- Direktur Media ICCN Robby Firliandoko menyatakan media wajib mengubah cerita lokal menjadi kekayaan intelektual bernilai ekonomi di Jakarta.
- Gagasan tersebut disampaikan dalam acara Local Media Summit 2026 yang berlangsung pada tanggal 22 hingga 23 Oktober 2026.
- Hasil dari strategi ini adalah media dapat membuka peluang pendapatan alternatif serta memperkuat kemitraan bersama komunitas lokal.
Suara.com - Industri media dituntut berinovasi di tengah perubahan lanskap digital dan tekanan bisnis yang semakin besar.
Salah satu peluang yang bisa dikembangkan adalah mengolah cerita lokal menjadi produk industri kreatif yang memiliki nilai ekonomi, bukan sekadar berhenti sebagai pemberitaan.
Direktur Media dan Community Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Robby Firliandoko, menilai media perlu mengubah pendekatan dalam mengelola potensi daerah.
Cerita lokal, kekayaan budaya, hingga pengetahuan masyarakat setempat dapat dikembangkan menjadi kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) yang membuka peluang pendapatan baru.
Pandangan tersebut disampaikan dalam sesi Reinventing Media as Creative Industry pada Local Media Summit 2026 di Manhattan Hotel Jakarta, 22–23 Oktober 2026.
Sesi ini menghadirkan Robby Firliandoko dan Ario Fajar, VP Marketing Toffin Indonesia, untuk membahas peluang pengembangan media sebagai bagian dari industri kreatif.
Cerita Lokal Jangan Berhenti Jadi Berita
Robby mengatakan, pelaku media tidak bisa terus bertahan dengan pola lama yang hanya berfokus pada produksi dan distribusi berita.
Di tengah persaingan industri digital, media perlu melihat potensi lain dari cerita yang selama ini mereka kumpulkan dan publikasikan.
Menurut dia, banyak daerah memiliki kekayaan cerita, budaya, dan pengetahuan lokal yang menarik untuk diangkat.
Namun, potensi tersebut kerap hanya berakhir sebagai artikel tanpa pengembangan lebih lanjut menjadi produk yang memiliki nilai komersial.
Padahal, cerita lokal dapat diolah menjadi berbagai bentuk produk kreatif.
Dengan pengembangan yang tepat, konten mengenai tradisi, identitas daerah, dan kehidupan masyarakat berpeluang menjadi kekayaan intelektual yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Pendekatan ini memungkinkan media memperluas sumber pendapatan di luar model bisnis pemberitaan konvensional.
Media tidak hanya menghasilkan konten untuk dikonsumsi pembaca, tetapi juga membangun produk berbasis cerita dan karakter khas suatu daerah.
Industri Kreatif Buka Peluang Revenue Alternatif
Pengembangan cerita lokal menjadi produk kreatif dapat menjadi salah satu strategi untuk memperkuat bisnis media.
Langkah ini juga membuka peluang bagi perusahaan pers untuk membangun model pendapatan alternatif di tengah perubahan perilaku audiens dan persaingan platform digital.
Robby menekankan pentingnya melihat potensi lokal sebagai aset yang dapat dikembangkan.
Pengetahuan daerah dan cerita masyarakat bukan sekadar bahan pemberitaan, melainkan juga sumber ide untuk menciptakan produk kreatif yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Untuk mewujudkannya, media perlu mengembangkan ide secara konsisten, mulai dari menggali cerita, menentukan potensi pengembangan, hingga membangun produk yang memiliki nilai bagi audiens maupun mitra bisnis.
Dengan demikian, karya jurnalistik dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan potensi daerah yang kemudian dikembangkan melalui pendekatan industri kreatif.
Meski demikian, pengembangan bisnis tersebut membutuhkan strategi yang jelas.
Media perlu memastikan bahwa produk yang dihasilkan tetap memiliki identitas kuat dan memberikan manfaat bagi komunitas serta pemilik cerita lokal.
Komunitas Lokal Bukan Sekadar Narasumber
Selain mengembangkan produk, Robby menyoroti pentingnya kemitraan dengan komunitas lokal.
Menurut dia, masyarakat daerah tidak seharusnya hanya diposisikan sebagai narasumber dalam pemberitaan, tetapi juga perlu dilibatkan sebagai mitra dalam mengembangkan potensi kreatif.
Kemitraan tersebut dapat membantu media memahami konteks budaya, menemukan cerita yang belum banyak terangkat, sekaligus menjaga agar pengembangan produk tetap berakar pada identitas daerah.
Kolaborasi juga membuka peluang untuk membangun ekosistem kreatif yang melibatkan media, komunitas, dan pelaku usaha.
Dengan melibatkan komunitas sejak awal, media memiliki kesempatan untuk mengembangkan cerita secara lebih mendalam sekaligus menciptakan nilai ekonomi yang dapat dirasakan bersama.
Pendekatan ini juga berpotensi memperkuat hubungan media dengan masyarakat yang menjadi sumber utama cerita lokal.
Pembahasan dalam Local Media Summit 2026 menegaskan bahwa masa depan bisnis media tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi berita.
Kemampuan mengolah cerita menjadi produk kreatif, membangun kekayaan intelektual, dan menjalin kemitraan dengan komunitas dapat menjadi jalan bagi media untuk menemukan sumber pendapatan baru sekaligus memperkuat identitas lokal.
Tentang Local Media Summit 2026
Local Media Summit 2026 digelar di Manhattan Hotel Jakarta pada 22–23 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum bagi ratusan media yang tergabung dalam ekosistem media lokal untuk memperkuat kolaborasi dan membuka peluang pengembangan industri di Indonesia.
Penyelenggaraan Local Media Summit 2026 mendapat dukungan dari 20 sponsor yang berasal dari berbagai sektor industri.
Mereka meliputi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Unilever Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Astra International Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Dukungan juga diberikan oleh PT Pertamina Hulu Rokan, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, Gojek dengan campaign _“Bersama Pasti Ada Jalan”_, VinFast Indonesia, Telkom Indonesia, PT Chandra Asri Pacific Tbk, serta Tring! by Pegadaian. Daftar sponsor lainnya mencakup PT Adaro Andalan Indonesia Tbk, PT Permodalan Nasional Madani (Persero), PT United Tractors Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Amartha Mikro Fintek, dan Kara.
Selain sponsor utama, Local Media Summit 2026 turut didukung oleh 14 mitra pendukung dari sektor makanan dan minuman, layanan, serta berbagai bidang lainnya. Mitra tersebut terdiri atas PT Toffin Indonesia, Cimory, Frisian Flag Indonesia, Ji Water, Jus Antara, Nusa Saji by Bang Dava, Glam Shine Cosmetics, Nutrisari, Grateful Brownies, Setoeang Coffee, Burger Bangor, Learning With Us, Royal Kopitiam, dan Kemuning Java.
Melalui penyelenggaraan pada 22–23 Oktober 2026 ini, Local Media Summit menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pihak yang berkepentingan terhadap keberlanjutan dan perkembangan media lokal.
Berbagai bentuk dukungan dari dunia usaha dan mitra pendukung memperlihatkan keterlibatan lintas sektor dalam mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.