7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

Vania Rossa

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB
7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial
Warga Desa Waekokak pascagempa NTT. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Komunitas Sobat Sehat bersama pemerintah dan mitra menyalurkan bantuan logistik di Desa Waekokak pada Jumat, 2 Oktober 2026.
  • Warga Desa Waekokak menerima pendampingan psikososial untuk mengatasi kecemasan akibat gempa susulan pascabencana di Nagekeo.
  • Tim medis berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk memastikan keberlanjutan layanan kesehatan bagi warga terdampak gempa.

Suara.com - Tujuh pekan setelah gempa mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, warga Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, masih menghadapi berbagai kebutuhan dalam proses pemulihan.

Selain bantuan kebutuhan dasar, pemulihan juga menyentuh aspek psikologis, terutama karena warga masih mengalami rasa takut ketika merasakan getaran gempa susulan.

Melihat kondisi tersebut, Komunitas Sobat Sehat melalui program Bantu Sehat: Pulihkan Asa Nagekeo bersama Pemerintah Desa Waekokak dan puskesmas setempat memberikan bantuan sekaligus pendampingan psikososial bagi warga terdampak.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (2/10/2026) tersebut mendapat dukungan Ikatan Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (ILUNI FKM UI) dan Priority.

Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pangan, air mineral, alas tidur, perlengkapan kebersihan dan kesehatan, serta alat tulis untuk anak-anak.

Namun, kebutuhan warga tidak berhenti pada bantuan logistik. Pendampingan psikososial juga diberikan kepada orang dewasa dan anak-anak untuk membantu mereka menghadapi dampak psikologis setelah bencana.

Sri Gusni Febriasari, S.K.M., M.Psi.T., Founder Komunitas Sobat Sehat sekaligus Sekretaris Jenderal ILUNI FKM UI, mengatakan pemulihan pascabencana perlu memperhatikan kondisi fisik dan psikologis warga.

“Rumah bisa dibangun kembali, tetapi rasa aman juga harus dipulihkan, terutama bagi anak-anak yang akan membawa pengalaman ini hingga dewasa,” tutur Gusni.

Pendampingan bagi warga dewasa dilakukan melalui edukasi mengenai reaksi psikologis setelah bencana serta latihan sederhana untuk membantu mengelola kecemasan.

baca juga

Sementara itu, anak-anak mendapatkan ruang bermain aman melalui kegiatan menggambar, mendengarkan dongeng, dan bermain. Aktivitas tersebut digunakan sebagai sarana bagi anak untuk mengekspresikan pengalaman dan perasaan mereka.

“Anak-anak sering kali menyimpan rasa takutnya dalam diam. Lewat gambar dan permainan, mereka bisa mengungkapkan apa yang sulit diucapkan,” ujar Siti Kholidiyatus Sa’diyah, M.Psi., Psikolog.

Menurut Siti, orang tua juga memiliki peran penting dalam proses pemulihan anak. Orang tua dianjurkan untuk mendengarkan anak, menjaga rutinitas, dan memberikan rasa aman melalui kehadiran.

Pendampingan juga diarahkan agar tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Tim Sobat Sehat berkoordinasi dengan pemerintah desa dan puskesmas untuk merujuk warga maupun anak yang membutuhkan penanganan lebih lanjut ke layanan kesehatan pemerintah.

Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pendampingan sekaligus memperkuat peran layanan kesehatan primer dalam proses pemulihan warga.

Gempa berkekuatan 7,7 M yang terjadi pada 15 Agustus 2026 tidak hanya berdampak pada tempat tinggal warga. Hingga pertengahan September, pemerintah daerah mencatat sekitar 14.000–15.000 gempa susulan, dengan 185 di antaranya dirasakan masyarakat.

Status tanggap darurat yang ditetapkan sejak 15 Agustus kemudian berakhir pada 27 September 2026. Nagekeo kini memasuki masa transisi darurat menuju pemulihan.

Menurut Gusni, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya membangun ketangguhan masyarakat di wilayah rawan bencana.

“Warga dan komunitas adalah pihak pertama yang hadir saat bencana, dan pihak yang paling lama tinggal untuk memulihkannya. Karena itu, pertahanan kesehatan di wilayah rawan bencana harus dibangun dari bawah,” katanya.

Bagi warga Desa Waekokak, proses pemulihan masih berlangsung. Bantuan kebutuhan dasar dan pendampingan psikososial menjadi bagian dari upaya membantu warga kembali menjalani aktivitas sekaligus membangun kembali rasa aman setelah bencana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB

Peringatan Gempa Bukan Ramalan: Stop Tunggu Bencana untuk Belajar Mitigasi

Peringatan Gempa Bukan Ramalan: Stop Tunggu Bencana untuk Belajar Mitigasi

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:00 WIB

Bantuan Kemanusiaan Buat Korban Bencana RI, Dari Karhutla hingga Gempa NTT

Bantuan Kemanusiaan Buat Korban Bencana RI, Dari Karhutla hingga Gempa NTT

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 07:30 WIB

Terkini

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:43 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya

Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:36 WIB

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp8,3 Juta, Diambil dari APBN

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp8,3 Juta, Diambil dari APBN

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Pencurian Kabel Traffic Light di Jalan Cipaganti, Pria di Bandung Diringkus Polisi

Pencurian Kabel Traffic Light di Jalan Cipaganti, Pria di Bandung Diringkus Polisi

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Gibran Makin Rajin Muncul di Krisis MBG, Respons Pemerintah atau Bangun Citra Politik?

Gibran Makin Rajin Muncul di Krisis MBG, Respons Pemerintah atau Bangun Citra Politik?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Pembesaran Prostat Tanpa Khawatir Fungsi Seksual Terganggu, Kenali Terapi Rezum

Pembesaran Prostat Tanpa Khawatir Fungsi Seksual Terganggu, Kenali Terapi Rezum

Health | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:23 WIB

Rayakan Hari Batik Nasional 2026, Shopee Bagikan Fun Fact Menarik Soal Batik

Rayakan Hari Batik Nasional 2026, Shopee Bagikan Fun Fact Menarik Soal Batik

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:13 WIB

Dinilai Paling Paham 'Jeroan' Ibu Kota, DPRD DKI Minta Kapolri Baru Perkuat Keamanan Jakarta

Dinilai Paling Paham 'Jeroan' Ibu Kota, DPRD DKI Minta Kapolri Baru Perkuat Keamanan Jakarta

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:09 WIB

One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:00 WIB

×