoks antara amanat persiden untuk efisiensi anggaran dan fakta empiris yang terjadi dan ini sebagai tanda inkonsistensi sikap presiden," kata Subarsono kepada Suara.com, Jumat (2/10/2026).

"Kalau inkonsistensi sikap ini sering terjadi, maka akan berpotensi mengurangi legitimasi dan public trust pada presiden," katanya menambahkan.

Pembengkakan jajaran birokrasi tinggi tidak hanya menguras dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Gemuknya kabinet, diprediksi bakal memperlambat proses pengambilan keputusan, memicu tumpang tindih kewenangan, serta mengaburkan akuntabilitas publik jika suatu program pemerintah mengalami kegagalan.

Saya pikir, tidak salah, kalau saya berpikir bahwa pembengkakan jumlah kementerian dan pejabat tinggi lebih bernuansa kepentingan praktis dan jangka pendek untuk mengakomodir orang-orang di sekitar presiden dan balas jasa kepada parpol yang mendukungnya.

Kendati demikian, Subarsono mengakui ada sedikit titik terang dalam reshuffle terbaru kemarin. Dalam hal ini, terkait dengan penunjukan Menteri Luar Negeri dan Menko Polkam baru yang dinilai tepat secara rekam jejak.

baca juga
Presiden Prabowo (ANTARA/Bayu Pratama S)
Presiden Prabowo (ANTARA/Bayu Pratama S)

Namun, penunjukan figur lain seperti Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan justru kembali menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya Luky sebelumnya sudah dicopot oleh Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi Direktur Jenderal Anggaran ketika Purbaya masih menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Di sisi lain, komitmen Presiden Prabowo dalam agenda "bersih-bersih" kementerian dari praktik korupsi diragukan bisa tercapai melalui pemekaran lembaga.

Hal itu, melihat karakter korupsi di Indonesia yang bersifat masif dan melibatkan jaringan elite politisi. Ia menilai kondisi itu tidak akan bisa diredam hanya dengan menambah jumlah pejabat pengawas.

"Presiden selaku pimpinan koalisi merah putih ada konflik kepentingan antara keinginan bersih-bersih kementerian di satu pihak dengan di pihak lain, menjaga keharmonisan dan persatuan para anggota parpol koalisi. Sehingga tidak bisa tegas dan lugas dalam bertindak, ketika menyaksikan fenomena korupsi," tegasnya.

Jika kompromi politik terus mengalahkan standar kompetensi, Subarsono memperingatkan pemerintahan Prabowo akan menghadapi ancaman ketidakstabilan baru. Tanpa perbaikan kinerja yang nyata, publik memprediksi gelombang perombakan kabinet tidak akan berhenti di titik ini.

"Yang akan terjadi, presiden sebatas membuat pernyataan politik saja sebagai lip service (basa basi) dalam hidup di negara demokrasi ini. Kita tunggu saja babak berikutnya apa yang terjadi," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Digeser Prabowo dari Menko PMK, Pratikno Beri Sinyal Masuk Wantimpres

Digeser Prabowo dari Menko PMK, Pratikno Beri Sinyal Masuk Wantimpres

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:21 WIB

Jabat Kepala BRAN, Dedi Prasetyo Berharap Polri Bisa Lebih Baik di Kepemimpinan Suyudi

Jabat Kepala BRAN, Dedi Prasetyo Berharap Polri Bisa Lebih Baik di Kepemimpinan Suyudi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:19 WIB

Nurkholisoh Pamer Punya 5 Ijazah usai Dilantik Prabowo Jadi Wamenkeu Baru

Nurkholisoh Pamer Punya 5 Ijazah usai Dilantik Prabowo Jadi Wamenkeu Baru

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Prabowo Lantik Kapolri dan Sejumlah Pejabat Negara di Istana

Prabowo Lantik Kapolri dan Sejumlah Pejabat Negara di Istana

Foto | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:12 WIB

Geser Agus Gumiwang Jadi Menperin, Sarmuji Buka Suara Soal Posisi Anggota DPR

Geser Agus Gumiwang Jadi Menperin, Sarmuji Buka Suara Soal Posisi Anggota DPR

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:11 WIB

Terkini

Pria di Labura Ditemukan Tewas dengan Luka Tusuk di Kebun Sawit

Pria di Labura Ditemukan Tewas dengan Luka Tusuk di Kebun Sawit

Sumut | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:35 WIB

4 Rekomendasi Power Bank 20.000 mAh untuk iPhone, Mulai Rp300 Ribuan

4 Rekomendasi Power Bank 20.000 mAh untuk iPhone, Mulai Rp300 Ribuan

Tekno | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Habitat Terbakar, Anak Kucing Kuwuk 2 Bulan Ditemukan Sendirian di Ogan Ilir

Habitat Terbakar, Anak Kucing Kuwuk 2 Bulan Ditemukan Sendirian di Ogan Ilir

Sumsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Wamensos Agus Jabo Kawal Kesiapan Tiga Daerah Ajukan Sekolah Rakyat

Wamensos Agus Jabo Kawal Kesiapan Tiga Daerah Ajukan Sekolah Rakyat

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:31 WIB

MK Tolak Hadirkan Gibran di Sidang Gugatan Ijazah Denny Indrayana

MK Tolak Hadirkan Gibran di Sidang Gugatan Ijazah Denny Indrayana

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Review Ibadah & Cinta: Konflik Keluarga Menarik, Eksekusinya Kurang Terarah

Review Ibadah & Cinta: Konflik Keluarga Menarik, Eksekusinya Kurang Terarah

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Reshuffle Jilid 7: Paradoks Efisiensi Anggaran di Tengah Penggemukan Kabinet

Reshuffle Jilid 7: Paradoks Efisiensi Anggaran di Tengah Penggemukan Kabinet

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Saat Gen Z Makin Peduli Isu Keberlanjutan, Bagaimana Perusahaan FMCG Ini Beradaptasi?

Saat Gen Z Makin Peduli Isu Keberlanjutan, Bagaimana Perusahaan FMCG Ini Beradaptasi?

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:28 WIB

Tarot, Primbon, dan Ilusi Kendali: Cara Unik Founder Startup Hadapi Ketidakpastian Bisnis

Tarot, Primbon, dan Ilusi Kendali: Cara Unik Founder Startup Hadapi Ketidakpastian Bisnis

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Mau Introspeksi, Alasan Timothy Ivan Mundur dari Bakom RI

Mau Introspeksi, Alasan Timothy Ivan Mundur dari Bakom RI

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:26 WIB

×