- Survei IPO menunjukkan elektabilitas Dedi Mulyadi mencapai 33,7 persen dan mengungguli Prabowo Subianto.
- Wakil Ketua Umum PAN Bima Arya Sugiarto menegaskan partainya tetap berkomitmen mengawal pemerintahan Prabowo hingga akhir masa jabatan.
- Direktur Eksekutif IPO menilai tingginya elektabilitas tersebut memunculkan potensi Dedi Mulyadi berpindah partai atau maju Pilpres 2029.
Kembali ke Golkar hingga Duet dengan Gibran
Selain persoalan pencalonan di internal Gerindra, Dedi Kurnia Syah juga menyoroti kemungkinan Dedi berpindah partai politik jika peluang pencalonan presiden terbuka melalui kendaraan politik lain.
“Dedi Mulyadi selama ini bukan tipe politisi yang memang loyal terhadap parpol, dan itu umum dilakukan oleh semua tokoh partai politik. Ketika punya kesempatan bergeser partai politik dan punya kans untuk diusung, saya kira mereka pasti akan mengikuti itu,” jelas Dedi Kurnia Syah.
Ia menilai Dedi berpeluang kembali ke Partai Golkar, partai yang pernah menjadi kendaraan politiknya. Kemungkinan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga disebut, termasuk skenario berpasangan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2029.
“Ya termasuk Dedi Mulyadi, bukan tidak mungkin tiba-tiba dia bahkan kembali ke Golkar. Juga tidak menutup kemungkinan, atau sebagaimana yang sudah diwacanakan misalnya bergabung dengan PSI lalu tiba-tiba ada kandidasi baru Dedi Mulyadi dengan Gibran, itu juga memungkinkan,” ucapnya.