Kabut Asap Malaysia Makin Parah, Indonesia Bakal 'Dikeroyok' di Pertemuan Menlu Se-ASEAN

Galih Prasetyo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:05 WIB
Kabut Asap Malaysia Makin Parah, Indonesia Bakal 'Dikeroyok' di Pertemuan Menlu Se-ASEAN
Kabut asap tampak menyelimuti di Siak, Rabu (7/10/2026). [Suara.com/Alfat Handri]
baca 10 detik
  • Malaysia akan membawa isu kabut asap lintas batas ke pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN bulan depan di Manila.
  • Menlu Malaysia berdiskusi dengan Menlu Indonesia mengenai kendala pemadaman karhutla akibat buruknya jarak pandang dan medan sulit.
  • Malaysia mendorong mekanisme regional baru karena penanganan kabut asap belum tercakup dalam aturan bencana alam ASEAN.

Suara.com - Malaysia akan membawa persoalan kabut asap lintas batas ke pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN bulan depan.

Langkah ini dilakukan untuk mendorong mekanisme regional yang lebih efektif dalam menangani kabut asap yang berdampak pada negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Mohamad Hasan, mengatakan isu kabut asap perlu mendapat perhatian khusus karena belum tercakup dalam mekanisme ASEAN terkait penanganan bencana alam.

"Kita memang memiliki mekanisme ASEAN terkait bencana alam, tetapi kabut asap tidak termasuk dalam klasifikasi bencana alam," kata Mohamad dikutip dari Bernama.

Ia menegaskan persoalan tersebut akan dibahas bersama para menteri luar negeri negara anggota ASEAN sebelum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-49 digelar di Manila, Filipina, bulan depan.

Seorang konten kreator asal Malaysia menyampaikan protes terbuka kepada Presiden Prabowo terkait dampak kabut asap karhutla.
Seorang konten kreator asal Malaysia menyampaikan protes terbuka kepada Presiden Prabowo terkait dampak kabut asap karhutla.

Di tengah memburuknya situasi kabut asap, Mohamad mengungkapkan dirinya telah menghubungi Menteri Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir, untuk memperoleh informasi terbaru mengenai upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Menurut informasi yang diterimanya, kondisi jarak pandang yang sangat buruk di sejumlah wilayah terdampak menjadi kendala serius bagi operasi pemadaman melalui udara.

"Indonesia memiliki 34 pesawat dan 34 helikopter, tetapi tidak bisa lepas landas karena kondisi jarak pandang yang sangat buruk. Tidak aman bagi penerbangan apa pun di kawasan tersebut," ujarnya.

Meski menghadapi kendala penerbangan, pemerintah Indonesia disebut telah mengerahkan 60.000 personel untuk menangani kebakaran di lapangan.

baca juga

Mohamad menjelaskan, upaya pemadaman juga menghadapi tantangan karena sejumlah titik api berada di kawasan pedalaman yang sulit dijangkau.

Keterbatasan pasokan air serta kebakaran yang masih berlangsung di lahan gambut turut mempersulit penanganan.

Selain kendala akses dan kondisi geografis, upaya modifikasi cuaca di Indonesia juga belum dapat dilakukan secara optimal.

Mohamad menyebut tidak tersedianya awan kumulonimbus yang sesuai menjadi salah satu faktor penghambat pelaksanaan operasi tersebut.

Pemerintah Malaysia, lanjutnya, memahami bahwa Indonesia tengah berupaya maksimal untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan.

Ia juga menyampaikan simpati atas situasi yang dihadapi negara tetangganya itu.

Meski demikian, Malaysia berharap Indonesia dapat mengambil langkah yang lebih efektif untuk mengendalikan kebakaran.

Pasalnya, kabut asap yang ditimbulkan telah mengancam kesehatan dan mengganggu kehidupan masyarakat di wilayah terdampak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Striker Naturalisasi Malaysia Tolak Main di Liga Indonesia, Emang Ada yang Mau Rekrut?

Striker Naturalisasi Malaysia Tolak Main di Liga Indonesia, Emang Ada yang Mau Rekrut?

Bola | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Rudy Masud Bungkam Usai dari Singapura, Netizen Sindir Pedas: Lemah Gak Punya Nyali

Rudy Masud Bungkam Usai dari Singapura, Netizen Sindir Pedas: Lemah Gak Punya Nyali

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:46 WIB

Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas

Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:11 WIB

Joey Pelupessy Ungkap Momen Manis FIFA ASEAN Cup 2026: Jabat Tangan Prabowo dan Air Mata Suporter

Joey Pelupessy Ungkap Momen Manis FIFA ASEAN Cup 2026: Jabat Tangan Prabowo dan Air Mata Suporter

Bola | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Cerita di Balik Adu Penalti Timnas Indonesia vs Thailand, Dean James Ungkap Fakta Tak Terduga

Cerita di Balik Adu Penalti Timnas Indonesia vs Thailand, Dean James Ungkap Fakta Tak Terduga

Bola | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:05 WIB

Terkini

Kabut Asap Malaysia Makin Parah, Indonesia Bakal 'Dikeroyok' di Pertemuan Menlu Se-ASEAN

Kabut Asap Malaysia Makin Parah, Indonesia Bakal 'Dikeroyok' di Pertemuan Menlu Se-ASEAN

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Pantau Api, Website Berbasis AI Buatan Dosen MDP Palembang untuk Prediksi Kabut Asap Sumsel

Pantau Api, Website Berbasis AI Buatan Dosen MDP Palembang untuk Prediksi Kabut Asap Sumsel

Sumsel | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:02 WIB

House of Hummingbird: Tentang Tumbuh di Dunia yang Tak Selalu Memberi Ruang

House of Hummingbird: Tentang Tumbuh di Dunia yang Tak Selalu Memberi Ruang

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Pemadaman Listrik Massal Akibat Produsen Batu Bara Enggan Pasok PLN

Pemadaman Listrik Massal Akibat Produsen Batu Bara Enggan Pasok PLN

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Kebakaran 150 Rumah di Penjaringan Tewaskan Wanita 40 Tahun dan Bocah 6 Tahun

Kebakaran 150 Rumah di Penjaringan Tewaskan Wanita 40 Tahun dan Bocah 6 Tahun

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Bukan Ayam Goreng Biasa, Wingstop Hadirkan Twizty Buzz dengan Sensasi Rasa Berbeda di Tiap Gigitan

Bukan Ayam Goreng Biasa, Wingstop Hadirkan Twizty Buzz dengan Sensasi Rasa Berbeda di Tiap Gigitan

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Mahakarya Singhasari Dipamerkan di Galeri Prajnaparamita Museum Nasional

Mahakarya Singhasari Dipamerkan di Galeri Prajnaparamita Museum Nasional

Foto | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:47 WIB

Hampir Gabung ke Persija, Radja Nainggolan: Ternyata Tim Polisi yang Butuh Saya

Hampir Gabung ke Persija, Radja Nainggolan: Ternyata Tim Polisi yang Butuh Saya

Bola | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Sumur Rusak Sebulan Lebih, Warga Bantargebang Terpaksa Beli Air hingga 10 Galon Sehari

Sumur Rusak Sebulan Lebih, Warga Bantargebang Terpaksa Beli Air hingga 10 Galon Sehari

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Paca Goya, Tradisi Adat Masyarakat Kalaodi untuk Jaga Kelestarian Hutan

Paca Goya, Tradisi Adat Masyarakat Kalaodi untuk Jaga Kelestarian Hutan

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:40 WIB

×