- Dinas Lingkungan Hidup Jakarta menggelar Festival Cinta Lingkungan 2026 di Danau Sunter Selatan pada tahun 2026.
- Acara tersebut menampilkan parade perahu unik berbahan sampah plastik daur ulang yang menarik antusiasme warga Jakarta.
- Festival ini memberikan hiburan akhir pekan sekaligus sarana edukasi kreatif bagi masyarakat untuk menjaga lingkungan.
Suara.com - Festival Cinta Lingkungan (Cilung) 2026 di Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara, memantik antusias warga Jakarta dari berbagai wilayah.
Sebab, hajat yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup Jakarta dan Unit Pengelola Sampah Badan Air itu menampilkan parade puluhan perahu rakitan berbahan dasar sampah plastik daur ulang dengan ragam bentuk yang unik.
Susilowati, warga Matraman, Jakarta Timur bahkan rela sampai mencarter angkot bersama warga lainnya untuk menghadiri Festival Cilung 2026.
"Rame-rame (hadir). Biar asyik," ungkap dia kepada wartawan.
Mendapat kabar melalui media sosial, Susilawati dan rombongannya mengaku ingin merasakan sensasi menumpang perahu yang dirakit menggunakan limbah daur ulang.
"(Perahunya) bagus-bagus banget. Kreatif-kreatif," tambahnya.
Dia turut mengapresiasi Festival Ciliwung 2026 yang memiliki semangat menjaga lingkungan dengan menggunakan limbah daur ulang untuk menciptakan karya seni.
Kata Susilowati, hal itu menjadi inspirasi bagi dia dan warga lainnya untuk mewujudkan semangat menjaga lingkungan serupa.
"Terinspirasi, sih, soalnya kan bisa, pertama lingkungan juga lebih bersih, ya, bisa buat kreativitas gitu," terang dia.
Senada, Maulana warga asal Cipayung juga merasakan sensasi keseruan serupa. Dia datang bersama istrj dan anaknya sejak pukul setengah sembilan pagi untuk ikut menumpang perahu rakitan.
Maulana bercerita ia dan keluarganya memutuskan untuk mencoba menumpang perahu rakitan UPS BA Kecamatan Tanah Abang yang dirakit dengan nuansa sebuah kafe.
"Konsepnya emang bikin untuk makanan sehat, ada galon, ada botol, gitu. Jadi memang konsep yang dibikin konsepnya emang kafe sehat, kafe apung, gitu," jelasnya.
Dia mengapresiasi kegiatan tersebut. Selain sebagai ajah hiburan akhir pekan, festival itu juga seakan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat buat menjaga lingkungan dengan memanfaatkan sisa limbah.
"Jadi melatih kreativitas anak-anak juga," tandas Maulana.
Reporter: Alif Bintang