Pakar Lingkungan UGM: Keputusan Karhutla Bukan Bencana Nasional Adalah Kekonyolan

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:23 WIB
Pakar Lingkungan UGM: Keputusan Karhutla Bukan Bencana Nasional Adalah Kekonyolan
Relawan pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (9/9/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym]
baca 10 detik
  • Pemerintah menolak menetapkan status bencana nasional karhutla pada Rabu, 14 Oktober 2026, demi mengamankan anggaran dan citra politik.
  • Pakar hukum lingkungan UGM Wahyu Yun Santoso menyatakan kebijakan tersebut mengorbankan keselamatan ekologi serta kesehatan warga terdampak.
  • Sikap pemerintah itu dinilai sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan dan komunikasi amoral yang mengabaikan penderitaan rakyat akibat asap karhutla.

Suara.com - Keputusan pemerintah untuk tidak menetapkan status bencana nasional atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membongkar bobroknya prioritas kebijakan publik di tanah air. Rezim saat ini dinilai sengaja menumbalkan keselamatan ekologi dan kesehatan warga demi menyelamatkan citra politiknya semata.

Pakar Hukum Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Wahyu Yun Santoso, menyoroti dalih penanganan karhutla oleh pemerintah sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan.

"Ya kalau ideal (karhutla belum ditetapkan bencana nasional) jelas gak mungkin ya, itu udah sebenarnya kekonyolan politik, kekonyolan kebijakan," kata Wahyu kepada Suara.com, Rabu (14/10/2026).

Wahyu membongkar motif terselubung di balik sikap ogah-asahan pemerintah tersebut. Langkah irasional ini disinyalir kuat merupakan taktik untuk mengamankan anggaran nasional.

Supaya kemudian bisa dikeruk demi membiayai program-program prioritas lainnya.

"Kalau kemudian alasan-alasan yang kemudian bisa kita ambil, ya itu hanya untuk menjaga nama baik pemerintah sekarang atau kemudian mengamankan anggaran nasional untuk karhutla, yang kemudian diamankan untuk program-program yang tidak bermutu, gampangnya MBG gitu," ungkapnya.

Dugaan bahwa status bencana nasional akan menjadi celah bagi korporasi untuk melarikan diri dari jerat hukum, kata Wahyu, narasi itu hanya gimik semata.

Pasalnya secara hukum, aturan perundang-undangan hingga putusan pengadilan sudah sangat tegas mengikat pemilik izin kawasan.

Korporasi yang merusak dan membiarkan lahan gambut terbakar memiliki kewajiban mutlak untuk membiayai pemulihan lingkungan tanpa alasan status bencana.

baca juga

Menurut Wahyu, sikap enggan menetapkan status bencana nasional turut menyingkap ketakutan politis pemerintah untuk mengakui ketidakmampuannya di panggung internasional.

Pemerintah dinilai lebih peduli pada gengsi diplomasi ketimbang menyelamatkan nyawa warga yang terkepung asap hingga ke negara tetangga.

"Ini tidak lagi komunikasi politik yang salah ini, komunikasi politik yang amoral," tegasnya.

Sikap nirempati pemerintah kian kentara ketika para pejabat sibuk mencitrakan diri lewat rapat-rapat formalitas tanpa ada tindakan nyata di lapangan.

Wahyu mengatakan bahwa seluruh rangkaian keputusan pemerintah dalam penanganan karhutla saat ini sudah berada di luar batas penalaran yang sehat.

Pemerintah dinilai telah kehilangan arah dan kepedulian terhadap bencana ekologi yang menimpa rakyatnya sendiri.

"Maka kita bicarakan ya pemerintah ketika seperti ini udah sesat pikir, udah memang gampangnya udah gak nalar, udah nirempati, sesat, gampangnya seperti itulah. Ini yang yang kemudian istilahnya betul-betul mau bicara dari kacamata politik internasional pun sebenarnya tidak tepat," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asap Tak Kenal Retorika: Menguji Keseriusan Pemerintah Menangani Karhutla

Asap Tak Kenal Retorika: Menguji Keseriusan Pemerintah Menangani Karhutla

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Karhutla dan Krisis Komunikasi Publik: Saat Informasi Mitigasi Tak Selaras dengan Realitas

Karhutla dan Krisis Komunikasi Publik: Saat Informasi Mitigasi Tak Selaras dengan Realitas

Opini | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Mengapa Pemerintah Tidak Menetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional?

Mengapa Pemerintah Tidak Menetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional?

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Asap Karhutla Ganggu Negara Tetangga, Kenapa Indonesia Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

Asap Karhutla Ganggu Negara Tetangga, Kenapa Indonesia Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Sumatera Selatan Berselimut Kabut Asap, 1.324 Titik Panas Terdeteksi

Sumatera Selatan Berselimut Kabut Asap, 1.324 Titik Panas Terdeteksi

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Picu Ribuan Kasus ISPA di Palembang

Kabut Asap Karhutla Picu Ribuan Kasus ISPA di Palembang

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Terkini

Pakar Lingkungan UGM: Keputusan Karhutla Bukan Bencana Nasional Adalah Kekonyolan

Pakar Lingkungan UGM: Keputusan Karhutla Bukan Bencana Nasional Adalah Kekonyolan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:23 WIB

Persib Dapat Keuntungan di ACL 2, The Cong Viettel Diterpa Krisis Pemain

Persib Dapat Keuntungan di ACL 2, The Cong Viettel Diterpa Krisis Pemain

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:21 WIB

Asap Tak Kenal Retorika: Menguji Keseriusan Pemerintah Menangani Karhutla

Asap Tak Kenal Retorika: Menguji Keseriusan Pemerintah Menangani Karhutla

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:20 WIB

8.093 Berkas Sertifikat Tanah Warga Jakarta Mandek, DPRD Desak Percepatan Penyelesaian

8.093 Berkas Sertifikat Tanah Warga Jakarta Mandek, DPRD Desak Percepatan Penyelesaian

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:16 WIB

Sekolah di Pekanbaru PJJ Lagi, Imbas Kabut Asap Tak Kunjung Hilang

Sekolah di Pekanbaru PJJ Lagi, Imbas Kabut Asap Tak Kunjung Hilang

Riau | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:11 WIB

Mengapa Pemerintah Tidak Menetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional?

Mengapa Pemerintah Tidak Menetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional?

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Oppo ColorOS 17 Bawa AI yang Bisa Bereskan File hingga Bikin Itinerary

Oppo ColorOS 17 Bawa AI yang Bisa Bereskan File hingga Bikin Itinerary

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:09 WIB

3 Rekomendasi Sneakers Kanky Tanpa Tali, Handsfree Nyaman Buat Jalan Jauh

3 Rekomendasi Sneakers Kanky Tanpa Tali, Handsfree Nyaman Buat Jalan Jauh

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:05 WIB

Menanti Wajah Baru Teluk Mendale Setelah Rusak Diterjang Bencana

Menanti Wajah Baru Teluk Mendale Setelah Rusak Diterjang Bencana

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Rudal Houthi Hantam Jantung Saudi Aramco, Harga Minyak Melonjak Drastis

Rudal Houthi Hantam Jantung Saudi Aramco, Harga Minyak Melonjak Drastis

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:59 WIB

×