- Mahasiswa UNAS berdemonstrasi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, pada Selasa, 20 Oktober 2026.
- Aksi tersebut menuntut evaluasi kebijakan pemerintah mengenai karhutla, program makan gratis, dan anggaran pendidikan.
- Mahasiswa berencana melakukan aksi demonstrasi berkelanjutan serta menempuh jalur hukum ke Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung.
Suara.com - Mahasiswa Universitas Nasional (UNAS) menggelar demonstrasi di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan sebagai bentuk evaluasi terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sejumlah isu yang disoroti meliputi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa (Kopdes), hingga anggaran pendidikan.
Penanggung jawab aksi mahasiswa UNAS, Raihan Syahwal Patria, mengatakan tuntutan tersebut mencakup berbagai persoalan yang dinilai berkaitan dengan arah kebijakan pemerintah.
"Kita sebagai mahasiswa Universitas Nasional, untuk tuntutan ini bisa dikatakan kita cukup banyak tuntutan-tuntutan ataupun poin-poin yang akan sekiranya kita bawa," kata Rai kepada Suara.com di kawasan Medan Merdeka Selatan, Selasa (20/10/2026).
Dari sejumlah tuntutan tersebut, Rai menyebut mahasiswa memfokuskan perhatian pada tiga isu utama, yakni karhutla, MBG, dan anggaran pendidikan. Ketiganya dinilai berkaitan dengan upaya pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
"Untuk saat ini kita secara spesifikasi yang akan kita bawa dalam kerucutan kembali, itu beberapa poin tuntutan seperti karhutla, MBG, dan juga ranah anggaran pendidikan. Yang di mana tiganya ini sebagai penopang utama dari SDM Indonesia sendiri," ujarnya.
Selain menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, Rai secara terbuka menyatakan mahasiswa UNAS menginginkan pergantian pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Harapan kita adalah menggulingkan rezim Prabowo-Gibran secepatnya, dan kalau bisa semuanya kita gulingkan," tegas Rai.
Siapkan Aksi Lanjutan dan Langkah Hukum
Rai mengatakan mahasiswa UNAS telah menjalin komunikasi dan melakukan konsolidasi dengan mahasiswa dari sejumlah kampus lain untuk melanjutkan aksi.
Meski tidak bergabung dengan BEM Seluruh Rakyat Indonesia atau Kerakyatan, pihaknya berencana menggelar demonstrasi secara berkelanjutan.
"Dikarenakan Universitas Nasional sendiri ini kita tidak bergabung ke dalam BEM Seluruh Rakyat Indonesia/Kerakyatan, akan tetapi kita sudah coba berkomunikasi ataupun konsolidasi dengan mahasiswa-mahasiswa kampus-kampus yang lain," tuturnya.
Ia menyebut aksi lanjutan akan digelar secara bertahap melalui demonstrasi berjilid-jilid. Pelaksanaannya direncanakan berlangsung setiap minggu atau pada hari-hari mendatang, menyesuaikan hasil konsolidasi mahasiswa.
"Yang di mana kita akan melakukan jilid per jilid, aksi per aksi dari tiap minggu ataupun hari yang akan datang," kata Rai.
Selain melalui demonstrasi, mahasiswa UNAS juga mempertimbangkan jalur hukum sebagai tindak lanjut dari tuntutan mereka. Menurut Rai, rencana tersebut telah dibahas dalam konsolidasi sebelumnya.
"Maka kita akan menempuh ke dalam ranah jalur hukum untuk langkah ataupun jalur yang akan ditempuh itu, kurang lebih kita akan menempuh ke dalam ranah Mahkamah Konstitusi dan juga Mahkamah Agung yang ada," pungkasnya.
Reporter : Agustin Dwi Anggraini