DPR Minta Pemerintah Tak Sungkan Terima Bantuan Asing Atasi Karhutla: Ini Juga Tanggung Jawab Mereka

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:43 WIB
DPR Minta Pemerintah Tak Sungkan Terima Bantuan Asing Atasi Karhutla: Ini Juga Tanggung Jawab Mereka
Ilustrasi petugas tengah memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Sulbar. [SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-Pemprov Sulbar]
baca 10 detik
  • Daniel Johan meminta pemerintah proaktif menerima bantuan internasional untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan.
  • Dampak asap karhutla telah menyebar ke Malaysia Singapura dan Filipina sehingga membutuhkan solidaritas serta kerja sama kawasan ASEAN.
  • Bantuan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab karena sejumlah perusahaan Singapura dan Malaysia memegang konsesi perkebunan yang menyumbang titik api.

Suara.com - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, mengimbau pemerintah agar lebih terbuka terhadap tawaran bantuan dari negara-negara tetangga dalam mengatasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurutnya, upaya tersebut dinilai krusial mengingat dampak sebaran asap akibat karhutla telah meluas hingga ke beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, hingga Filipina.

Ia mengatakan, kondisi saat ini membutuhkan soliditas dan kerja sama antarnegara di kawasan. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah untuk bertindak proaktif dalam merangkul solidaritas kawasan.

"Jangan sungkan menerima bantuan internasional, terutama solidaritas ASEAN. Justru kita minta pemerintah itu mengambil inisiatif untuk menggalang solidaritas," kata Daniel di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sumber: Istockphoto.com
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sumber: Istockphoto.com

Lebih lanjut, Daniel menekankan agar pemerintah tidak menganggap uluran tangan dari negara tetangga sekadar sebagai bantuan hibah biasa.

Hal ini berdasar pada keterlibatan sejumlah perusahaan asal Singapura dan Malaysia yang memegang konsesi perkebunan dan turut berkontribusi dalam timbulnya titik api.

"Jangan memikirkan ini hanya bantuan, tetapi ini juga tanggung jawab, ya, karena bahkan 54, banyak perusahaan-perusahaan yang mendapatkan konsesi perkebunan yang menjadi salah satu yang menyumbang persoalan saat ini, itu dari khususnya dari Singapura dan Malaysia," ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan negara-negara tersebut dalam menuntaskan dampak lingkungan yang ditimbulkan.

"Sehingga jangan memikirkan bantuan, mereka ikut bertanggung jawab. Ikut bertanggung jawab untuk mengatasi. Ya, ini menjadi persoalan kemanusiaan, bahkan bisa menjadi kejahatan ekologi, kejahatan lingkungan," tegasnya.

baca juga

Daniel mengaku heran dengan keengganan pemerintah untuk bersikap lebih terbuka terhadap bantuan luar negeri.

Ia membandingkan penanganan karhutla saat ini dengan pengalaman keberhasilan penanganan bencana dan rekonstruksi di Aceh serta Sumatera yang sempat menerima dukungan internasional secara efektif.

"Ya, saya enggak paham, kenapa. Enggak ada yang salah dengan itu. Tuh Aceh sudah membuktikan kok, malah pembangunan kembali Aceh berjalan dengan baik. Dengan waktu yang cukup juga bisa lebih cepat, itu pemerintah menjadi segera jelas," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Kontroversi Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud: Terbaru Isu Plesiran Saat Karhutla

Daftar Kontroversi Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud: Terbaru Isu Plesiran Saat Karhutla

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:28 WIB

Speak Up soal Karhutla, Bare Minimum yang Bisa Dilakukan Para Influencer

Speak Up soal Karhutla, Bare Minimum yang Bisa Dilakukan Para Influencer

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:53 WIB

Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas, Bahas Khusus Jerat Hukum Karhutla

Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas, Bahas Khusus Jerat Hukum Karhutla

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:48 WIB

Bukan Hanya Salah El Nino: Mengurai Akar Krisis Karhutla Kalimantan

Bukan Hanya Salah El Nino: Mengurai Akar Krisis Karhutla Kalimantan

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Terkini

DPR Minta Pemerintah Tak Sungkan Terima Bantuan Asing Atasi Karhutla: Ini Juga Tanggung Jawab Mereka

DPR Minta Pemerintah Tak Sungkan Terima Bantuan Asing Atasi Karhutla: Ini Juga Tanggung Jawab Mereka

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:43 WIB

BRI Tebar Diskon Rp50 Ribu di Jaringan Supermarket Premium SBL 2027

BRI Tebar Diskon Rp50 Ribu di Jaringan Supermarket Premium SBL 2027

Bri | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:41 WIB

Bukan Wajib Militer, Negara Justru Lebih Butuh Hacker dan Praktisi IT Buat Jadi 'Komcad'

Bukan Wajib Militer, Negara Justru Lebih Butuh Hacker dan Praktisi IT Buat Jadi 'Komcad'

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:35 WIB

Cara Cek Keaslian SK ASN BKN Resmi Lewat Scan QR Code di HP, Ini Langkahnya

Cara Cek Keaslian SK ASN BKN Resmi Lewat Scan QR Code di HP, Ini Langkahnya

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:34 WIB

Didukung UU, KDMP Dipersilahkan Kelola Tambang

Didukung UU, KDMP Dipersilahkan Kelola Tambang

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:34 WIB

Infinix Note 70 Pro Muncul di EEC, Diduga Bawa Baterai 7.000 mAh dan Layar 144 Hz

Infinix Note 70 Pro Muncul di EEC, Diduga Bawa Baterai 7.000 mAh dan Layar 144 Hz

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:34 WIB

PT SIR Gugat Natura City soal Sengketa Lahan 14 Hektare di Bogor

PT SIR Gugat Natura City soal Sengketa Lahan 14 Hektare di Bogor

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:34 WIB

Lille Bermain Buruk Sebelum Calvin Verdonk Masuk, Ancelotti: Kami Tak Pantas Dibantai Arsenal

Lille Bermain Buruk Sebelum Calvin Verdonk Masuk, Ancelotti: Kami Tak Pantas Dibantai Arsenal

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:33 WIB

Kejagung Periksa Kajari Konawe Fachrizal Terkait Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Kejagung Periksa Kajari Konawe Fachrizal Terkait Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:33 WIB

PKS Dorong Pileg dan Pilpres Digelar Terpisah dalam Revisi UU Pemilu

PKS Dorong Pileg dan Pilpres Digelar Terpisah dalam Revisi UU Pemilu

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:33 WIB

×