Hari Ini, 26 Tahun Lalu, Driver F1 Roland Ratzenberger Dimakamkan

RR Ukirsari Manggalani

Kamis, 07 Mei 2020 | 23:20 WIB
Hari Ini, 26 Tahun Lalu, Driver F1 Roland Ratzenberger Dimakamkan
Plakat mengenang Roland Ratzenberger yang dipasang di Autodromo Enzo e Dino Ferrari, Imola, Bologna, Italia [Shutterstock].

Suara.com - Bahwa Ayrton Senna, salah satu driver Formula One (F1) terbesar sepanjang sejarah wafat seorang diri di Curva Tamburello, Autodromo Enzo e Dino Ferrari, Imola Italia, dalam F1 Grand Prix (GP) San Marino 1994 (1/5/1994) memang benar adanya. Namun sejatinya ada nama lain, yang kadang terlewatkan, yaitu Roland Ratzenberger.

Lahir di Salzburg, Austria, 4 Juli 1960, Roland Ratzenberger wafat sehari sebelum kepergian Ayrton Senna, yaitu pada 30 April 1994.  Ayrton Senna dimakamkan di Brasil pada 5 Mei 1994, dan Roland Ratzenberger di Austria pada 7 Mei 1994.

Roland Ratzenberger, driver Formula One (F1) yang wafat sehari sebelum Ayrton Senna [Instagram: @ayrtonsennatribute].
Roland Ratzenberger, driver Formula One (F1) yang wafat sehari sebelum Ayrton Senna [Instagram: @ayrtonsennatribute].

Kejadian fatal yang merenggut nyawa Roland Ratzenberger terjadi pada qualifying day F1 GP San Marino 1994. Saat itu,  jet daratnya mengalami off-track yang membuat wing depan rusak, namun ia putuskan untuk terus melaju. Pasalnya tengah bertarung memperebutkan posisi grid.

Akhirnya, di Villeneuve Corner gagal berbelok dan menghajar wall, dalam kecepatan 300 km per jam. Roland Ratzenberger pun mengalami cedera kepala dan dinyatakan wafat saat tiba di rumah sakit Maggiore Hospital, Bologna, Italia.

Pagi hari sebelum race day F1 GP San Marino 1994, asosiasi driver termasuk Ayrton Senna sebagai salah satu pembalap paling senior saat itu, berdiskusi tentang pentingnya meningkatkan unsur safety. Agar kejadian nahas seperti yang dialami Roland Ratzenberger tak terulang kembali.

Malang, Ayrton Senna mengalami tragedi menghantam wall pula, di lokasi berbeda. Dan sebuah bukti betapa peristiwa fatal Roland Ratzenberger ia sayangkan, adalah bendera Austria dilipat rapi dalam kantong di racing suits yang dikenakannya. Rencananya bakal dikibarkan saat finish, sebagai penghormatan kepada Roland Ratzenberger.

Bila ada komentar menyebutkan bahwa Roland Ratzenberger menjadi sosok terlupakan dari  F1 GP San Marino 1994, David Brabham, mantan driver F1 rekan satu timnya menyatakan tidak.

David Brabhamusai menghadiri pemakaman sang ayah, Jack Brabham di Southport Church of Christ di Southport, Queensland (11/6/2014). Jack Brabham, adalah juara dunia F1 tiga kali, satu-satunya driver yang memenangkan balapan menggunakan tunggangan buatan sendiri [AFP/Patrick Hamilton].
David Brabham usai menghadiri pemakaman sang ayah, Jack Brabham di Southport Church of Christ di Southport, Queensland (11/6/2014). Jack Brabham, adalah juara dunia F1 tiga kali, satu-satunya driver yang memenangkan balapan menggunakan tunggangan buatan sendiri [AFP/Patrick Hamilton].

Sebagaimana dikutip dari BBC Sport, putra pembalap senior Sir Jack Brabham--juara dunia F1 tiga kali--itu menyebutkan, "Faktanya ia meninggal di gelaran yang sama dengan Senna. Artinya, Roland akan selalu dikenang."

David Brabham menyebutkan, setelah bertahun-tahun peristiwa minggu maut di F1 GP San Marino 1994, ia berkunjung lagi. Tentunya peristiwa pahit akan Roland Ratzenberger bangkit kembali, namun ada sisi positif pula.

baca juga

"Tidak ada hal buruk dalam dirinya. Ia tampan, memiliki sisi yang menyenangkan, dan semua orang menyukainya," tambahnya.

"Bahkan Roland mungkin meninggal dalam bahagia, karena tengah balapan F1, sesuatu yang sangat ia dambakan selama ini. Ia tersenyum di hari kejadian, dan itulah kenangan terakhir saya tentang dia," kisah David Brabham.

Dituturkannya bahwa Roland Ratzenberger bergabung dengannya di tim kecil yang bermarkas di Oxfordshire, Inggris pada awal musim balap 1994. Baginya, itulah impian terbesar seumur hidup bagi lelaki berkebangsaan Austria ini. Yaitu berlaga di pentas balap jet darat.

"Roland tidak dibantu secara finansial oleh orangtuanya, bahkan ayahnya tidak setuju dia ikut balap. Sehingga ia pergi sendirian saja," lanjut David Brabham.

Sebelum sukses menapaki F1, Roland Ratzenberger berlaga di cabang balap touring, Formula 3000, sampai balap ketahanan Le Mans 24 Jam.

"Saya senang tim kami mengontraknya. Bagi saya dia adalah pembalap yang ideal. Dia cepat saat berlaga di trek dan mengerti soal jet darat. Ia adalah aset bagi tim Simtek," tukas David Brabham, di mana ayahnya saat itu ikut memiliki saham dalam tim balap mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

26 Tahun Berpulangnya Ayrton Senna: Ia Tetap Melegenda

26 Tahun Berpulangnya Ayrton Senna: Ia Tetap Melegenda

Otomotif | Jum'at, 01 Mei 2020 | 06:00 WIB

Gerhard Berger: Detik Terakhir Kontak Ayrton Senna, dan Imbas Covid-19

Gerhard Berger: Detik Terakhir Kontak Ayrton Senna, dan Imbas Covid-19

Otomotif | Kamis, 30 April 2020 | 06:00 WIB

Belajar dari Tabrakan Maut Anthoine Hubert: Motorsport is Dangerous

Belajar dari Tabrakan Maut Anthoine Hubert: Motorsport is Dangerous

Otomotif | Senin, 02 September 2019 | 11:25 WIB

Terkini

Berapa Ranking FIFA Timnas Indonesia Sekarang? Kalahkan Era Shin Tae-yong

Berapa Ranking FIFA Timnas Indonesia Sekarang? Kalahkan Era Shin Tae-yong

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:41 WIB

Rocky Gerung Jadi Anggota Wantimpres, Apa Saja Tugas dan Berapa Gajinya?

Rocky Gerung Jadi Anggota Wantimpres, Apa Saja Tugas dan Berapa Gajinya?

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Biaya Berobat Makin Mahal, 12,8 Juta Orang RI Terancam Jatuh Miskin

Biaya Berobat Makin Mahal, 12,8 Juta Orang RI Terancam Jatuh Miskin

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:34 WIB

Tak Perlu Jadi Manusia Super, Tanyakan 3 Hal Ini ke Dirimu Sendiri untuk Menjaga Kewarasan

Tak Perlu Jadi Manusia Super, Tanyakan 3 Hal Ini ke Dirimu Sendiri untuk Menjaga Kewarasan

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:20 WIB

Shopee Farma Distribusikan Obat ke 3 Wilayah NTT

Shopee Farma Distribusikan Obat ke 3 Wilayah NTT

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:17 WIB

Seni Menghadapi Drama Teman Kantor yang Suka Ambil Hati Hal-Hal Sepele

Seni Menghadapi Drama Teman Kantor yang Suka Ambil Hati Hal-Hal Sepele

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:35 WIB

4 Shio Paling Beruntung 3 Oktober 2026, Masa Sulit Berakhir dan Hoki Berdatangan

4 Shio Paling Beruntung 3 Oktober 2026, Masa Sulit Berakhir dan Hoki Berdatangan

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×