Prabowo Wajib Tahu, Orang Ini Paling Menderita karena Dampak Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatra

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:39 WIB
Prabowo Wajib Tahu, Orang Ini Paling Menderita karena Dampak Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatra
Kabut asap karhutla melumpuhkan ekonomi UMKM dan memicu kerugian kesehatan puluhan triliun rupiah. (BBC)
baca 10 detik
  • Kabut asap karhutla melumpuhkan pendapatan harian pelaku UMKM dan pekerja informal daerah.

  • Indeks kualitas udara di Sumatra dan Kalimantan berada pada level sangat berbahaya.

  • Kerugian ekonomi dan biaya kesehatan akibat karhutla diperkirakan menembus ratusan triliun rupiah.

Suara.com - Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melumpuhkan ekonomi harian ribuan pelaku usaha mikro di Sumatra dan Kalimantan. Penurunan mobilitas warga di luar ruangan menjadi pemicu utama anjloknya pendapatan pedagang kecil dan pengemudi transportasi daring.

Sektor kuliner, jasa transportasi, dan akomodasi menjadi kelompok usaha yang paling cepat terkena dampak penurunan aktivitas publik. Penurunan omzet harian memukul para pekerja yang menggantungkan hidup pada lalu lintas konsumen di area terbuka.

Peneliti menggarisbawahi bahwa tekanan ekonomi ini makin parah karena tingginya paparan asap beracun yang mengancam keselamatan pekerja lapangan. Kondisi ini memperburuk situasi finansial pekerja informal karena mereka harus menanggung beban pengobatan di tengah pendapatan yang merosot.

Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Gubernur Syarkawi yang tertutup kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (2/9/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym]
Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Gubernur Syarkawi yang tertutup kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (2/9/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym]

"Bukan hanya omzet yang turun tajam, tapi juga biaya kesehatan karena pekerja informal menghirup asap karhutla," kata Bhima dikutip dari BBC.

Analis ekonomi menilai ancaman gangguan asap ini berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi nasional pada periode mendatang. Penurunan produktivitas kerja dan terhentinya rantai pasok menjadi penyebab utama tertahannya laju bisnis regional.

"Karhutla berpotensi menjadi salah satu faktor yang menahan aktivitas ekonomi Indonesia pada 2026, terutama di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Dampaknya tidak hanya berasal dari kerusakan lahan dan aset, tetapi juga dari terganggunya perdagangan, pertanian, transportasi, pariwisata, dan produktivitas pekerja akibat kabut asap," kata Ronny.

Kerusakan ekonomi akibat karhutla merembet ke berbagai lini industri, mulai dari sektor produksi pertanian hingga distribusi barang logistik. Kelompok usaha mikro dan pekerja gig menanggung dampak paling parah karena tidak memiliki bantalan finansial yang kuat.

"Pedagang makanan, warung, pengemudi ojek daring, kurir, pekerja lapangan, dan usaha yang bergantung pada lalu lintas pelanggan menghadapi masalah yang sama: aktivitas ekonomi menurun, tetapi kebutuhan hidup dan sebagian biaya operasional tetap berjalan," ujarnya.

Ketimpangan kemampuan finansial membuat pelaku usaha kecil jauh lebih rentan gulung tikar dibandingkan perusahaan ber-modal besar. Ketika perusahaan besar mampu mengalihkan jalur operasional, pedagang kecil langsung kehilangan seluruh mata pencaharian harian mereka.

baca juga

"Jika berlangsung lama, persoalannya bukan lagi penurunan omzet sementara, tapi risiko utang rumah tangga, pengurangan pekerja, penutupan usaha, dan melemahnya konsumsi lokal. Dengan kata lain, karhutla juga bisa memperlebar ketimpangan karena kelompok yang paling sedikit berkontribusi terhadap masalah belum tentu memiliki kemampuan paling besar untuk menanggung kerugiannya," katanya.

Tingkat pencemaran udara di berbagai wilayah terdampak dilaporkan telah melewati ambang batas aman bagi pernapasan manusia. Angka indeks kualitas udara menunjukkan ancaman nyata terhadap keselamatan warga yang tetap beraktivitas di luar rumah.

Data Kementerian Lingkungan Hidup per Minggu, 11 Oktober mencatat kualitas udara di Palangka Raya dan Tabalong masuk dalam kategori sangat berbahaya. Angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Palangka Raya menembus 1.296, sementara Tabalong menyentuh 1.272.

Kondisi serupa dialami wilayah Palembang dengan ISPU mencapai 450 serta Kampar di Riau yang mencatatkan ISPU 430. Seluruh wilayah tersebut secara konsisten berada pada parameter berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Pemerintah melaporkan sekitar 10 juta jiwa terpaparnya kabut asap di berbagai daerah hingga akhir Agustus 2026. Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan dampak warga tertinggi sebanyak 3,37 juta jiwa, diikuti Kalimantan Tengah sebesar 2,77 juta jiwa.

Wilayah Kalimantan Selatan mencatat 2,12 juta warga terdampak, Riau sebesar 1,21 juta jiwa, Jambi 814.228 jiwa, serta Sumatra Selatan 395.094 jiwa. Tingginya angka paparan asap berbanding lurus dengan penderita gangguan pernapasan akut di daerah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Derita Ojek Online di Kebakaran Hutan Kalimantan: Sesak Napas dan Sakit Kepala Tapi Harus Kerja

Derita Ojek Online di Kebakaran Hutan Kalimantan: Sesak Napas dan Sakit Kepala Tapi Harus Kerja

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:18 WIB

OTT KPK di BNPB, DPR Prihatin dan Terpukul: Kebakaran Hutan Belum Beres, Malah Ada Korupsi

OTT KPK di BNPB, DPR Prihatin dan Terpukul: Kebakaran Hutan Belum Beres, Malah Ada Korupsi

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:47 WIB

KTT Manila Bakal Panas, Krisis Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Jadi Bahasan Utama

KTT Manila Bakal Panas, Krisis Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Jadi Bahasan Utama

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:17 WIB

Terkini

Prabowo Wajib Tahu, Orang Ini Paling Menderita karena Dampak Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatra

Prabowo Wajib Tahu, Orang Ini Paling Menderita karena Dampak Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatra

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:39 WIB

KPK Segel Ruangan BNPB Pasca-OTT, Sestama dan Pihak Swasta Ikut Diamankan

KPK Segel Ruangan BNPB Pasca-OTT, Sestama dan Pihak Swasta Ikut Diamankan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:33 WIB

Berapa Harga Tiket Konser Andrea Bocelli di Borobudur? Terancam Dibatalkan usai Desakan MUI

Berapa Harga Tiket Konser Andrea Bocelli di Borobudur? Terancam Dibatalkan usai Desakan MUI

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:25 WIB

Alasan Mitsubishi Destinator Cocok Jadi Mobil Keluarga

Alasan Mitsubishi Destinator Cocok Jadi Mobil Keluarga

Otomotif | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:25 WIB

Pemadaman Listrik Total, Warga Tanjungpinang dan Bintan Bakal Gelar Aksi

Pemadaman Listrik Total, Warga Tanjungpinang dan Bintan Bakal Gelar Aksi

Batam | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:21 WIB

Polisi Tangkap 9 Orang dalam Operasi Sarang Narkoba di Bekasi, 12 Paket Diduga Sabu Disita

Polisi Tangkap 9 Orang dalam Operasi Sarang Narkoba di Bekasi, 12 Paket Diduga Sabu Disita

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Sinopsis Narnia: The Magicians Nephew, Ungkap Awal Mula Dunia Narnia

Sinopsis Narnia: The Magicians Nephew, Ungkap Awal Mula Dunia Narnia

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Dilema Usia 20-an: Ingin Menikmati Masa Muda, tapi Takut Kehabisan Uang

Dilema Usia 20-an: Ingin Menikmati Masa Muda, tapi Takut Kehabisan Uang

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Derita Ojek Online di Kebakaran Hutan Kalimantan: Sesak Napas dan Sakit Kepala Tapi Harus Kerja

Derita Ojek Online di Kebakaran Hutan Kalimantan: Sesak Napas dan Sakit Kepala Tapi Harus Kerja

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:18 WIB

Polisi Tangkap Kurir 24 Kg Sabu di Perbatasan Aceh-Sumut, Hendak Diedarkan ke Palembang

Polisi Tangkap Kurir 24 Kg Sabu di Perbatasan Aceh-Sumut, Hendak Diedarkan ke Palembang

Sumut | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:15 WIB

×