NTB.Suara.com – Dalam sebuah perjalanan, mantan Bupati Purwakarta tiba-tiba menghentikan mobilnya ketika melihat seorang kakek yang sangat tua memanggul kelapa untuk dijual.
Kang Dedi Mulyadi memanggil kakek tersebut dan membeli semua kelapa yang dipanggulnya. Enam kelapa dijual dengan harga Rp30.000 saja.
Turun dari mobilnya, Kang Dedi iseng bertanya apakah sang kakek sendiri yang memanjat pohon dan mengambil buah kelapanya.
Sang kakek yang bernama Aji menjawab bahwa dia sendiri yang selama ini memanjat pohon kelapa milik tetangganya itu. Uang hasil penjualan kelapa tersebut dibagi dua dengan si pemilik pohon.
Didorong rasa penasaran, Kang Dedi menantang kakek Aji untuk memanjat pohon kelapa untuk memastikan kebenaran perkataan si kakek.
Kang Dedi berjalan mengiringi Kakek Aji yang melangkah pelan, lantaran pandangan kakek yang sudah kabur. Setelah berada di kebun, kakek segera menuju pohon kelapa yang biasa ia panjat
Dengan sigap, kakek yang sudah terlihat rapuh itu mulai memanjat pohon kelapa. Kang Dedi tampak melongo menatap sang kakek dari bawah. Seakan tak percaya sosok sepuh itu masih sanggup memanjat pohon.
Kang Dedi mengaku saat dirinya mash duduk di bangku SMP hingga SMA masih bisa memanjat pohon kelapa. Namun kini dirinya merasa gemetar jika diminta naik ke atas pohon kelapa.
Kakek Aji dalam sehari masih sanggup memanjat lima pohon dalam keadaan berpuasa. Dedi Mulyadi mengingatkan kepada orang yang lebih muda untuk tetap semangat berpuasa meski aktivitasnya padat, meneladani sang kakek.
Baca Juga: Witan Sulaeman Bertemu Egy Maulana Vikri, Reuni Alumni Sepak Bola Eropa
Di akhir pertemuannya, pria berusia 51 tahun ini memberikan sejumlah uang pada kakek Aji untuk digunakan sebagai modal berdagang kelapa.
Ia berpesan agar kakek tidak perlu memanjat kelapa lagi. Dengan modal yang diberikan, ia berharap kakek Aji bisa memborong kelapa, lalu menjualnya kembali seperti biasanya.(M.Iqbal/*)