Aturan Tidak Naik Kelas Berlaku Tahun Depan, Pengamat UGM Ingatkan Risiko Diskriminasi Murid

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08 WIB
Aturan Tidak Naik Kelas Berlaku Tahun Depan, Pengamat UGM Ingatkan Risiko Diskriminasi Murid
Pakar UGM Agustinus Subarsono. (Dok. ist)
baca 10 detik
  • Kemendikdasmen berencana menghapus kenaikan kelas otomatis mulai Tahun Ajaran 2027/2028 guna meningkatkan mutu akademis siswa.
  • Pengamat UGM Agustinus Subarsono mengingatkan pemerintah agar mewaspadai risiko penyeragaman standar yang dapat merugikan siswa disabilitas.
  • Kebijakan baru tersebut juga bertujuan mengurangi beban psikologis guru serta menjadi bahan refleksi metode pembelajaran sekolah.

Suara.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana menghapus sistem kenaikan kelas otomatis dan mulai memberlakukan aturan tidak naik kelas pada Tahun Ajaran 2027/2028. Kebijakan ini diterapkan guna memotivasi siswa belajar serta merespons keluhan para guru terhadap penurunan mutu akademis peserta didik.

Pengamat Kebijakan Pendidikan Universitas Gadjah Mada (UGM), Agustinus Subarsono, mengingatkan pemerintah agar penerapan skema ini berhati-hati terhadap risiko penyeragaman standar belajar yang dapat merugikan keragaman murid.

"Kenaikan kelas yang tidak otomatis dapat mendukung inklusivitas pendidikan, tetapi juga dapat menghambatnya apabila diterapkan tanpa mempertimbangkan keragaman kebutuhan murid," kata Subarsono kepada Suara.com, Kamis (22/10/2026).

Disampaikan Subarsono bahwa penyeragaman standar nilai tanpa akomodasi khusus berisiko besar mendiskriminasi murid penyandang disabilitas atau anak-anak yang membutuhkan dukungan belajar ekstra. Sekolah diminta tidak asal menjatuhkan hukuman mengulang kelas tanpa evaluasi yang bijak.

Lebih jauh ia melihat langkah pemerintah mengembalikan aturan tidak naik kelas ketimbang mempertahankan sistem lama ini lebih tepat.

Menurut Subarsono, sekolah bertindak sebagai penyaring mutu pendidikan. Sistem kenaikan kelas otomatis dinilai hanya mendewakan ijazah serta mencederai rasa keadilan bagi murid yang sudah belajar rajin dan berprestasi.

Ia menegaskan bahwa indikator utama pendidikan bukanlah sekadar status naik kelas. Melainkan proses pendampingan nyata agar murid benar-benar berkembang.

"Siswa yang belum menguasai materi berarti belum belajar, dan ini perlu mendapatkan bimbingan nyata oleh guru, bukan hanya hukuman berupa mengulang satu tahun," tandasnya.

Di sisi lain, akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM ini menilai keberadaan siswa yang mengulang kelas seharusnya tidak dipandang sebagai kegagalan tunggal murid. Namun menjadi bahan refleksi bagi pihak sekolah dan tenaga pendidik.

baca juga

"Dengan adanya murid yang mengulang juga merupakan materi refleksi bagi guru agar tahun depan barangkali ada perubahan metode pembelajaran dan pendampingan khusus," ujarnya.

Meskipun menyetujui penghapusan kenaikan kelas otomatis demi menjaga mutu output pendidikan, Subarsono mengingatkan pentingnya mengubah cara pandang orang tua yang kerap menganggap anak tidak naik kelas sebagai sebuah bencana keluarga.

Ia menambahkan bahwa sistem baru ini pada dasarnya juga bertujuan mengurangi beban psikologis para guru yang selama ini terpaksa menaikkan kelas siswa padahal belum memenuhi standar kompetensi.

"Perubahan ke sistem kenaikan kelas tidak otomatis, bukan saja murid yang harus disiapkan, tetapi juga orang tua karena sering ada orang tua tidak terima ketika anaknya tidak naik kelas," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Brian Yuliarto: Kompetensi Pimpinan Kampus Perlu Diperkuat untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Brian Yuliarto: Kompetensi Pimpinan Kampus Perlu Diperkuat untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:59 WIB

Komnas HAM Pantau Dampak Karhutla di Kalimantan, Soroti Hak Kesehatan hingga Pendidikan

Komnas HAM Pantau Dampak Karhutla di Kalimantan, Soroti Hak Kesehatan hingga Pendidikan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Menikah, Karier, Lanjut Studi: Saat Pilihan Perempuan Selalu Dipertanyakan

Menikah, Karier, Lanjut Studi: Saat Pilihan Perempuan Selalu Dipertanyakan

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Terkini

Kasus Pembacokan Berdarah Polisi dan Warga, Ini Penjelasan Kapolres Ciamis

Kasus Pembacokan Berdarah Polisi dan Warga, Ini Penjelasan Kapolres Ciamis

Jabar | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Review Film Ditto (2022): Panggilan dari Masa Lalu dan Spoiler Masa Depan

Review Film Ditto (2022): Panggilan dari Masa Lalu dan Spoiler Masa Depan

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Meski Gempuran AI Makin Masif, Jurnalisme Tetap Tak Tergantikan

Meski Gempuran AI Makin Masif, Jurnalisme Tetap Tak Tergantikan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:04 WIB

Kulit Cerah dan Terawat, Kenali Potensi Ekstrak Biji Anggur sebagai Antioksidan

Kulit Cerah dan Terawat, Kenali Potensi Ekstrak Biji Anggur sebagai Antioksidan

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:03 WIB

Local Media Summit 2026 Resmi Dibuka, Suwarjono: Pentingnya Kolaborasi Hadapi Gempuran AI

Local Media Summit 2026 Resmi Dibuka, Suwarjono: Pentingnya Kolaborasi Hadapi Gempuran AI

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:03 WIB

Review Film Jailer 2: Kembalinya Pensiunan Sipir yang Sangat Mematikan!

Review Film Jailer 2: Kembalinya Pensiunan Sipir yang Sangat Mematikan!

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Arti Mimpi Kehilangan Dompet, Benarkah Pertanda soal Rezeki?

Arti Mimpi Kehilangan Dompet, Benarkah Pertanda soal Rezeki?

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Ketika Bos OJK 'Jadi Tukang Sapu' Pidato Prabowo Soal Menantang MSCI

Ketika Bos OJK 'Jadi Tukang Sapu' Pidato Prabowo Soal Menantang MSCI

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:57 WIB

Bantah Take Down Konten Kebakaran Hutan, Meutya Hafid Singgung Algoritma

Bantah Take Down Konten Kebakaran Hutan, Meutya Hafid Singgung Algoritma

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Dampingi Korban Dugaan Pelecehan, Wawali Surabaya Diusir Bos Resto di Sidoarjo

Dampingi Korban Dugaan Pelecehan, Wawali Surabaya Diusir Bos Resto di Sidoarjo

Jatim | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:52 WIB

×