NTB.suara.com - Generasi milenial mungkin tak banyak yang tahu tentang sejarah Vespa dan akhirnya masuk Indonesia. Vespa sendiri awal mulanya terinspirasi dari sebuah pesawat.
Sejarah Vespa dimulai lebih dari seabad silam, tepatnya pada tahun 1884, ketika seorang bernama Rinaldo Piaggio mendirikan perusahaan angkutan bernama Piaggio di Genoa, Italia. Awalnya, bisnis Rinaldo fokus pada peralatan kapal, namun, di akhir abad tersebut, Piaggio memperluas jangkauannya dengan memproduksi rel kereta, gerbong kereta, bodi truk, mesin, bahkan kereta api.
Saat Perang Dunia I, perusahaan ini bahkan terlibat dalam produksi pesawat terbang dan kapal laut. Pada tahun 1917, Piaggio memperoleh pabrik baru di Pisa, dan hanya empat tahun kemudian, mereka mengambil alih pabrik kecil di Pontedera, Tuscany, Italia, yang kemudian menjadi pusat produksi pesawat terbang beserta komponen-komponennya.
Namun, nasib sial menimpa Piaggio pada akhir Perang Dunia II, ketika pabrik mereka menjadi korban bom pesawat sekutu pada tanggal 31 Agustus 1943. Setelah perang usai, putra Rinaldo Piaggio, Enrico Piaggio, mengambil alih kendali perusahaan dari ayahnya. Menghadapi perekonomian yang merosot setelah perang, Enrico Piaggio memiliki visi untuk menciptakan alat transportasi yang terjangkau dan efisien.
Itulah saat di mana keberuntungan Vespa dimulai. Enrico Piaggio berkolaborasi dengan Corradino D’Ascanio, seorang insinyur penerbangan berpengalaman yang juga pernah mengonsep dan menerbangkan helikopter modern pertama dari Piaggio. D’Ascanio mengembangkan konsep kendaraan roda dua dengan bodi monocoque atau unibody, garpu depan yang mirip ban pesawat yang sedang mendarat, dan mesin 2-tak efisien yang populer saat itu karena efisiensi bahan bakar.
Tahun 1945, hasil kerja keras mereka terwujud dalam bentuk Piaggio MP5 (Moto Piaggio 5), yang juga dikenal sebagai Paperino (Donal Bebek) karena rangka monokoknya yang membulat di bagian belakang, mirip karakter kartun Donal Bebek.
MP5 juga menampilkan fitur-fitur canggih, seperti tuas persneling yang dioperasikan melalui handle sebelah kiri, menghubungkan transmisi langsung ke roda belakang, meninggalkan konsep final drive rantai dari desain sebelumnya. Namun, Enrico Piaggio sendiri awalnya kurang puas dengan desain ini, yang menurutnya terlalu aneh, terutama dalam hal desain.
Dengan tekad untuk terus berinovasi, D’Ascanio mengubah desainnya dan menghasilkan Piaggio MP6 (Moto Piaggio 6). Ketika Enrico Piaggio melihat desain MP6 untuk pertama kalinya, dia spontan mengucapkan kata-kata "Sembra Una Vespa" yang berarti "seperti tawon." Dan itulah saat nama Vespa lahir. Setahun setelahnya, produksi massal dimulai, dan Vespa memulai debutnya di Rome’s Elegant Golf Club. Kendaraan ini sekarang lebih dikenal sebagai Vespa 98.
Vespa kemudian memasuki pasar Indonesia pada awal tahun 1960-an dengan PT Danmotors sebagai importir eksklusifnya. Sejak saat itu, Vespa telah tumbuh menjadi salah satu skuter yang paling populer di Indonesia, bahkan awalnya dianggap sebagai kendaraan mewah. Keanggunan Vespa dan sejarahnya yang kaya membuatnya tetap menjadi ikon dalam dunia otomotif hingga hari ini. Jadi, jika Anda mencari skuter dengan gaya dan sejarah yang luar biasa, Vespa adalah pilihan yang tak bisa ditinggalkan. (*)
Baca Juga: Mr P Bengkok Bisa Bikin Seks Lebih Nikmat Atau Justru Bahaya? Ternyata Begini Faktanya