- Kepolisian Italia menggelar penggeledahan di 18 kota pada Jumat, 23 Oktober 2026, terkait kerusuhan demonstrasi pertengahan Oktober.
- Operasi tersebut mengidentifikasi sekitar 100 orang, termasuk 51 anak di bawah umur yang diduga terlibat kerusuhan.
- Penyelidikan mengungkap adanya rencana penjarahan toko dan penggunaan senjata yang dikoordinasikan melalui Telegram di Bari.
Suara.com - Kepolisian Italia menggelar penggeledahan di 18 kota menyusul kerusuhan saat demonstrasi pada 17 dan 18 Oktober 2026.
Sekitar 100 orang telah diidentifikasi dalam operasi tersebut, termasuk 51 anak di bawah umur yang diduga terlibat dalam kerusuhan.
Dikutip dari kantor berita Italia ANSA, Jumat (23/10/2026), penggeledahan dilakukan oleh unit investigasi kepolisian Digos atas perintah otoritas peradilan maupun berdasarkan inisiatif penyelidikan.
Operasi ini menyasar orang-orang yang teridentifikasi terkait kerusuhan yang terjadi dalam aksi demonstrasi akhir pekan lalu.
Penggeledahan berlangsung di Arezzo, Bari, Bergamo, Bologna, Bolzano, Como, Firenze, Genova, Lodi, Napoli, Pescara, Padova, Cremona, Verbania, Aosta, Monza, Varese, dan Verona.
![Ilustrasi Telegram. [Unsplash/Christian Wiediger]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/07/01/13124-ilustrasi-telegram.jpg)
Kpolisian juga menyelidiki dugaan rencana penjarahan sejumlah toko di pusat Kota Bari.
Operasi ini melibatkan kepolisian, Direktorat Anti-Mafia Distrik (DDA), serta kejaksaan yang menangani perkara anak di bawah umur.
Menurut dugaan penyidik, sekelompok anak muda dan remaja berencana menyerang serta menjarah sejumlah toko, terinspirasi oleh kerusuhan yang terjadi di Milan pada akhir pekan sebelumnya.
Kepolisian Bari menyebut para terduga pelaku diduga menggunakan media sosial untuk mengoordinasikan rencana tersebut.
Sasaran yang dibicarakan mencakup toko fesyen mewah Italia dan internasional, toko olahraga, serta gerai elektronik di sejumlah jalan perbelanjaan utama kota.
Lokasi yang disebut dalam penyelidikan meliputi Via Sparano, Via Melo, Via Argiro, dan Corso Vittorio Emanuele.
Para penyidik juga menduga sebagian orang yang terlibat berupaya mendapatkan senjata, bahan peledak, dan peralatan untuk membobol bangunan.
Dalam kasus di Bari, tujuh orang dewasa telah ditetapkan sebagai pihak yang diselidiki oleh DDA.
Sejumlah anak di bawah umur juga tengah diselidiki oleh kejaksaan khusus anak, sementara polisi masih berupaya mengidentifikasi kemungkinan pihak lain yang terlibat.
Para penyidik menduga rencana tersebut dikoordinasikan melalui grup Telegram bernama 23 ottobre rivolta Bari.
Berdasarkan dokumen penggeledahan yang dikutip ANSA, grup itu diduga digunakan untuk menyebarkan ajakan mobilisasi massa di pusat kota, termasuk pesan yang menyebut penggunaan senjata dan bom molotov.