Lahir di Kawasan Transmigran Calabai, Begini Kisah Lalu Wahidin Pembuat Mesin Pemecah Biji Mete Pertama di Indonesia

Suara NTB

Minggu, 25 Juni 2023 | 07:47 WIB
Lahir di Kawasan Transmigran Calabai, Begini Kisah Lalu Wahidin Pembuat Mesin Pemecah Biji Mete Pertama di Indonesia
Lalu Wahidin menunjukkan sejumlah mesin pemecah biji mete hasil karyanya. (Sumber foto: Miq Idin)

NTB.Suara.com - Lalu Muhammad Wahidin adalah sosok pria yang sudah familiar bagi warga Lingkungan Ansor, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Namanya pria yang akrab disapa Miq Idin itu begitu lekat di masyarakat karena gebrakannya mendukung pembangunan pemerintah Kota Mataram.

Ia merupakan seorang pengusaha sukses komoditas pertanian perkebunan di NTB. Salah satu komoditas yang mengubah kehidupannya adalah biji mete.

Miq Idin dikenal sebagai kepala lingkungan yang berkarakter. Dia rendah hati, terbuka menerima masukan, kritikan dan suka bergaul dengan siapapun, tanpa mengenal suku, agama, ras, kelompok, maupun jabatan. 

Baginya, semua sama. Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah dalam bersosial, bermasyarakat. Semuanya adalah suatu kekuatan untuk mengabdi dan membangun.

Sejak terpilih menjadi Kepala Lingkungan Ansor, pria kelahiran Calabai, Kabupaten Dompu, NTB, pada 1 Desember 1977 itu jarang di rumahnya yang beralamat di Jalan Zam-Zam Raya Komplek Perumahan Royal Kota Mataram.

Di Lingkungan Ansor, ia memegang dua komplek perumahan besar, yaitu, komplek Perumahan Elit Kota Mataram, dan komplek Perumahan Royal Mataram.

Pagi, siang, hingga larut malam, dirinya berada di tengah-tengah masyarakat. Hal itu dilakukan untuk memastikan ada pemasalahan apa, kemudian mencari solusi dan ide apa yang bisa dijadikan rujukan untuk membangun lingkungannya.

Meskipun lahir di daerah transmigran, keluarga besar Miq Idin berasal dari Rarang, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. 

baca juga

Di tanah kelahirannya, suami Baiq Liliana itu banyak belajar tentang segala hal. Boleh dibilang, Miq Idin adalah tokoh. Ia berkiprah dalam banyak hal di masyarakat. Pria itu juga dikenal sebagai pengusaha dan eksportir komoditas, terutamanya jagung dan biji mete.

Lalu Muhammad Wahidin merintis karir usahanya dari menjadi buruh pasir, buruh kayu, menjadi jagal hewan ternak. Bekerja sebagai pekerja di salah satu perusahaan kayu terbesar di NTB. Kemudian menjadi mekanik di perusahaan tambang PT Newmont Nusa Tenggara.

Pada 2002, bapak tiga anak itu merintis menjadi pengepul biji mete di Dompu, sambil mengepul besi-besi tua. Tidak hanya mete, gabah, bawang merah, termasuk usaha sapi, semua ia usahakan. Komoditas itulah yang dikirim ke Pulau Jawa. 

Nasib memang berpihak padanya. Usaha komoditas yang digelutinya melesat. Ia juga menaungi 10.000 petani atau pekebun yang menjual hasil pertanian ke Lalu Wahidin. Komoditas yang dibelinya dikirim ke Surabaya, lalu diekspor ke Vietnam, India.

Dalam seminggu, ia bisa mengirim hingga 2.000 ton. Lalu Wahidin boleh dibilang seorang bisnisman. Jaringan bisnisnya dari nasional hingga luar negeri, meskipun dia hanya lulusan SMK jurusan otomotif.

Meski begitu, tidak selalu perjalanan bisnisnya mulus. Adakalanya, bisnisnya juga mendapat ujian berat. Salah satunya adalah tragedi tenggelamnya kapal pengangkut jagung miliknya sebanyak 400 ton yang hendak dikirim ke Pulau Jawa.

"Nilai kerugian mencapai Rp1,3 miliar saat itu. Tentu sangat sedih dengan peristiwa tersebut," tutur Miq Idin bercerita.

Meski begitu, bukan jiwa pengusaha namanya, jika nyali bisnisnya keok. Usaha komoditas terus dilanjutkan hingga sekarang.

Lalu Muhammad Wahidin membuka lapangan pekerjaan bagi sekian banyak orang. Termasuk di sebagian wilayah Kota Mataram dari usaha komoditasnya hingga saat ini. Terakhir, ia sudah berhasil menciptakan mesin pemecah biji mete satu-satunya di Indonesia, bahkan mungkin di dunia. 

Mesin pemecah mete dengan teknologi sederhana itu adalah ide yang muncul ditengah era modern, praktik-praktik sederhana di masyarakat masih dilakukan dengan cara-cara konvensional. 

"Kita ada di kehidupan modern, tapi kita masih menggunakan cara-cara lama sekedar untuk mengupas biji mete. Dari sana saya berpikir terus, lebih dari delapan bulan bereksperimen untuk bisa membuat mesin pemecah biji mete," ucapnya.

Mesin pemecah biji mete yang dirancangnya sedang diperbanyak agar biji mete yang akan dikirim bisa dikupas dalam waktu cepat dengan tingkat persentase kerusakan sangat kecil. Bahakan, mesin pemecah biji metenya ini tengah dilirik pengusaha dari negara-negara pengolah biji mete.

Selain dikenal sebagai kepala lingkungan yang pandai memecahkan masalah, Lalu Wahidin juga banyak mendapat kepercayaan dari warga sebelum menjadi kepala lingkungan.

Dia juga memegang amanah sebagai Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baiturrahim Perumahan Royal Mataram, komite sekolah, dan sederet organisasi kemasyarakatan lainnya. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bank Indonesia Berikan Pelatihan Pendamping PPH dan Penanganan Hewan Kurban Se-Kota Mataram

Bank Indonesia Berikan Pelatihan Pendamping PPH dan Penanganan Hewan Kurban Se-Kota Mataram

Ntb | Jum'at, 23 Juni 2023 | 06:50 WIB

Sunday Morning Bersama Honda Hadir di Car Free Day Udayana Mataram

Sunday Morning Bersama Honda Hadir di Car Free Day Udayana Mataram

Ntb | Selasa, 23 Mei 2023 | 07:54 WIB

45 Warga NTB Tertipu Pengobatan Ida Dayak, Aparat Blokir Nomor Rekening Pendaftaran

45 Warga NTB Tertipu Pengobatan Ida Dayak, Aparat Blokir Nomor Rekening Pendaftaran

Ntb | Rabu, 03 Mei 2023 | 06:20 WIB

Terkini

Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal

Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:02 WIB

Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes

Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:46 WIB

73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla

73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla

Kaltim | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Jabar | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9

Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9

Jabar | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:30 WIB

Review Unerd Beat Tempo, Sepatu Lari Rp500 Ribuan Cocok Buat Interval dan Tempo Run

Review Unerd Beat Tempo, Sepatu Lari Rp500 Ribuan Cocok Buat Interval dan Tempo Run

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:30 WIB

Gempa Flores, Ratusan Paket Bantuan Darurat Disalurkan ke Lima Titik Pengungsian

Gempa Flores, Ratusan Paket Bantuan Darurat Disalurkan ke Lima Titik Pengungsian

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Pantai Viral di Tengah Kota Palembang, One Ilir Beach Ramai Didatangi Warga saat Kemarau

Pantai Viral di Tengah Kota Palembang, One Ilir Beach Ramai Didatangi Warga saat Kemarau

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:24 WIB

Cara Top up Pulsa di BRImo Agar Dapat Cashback Spesial 17 Agustus

Cara Top up Pulsa di BRImo Agar Dapat Cashback Spesial 17 Agustus

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Diskon Khusus 17 Agustus di Kopi Kenangan, Nasabah BRI Merapat!

Diskon Khusus 17 Agustus di Kopi Kenangan, Nasabah BRI Merapat!

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:03 WIB

×