Tewas di Medan Perang, Rendi Apriyanto Dikontrak Jadi Tentara Bayaran Rusia Bagian Logistik

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:02 WIB
Tewas di Medan Perang, Rendi Apriyanto Dikontrak Jadi Tentara Bayaran Rusia Bagian Logistik
Rendi Apriyanto WNI asal Natuna tewas di medan perang usai menjadi tentara bayaran Rusia. (Antara)
baca 10 detik
  • Rendi Apriyanto WNI asal Natuna tewas diserang drone Ukraina saat menjadi tentara bayaran Rusia.

  • Almarhum tergiur kontrak 600 juta rupiah dan mengira hanya ditugaskan mengurus bagian logistik militer.

  • Jenazah Rendi belum bisa dievakuasi karena situasi medan perang garis depan masih sangat berbahaya.

Suara.com - Rendi Apriyanto, pemuda asal Ranai Darat, Kabupaten Natuna, gugur di medan perang usai bergabung sebagai tentara bayaran Rusia untuk divisi logistik. Kematian WNI yang sebelumnya bekerja di Filipina ini mengonfirmasi rumor duka yang sempat merebak di tengah masyarakat Kepulauan Riau.

Serangan pesawat nirawak Ukraina menghantam rombongan Rendi hingga menewaskan delapan personil seketika di garis depan pertempuran. Peristiwa tragis pada akhir September 2026 ini membuka tabir praktik perekrutan tenaga kerja asing menjadi personel tempur di Eropa Timur.

Kepastian musibah tersebut menyisakan duka mendalam bagi pihak keluarga yang sempat memberikan izin resmi pendaftaran. Nilai kontrak fantastis mencapai ratusan juta rupiah menjadi alasan utama almarhum memberanikan diri mengambil pekerjaan berisiko tinggi tersebut.

Rendi Apriyanto tentara bayaran Rusia (Batamnews)
Rendi Apriyanto tentara bayaran Rusia (Batamnews)

Suasana haru menyelimuti kediaman orangtua korban di Kelurahan Ranai Darat saat kerabat berdatangan menyampaikan belasungkawa. Ruskamal bersama istrinya, Eniyanti, membagikan kisah perjalanan hidup putra mereka yang berubah drastis sejak merantau.

Karier almarhum bermula dari teknisi penyedia jasa telekomunikasi di kampung halaman sebelum dipindahtugaskan ke Kota Batam. Usai mengundurkan diri, pemuda Natuna ini merambah ke Pulau Jawa hingga akhirnya mengantongi pekerjaan instalasi listrik di Filipina.

"Sejak 2022, Rendi memang tidak pernah pulang ke Natuna," ujar Eniyanti, dikutip dari Batamnews.

Masa kontrak kerja listrik di Filipina sempat diperpanjang setelah korban memperbarui dokumen dan transit singkat di Jakarta. Komunikasi mengejutkan kemudian terjadi pada awal tahun 2026 ketika korban mengabarkan perpindahan posisinya ke kawasan Eropa Timur.

Rendi bertolak ke Rusia bersama tujuh rekan sesama pekerja asal Indonesia untuk mendaftarkan diri dalam satuan militer. Pihak keluarga sejatinya telah mengetahui proses pendaftaran tersebut dan menyepakati lembar persetujuan yang disyaratkan penjamin di Rusia.

Imbalan finansial sebesar 600 juta rupiah untuk durasi tugas enam bulan menjadi penawaran yang diterima oleh almarhum. Korban berulang kali meyakinkan orang tuanya bahwa tugas yang diembannya tidak melibatkan pertempuran langsung di garis depan.

baca juga

"Kami kaget. Tapi Rendi menenangkan kami. Katanya mereka hanya direkrut untuk logistik, bukan untuk berperang," kata Ruskamal.

Penempatan pada unit logistik memberi harapan bagi keluarga bahwa almarhum akan aman hingga masa tugasnya selesai. Korban bahkan sudah menyusun rencana untuk kembali ke tanah air pada April 2027 setelah menyelesaikan periode kontrak keduanya.

Namun, eskalasi konflik di daerah pertempuran memaksa penyesuaian penugasan lapangan yang menempatkan unit logistik di area berbahaya. Pesan terakhir diterima pihak keluarga pada pertengahan September 2026 sebelum almarhum bergerak menuju zona tempur utama.

Satu-satunya penyintas dari kelompok tersebut memberikan kabar duka usai menjalani perawatan intensif oleh tim medis Rusia. Rekan korban mengonfirmasi bahwa seluruh kelompok penugasan mereka dihantam serangan drone udara milik pasukan Ukraina.

"Kami mendapat kabar duka ini dari kawan Rendi. Ada delapan orang dari Filipina yang mendaftar sebagai tentara bayaran di Rusia secara bersamaan," terang Ruskamal.

Proses pemindahan jenazah korban dari lokasi kejadian hingga kini belum dapat dilaksanakan oleh otoritas setempat. Sengitnya kontak senjata di garis depan membuat zona perjatuhan drone masih sangat berbahaya untuk dijangkau tim penyelamat.

Pihak keluarga di Ranai Darat kini hanya bisa menunggu kepastian serta bantuan dari instansi pemerintah terkait. Harapan besar ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Natuna dan perwakilan Diplomatik Rusia agar dapat membantu mengembalikan jasad almarhum.

Riwayat perjalanan Rendi dari seorang teknisi daerah hingga menjadi tentara bayaran menjadi gambaran kelam dinamika tenaga kerja migran. Kasus ini sekaligus menjadi catatan penting terkait pengawasan WNI yang bekerja di luar negeri pada kawasan rawan konflik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Ahli Mesin Disuruh Pulang Buka Bengkel Tapi Keburu Tewas

Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Ahli Mesin Disuruh Pulang Buka Bengkel Tapi Keburu Tewas

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:27 WIB

WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir

WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Rendi Apriyanto Jadi Tentara Bayaran Rusia Tergiur Gaji Rp600 Juta, Mau Umrohkan Orangtua

Rendi Apriyanto Jadi Tentara Bayaran Rusia Tergiur Gaji Rp600 Juta, Mau Umrohkan Orangtua

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Terkini

Ketika Persoalan Sehari-hari Muslimah Dijawab Lewat Buku Fiqh Wanita Populer

Ketika Persoalan Sehari-hari Muslimah Dijawab Lewat Buku Fiqh Wanita Populer

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Tewas di Medan Perang, Rendi Apriyanto Dikontrak Jadi Tentara Bayaran Rusia Bagian Logistik

Tewas di Medan Perang, Rendi Apriyanto Dikontrak Jadi Tentara Bayaran Rusia Bagian Logistik

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Aset 1,5 Hektare Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat Digeledah KPK

Aset 1,5 Hektare Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat Digeledah KPK

Bekaci | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:01 WIB

Rempah dan Jalur Laut: Komoditas Membentuk Dinamika Masyarakat Nusantara

Rempah dan Jalur Laut: Komoditas Membentuk Dinamika Masyarakat Nusantara

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Contoh Surat Kuasa Cabut Berkas Kendaraan: Lengkap dengan Syarat dan Prosedur Mutasi 2026

Contoh Surat Kuasa Cabut Berkas Kendaraan: Lengkap dengan Syarat dan Prosedur Mutasi 2026

Otomotif | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:54 WIB

Kabut Asap Karhutla Kembali Ganggu Penerbangan Palembang, 5 Pesawat Terdampak Hari Ini

Kabut Asap Karhutla Kembali Ganggu Penerbangan Palembang, 5 Pesawat Terdampak Hari Ini

Sumsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Beli 25 Kg Tapi Cuma Dapat 23,5 Kg? Kecurangan Takaran Beras di Pasar Terbongkar

Beli 25 Kg Tapi Cuma Dapat 23,5 Kg? Kecurangan Takaran Beras di Pasar Terbongkar

Sulsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Burnout tapi Dompet Belum Siap Resign? Saatnya Terapkan Quiet Quitting

Burnout tapi Dompet Belum Siap Resign? Saatnya Terapkan Quiet Quitting

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Drama 'Cinta Segitiga' Politik: Prabowo Makin Hangat ke Teuku Umar, Solo Ditinggal?

Drama 'Cinta Segitiga' Politik: Prabowo Makin Hangat ke Teuku Umar, Solo Ditinggal?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Bahaya Praktik Greenwashing, Perhatikan Gaya Hidup Hijau agar Tidak Tertipu

Bahaya Praktik Greenwashing, Perhatikan Gaya Hidup Hijau agar Tidak Tertipu

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:41 WIB

×