NTB.Suara.com - Ratusan warga berebut untuk mendapatkan 5.000 buah nanas dalam Festival Nanas yang digelar di area peristirahatan Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (7/5/2023).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri Mohamad Solikin menjelaskan, Festival Nanas tersebut bertujuan untuk memaksimalkan sekaligus menggali potensi buah nanas di daerahnya agar semakin dikenal dan menjadi ikon wisata Gunung Kelud.
"Kami tentu berharap event semacam ini terus terselenggara dan masuk dalam kalender event wisata Kabupaten Kediri," ujarnya.
Sementara itu, Camat Ngancar, Ngaseri mengatakan, pihaknya menyediakan sebanyak 5.000 buah nanas. Semuanya merupakan hasil produksi petani di Ngancar.
Nanas yang tersedia beragam jenisnya, misalnya nanas queen, simplek, dan sejumlah jenis nanas lainnya.
Festival Nanas, lanjutnya, merupakan yang pertama kali digelar di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Festival tersebut sebagai upaya mengenalkan "ikon" Ngancar sebagi penghasil nanas dan dalam rangka menarik kunjungan wisatawan ke Gunung Kelud.
"Selama ini, buah nanas menjadi penghasilan utama warga di Ngancar atau sekitar 70 persen, selain tanaman hortikultura," ucapnya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Anang Widodo menyebutkan buah nanas menjadi salah satu produk unggulan daerahnya.
Luas lahan nanas yang ditanami sekitar 2.578 hektare. Ada empat varietas yang ditanam petani, yakni queen, simplex, pasir kelud dan smooth cayenne.
Baca Juga: Sumbang Gol Kemenangan, 2 Pemain Timnas Indonesia U-22 Puncaki Daftar Top Skor Sea Games 2023
Menurut dia, budi daya nanas tersebar di sejumlah daerah, yakni Puncu, Plosoklaten, Wates dan Ngancar. Produksinya juga melimpah, bahkan sudah ekspor.
"Kami ingin lebih menggali potensi dari empat kecamatan yang menjadi sentra nanas, yaitu Puncu, Plosoklaten, Wates dan Ngancar," pungkasnya. (*)