NTB.Suara.com - PSIS Semarang melepas pemain kesayangan Shin Tae-yong ke Persipura Jayapura yang berlaga di Liga 2. Sampai pekan ke-11, pemain keturunan Jerman ini belum mendapat menit bermain dari pelatih Gilbert Agius.
Pemain yang dilepas PSIS Semarang adalah Brandon Scheunemann. Dia dilepas ke Persipura Jayapura dengan status peminjaman. Pemain berusia 18 tahun itu dipinjam selama 9 bulan, yakni sampai 30 Juni 2024 mendatang.
CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mengatakan, Brandon dipinjamkan ke Persipura agar menambah jam terbang. Harapannya, ketika kembali ke PSIS Semarang dalam usia 19 tahun kelak lebih matang jika di Persipura mendapat menit bermain yang cukup.
“Hari ini kami umumkan bahwa Brandon akan kami pinjamkan ke Persipura. Harapan dari PSIS tentu supaya Brandon di sana mendapat menit bermain dan jam terbang yang lebih supaya kembali ke sini lebih matang," tandas Yoyok Sukawi, Selasa (12/9/2023) dilansir dari laman klub.
Yoyok mengatakan, peminjaman Brandon ke Persipura dengan skema loan fee. Artinya Persipura membayar sejumlah uang ke PSIS atas pemain yang dipinjam. Namun tidak disebutkan berapa harga peminjaman Brandon.
Brandon mengawali karier sepak bola dari SSB di Malang. Dia kemudian direkrut di PSIS Youth pada 2021, lalu ke Persis Youth pada 2022. Pada 15 Januari 2023, dia resmi masuk dalam skuad PSIS Semarang.
Dia menjalani debut dengan PSIS Semarang pada 21 Januari 2023 dalam Liga 1 musim 2022/2023 saat PSIS Semarang melawan Arema FC. Dia dimainkan pelatih sementara PSIS Semarang, Muhammad Ridwan.
Brandon kala itu berposisi sebagai bek tengah berhasil mengamankan pertahanannya hingga pertandingan berakhir dengan skor 1-0 untuk PSIS Semarang. Walau demikian, pemain setinggi 1,86 meter itu bisa beroperasi sebagai gelandang bertahan.
Namun, di era Gilbert Agius, Brandon belum mendapat kesempatan bermain. Dia masih kalah saing dengan bek-bek yang sudah senior. Di antaranya Alfeandra Dewangga, Wahyu Prasetyo, Lucao, dan Sabillah di bek tengah. Begitu juga di posisi gelandang bertahan, ada Boubakary Diarra atau Luthfi Kamal.
Dalam 11 pekan, dia belum sekalipun dimainkan. Enam laga tidak di dalam skuad, dan lima laga hanya menjadi penghangat bangku cadangan.
Kondisi ini berbeda dengan beberapa pemain muda yang sudah mendapat tempat di tim Liga 1. Contohnya Persis Solo yang sudah memainkan Arkhan Kaka (15), atau Bali United yang mempercayakan Kadek Arel (18), Dony Tri Pamungkas di Persija Jakarta, atau Hokky Caraka yang sudah dimainkan PSS Sleman.
Saat Shin Tae-yong menyiapkan tim untuk Piala Dunia U20, Brandon masuk dalam skuad. Dia ikut dalam pertandingan uji coba saat melawan Fiji U20 pada 17 Februari 2023yang berakhir dengan skor 4-0 untuk kemenangan Indonesia U20. Namun takluk dari Selandia Baru U20 dengan skor 1-2 pada 19 Feruari 2023.
Brandon Scheunemann merupakan anak dari, Timo Scheunemann, mantan pelatih kepala Malang FC U16 dan U21 pada 2000-2010, kemudian jadi pelatih kepala Persema Malang pada 2010-2011.
Timo juga pernah menjadi pelatih Timnas Indonesua junior pada 2011-2012. Kemudian menjadi pelatih kepala Persiba Balikpapan pada 2017.
Terakhir, Timo menjadi direktur teknis Nusantara United FC yang kini berlaga di Liga 2. Klub ini dulu bernama Mataram FC yang bermarkas di Boyolali, Jawa Tengah. Mengambil nama Nusantara United FC lantaran kelak ingin menjadi klub dari Ibu Kota Nusantara, di Kalimantan jika kota itu sudah terbangun.