- Irjen Pol Dadang Hartanto ditunjuk sebagai Kapolda Metro Jaya menggantikan Komjen Pol Asep Edi Suheri.
- Mutasi dan rotasi jabatan di tubuh Polri tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi serta pembinaan karier anggota.
- Sebelum menjabat Kapolda Metro Jaya, Dadang memiliki rekam jejak kepemimpinan yang luas di kewilayahan, Mabes Polri, dan lembaga pendidikan.
Suara.com - Irjen Pol Dadang Hartanto mendapat tugas baru sebagai Kapolda Metro Jaya dalam mutasi 88 perwira tinggi dan menengah Polri.
Penunjukan itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP/2026 tertanggal 2 Oktober 2026, menggantikan Komjen Pol Asep Edi Suheri yang bergeser menjadi Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri.
"Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon, dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).
Dadang sendiri bukan nama baru dalam jajaran pimpinan Polri. Perwira kelahiran Surabaya, 24 November 1971, itu merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 dan memiliki pengalaman panjang di bidang reserse, kewilayahan, hingga pendidikan kepolisian.
Memulai Karier dari Kewilayahan
Setelah menempuh pendidikan kepolisian, perjalanan karier Dadang mulai terlihat dari sejumlah jabatan di wilayah hukum.
Ia pernah dipercaya menjadi Kapolsek Senen pada 2005 pada awal kariernya.
Kemudian pada 2009 ia digeser sebagai Kapolres Subang dan Kapolres Cianjur pada 2011.
Pada 2012, Dadang mendapat dua penugasan penting. Ia menjabat Wakapolrestabes Bandung sekaligus dipercaya menjadi Sekretaris Pribadi Kapolri pada tahun yang sama.
Karier Dadang kemudian berlanjut ke sejumlah posisi di lingkungan Mabes Polri.
Ia pernah menjadi Koordinator Staf Pribadi Pimpinan Polri dan Analis Kebijakan Madya Bidang Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri pada 2016.
Pada 2017, Dadang mendapat penugasan sebagai Kapolrestabes Medan. Dua tahun kemudian, ia ditarik ke tingkat pusat untuk menjabat Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi Bareskrim Polri.
Dadang kembali mendapat penugasan di Sumatera Utara pada 2020. Kali ini ia dipercaya sebagai Wakapolda Sumut setelah sebelumnya memiliki pengalaman memimpin Polrestabes Medan.
Pengalaman di bidang operasional dan kewilayahan kemudian dilanjutkan dengan penugasan di lembaga pendidikan Polri. Pada 2023, Dadang menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
Masuk Lingkungan Akademik
Selain berkarier di kepolisian, Dadang diketahui turut menekuni pendidikan akademik. Ia tercatat menempuh pendidikan S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, kemudian melanjutkan pendidikan magister dan doktor bidang ilmu administrasi di Universitas Indonesia.
Dadang kemudian menjadi dosen di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).
Pada 27 Mei 2023, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMSU.
Di lingkungan Polri, Dadang selanjutnya dipercaya memimpin Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri.
Ia mulai menjabat Ketua STIK pada 20 September 2024 setelah sebelumnya menjadi Widyaiswara di lingkungan Sespim Lemdiklat Polri.
Pernah Jadi Komandan Upacara HUT Bhayangkara
Nama Dadang kembali muncul di ruang publik ketika dipercaya menjadi komandan upacara HUT ke-79 Bhayangkara di Monas, Jakarta, pada 1 Juli 2025 lalu.
Upacara tersebut dipimpin Presiden Prabowo Subianto sebagai inspektur upacara. Saat itu, Dadang masih menjabat Ketua STIK Lemdiklat Polri.
Tak lama setelah momentum tersebut, ia mendapat penugasan sebagai Kapolda Maluku untik menggantikan Irjen Pol Eddy Sumitro Tambunan yang memasuki masa pensiun.
Dari Maluku ke Polda Metro Jaya
Selama menjabat Kapolda Maluku, Dadang terlibat langsung dalam sejumlah penanganan konflik dan proses perdamaian di wilayah tersebut.
Dadang yang memimpin Polda Maluku sejak 5 Agustus 2025 lalu kemudian mendapat rotasi pada Oktober 2026. Setelah sekitar setahun lebih memimpin Polda Maluku, Dadang kini mendapat tugas baru sebagai Kapolda Metro Jaya.
Penunjukan tersebut menjadi kelanjutan perjalanan kariernya setelah lebih dari tiga dekade menjalani berbagai penugasan di tingkat kewilayahan, Mabes Polri, pendidikan kepolisian, dan dunia akademik.