3 Alasan Honda Mengendurkan Target EV

Cesar Uji Tawakal

Minggu, 17 Mei 2026 | 16:49 WIB
3 Alasan Honda Mengendurkan Target EV
Ilustrasi Honda N-One. (GeminiAI)
baca 10 detik
  • Honda mencatat kerugian operasi tahunan perdana sejak 1957 sebesar Rp45,3 triliun akibat beban restrukturisasi bisnis mobil listrik.
  • Perusahaan secara resmi membatalkan investasi pembangunan pabrik mobil listrik dan baterai di Kanada senilai Rp192 triliun.
  • Honda memutuskan mengalihkan fokus bisnis ke segmen sepeda motor yang mencatatkan rekor penjualan dan keuntungan tinggi tahun ini.

Suara.com - Honda resmi mencatat kerugian tahunan pertama sejak 1957. Beban restrukturisasi bisnis mobil listrik membuat perusahaan asal Jepang ini harus menelan rugi operasi hingga Rp45,3 triliun.

Target ambisius soal elektrifikasi pun diturunkan, bahkan proyek besar di Kanada senilai Rp192 triliun dihentikan.

Berikut tiga alasan utama di balik keputusan ini.

1. Kerugian Finansial Terlalu Besar

Dalam laporan keuangan tahun fiskal yang berakhir Maret 2026, Honda mencatat rugi operasi sebesar JPY 414,3 miliar atau sekitar Rp45,3 triliun.

Padahal tahun sebelumnya, Honda masih membukukan laba JPY 1,2 triliun (Rp130,9 triliun).

Kerugian terbesar datang dari bisnis mobil listrik. Total kerugian terkait EV mencapai JPY 1,45 triliun, setara Rp158,9 triliun.

Honda juga memperkirakan tambahan biaya restrukturisasi EV sebesar JPY 500 miliar (Rp87,3 triliun) pada tahun fiskal berikutnya.

Angka ini jelas membuat perusahaan harus menekan ambisi agar tidak semakin terpuruk.

Purwarupa mobil listrik Honda diperkenalkan di Las Vegas, Amerika Serikat pada 10 Januari 2024. [Dok Honda]
Purwarupa mobil listrik Honda diperkenalkan di Las Vegas, Amerika Serikat pada 10 Januari 2024. [Dok Honda]

2. Proyek Kanada Dihentikan

CEO Honda, Toshihiro Mibe, menyatakan perusahaan tidak lagi mengejar target EV ambisius. Rencana agar mobil listrik menyumbang 20 persen penjualan baru pada 2030 resmi ditinggalkan.

baca juga

Begitu pula target penjualan 100 persen mobil listrik atau fuel cell pada 2040, kini dianggap tidak realistis.

Honda bahkan menghentikan proyek besar di Kanada senilai USD 11 miliar (Rp192 triliun) yang semula ditujukan untuk produksi mobil listrik dan baterai.

Langkah ini menandakan perusahaan memilih strategi lebih hati-hati, ketimbang memaksakan diri di tengah persaingan ketat dengan produsen lain.

3. Fokus ke Bisnis Motor

Meski tertekan di sektor mobil listrik, Honda masih optimistis bisa mencatat laba JPY 500 miliar (Rp87,3 triliun) tahun ini.

Sumber keuntungan utama datang dari bisnis sepeda motor yang mencatat penjualan tertinggi sepanjang sejarah.

Efisiensi biaya juga diharapkan membantu menutup kerugian dari divisi mobil listrik.

Dampak bagi Konsumen

Bagi konsumen, sikap “mode pasrah” Honda bisa berarti pilihan mobil listrik Honda akan lebih terbatas dalam beberapa tahun ke depan.

Pasar Indonesia yang tengah gencar mendorong elektrifikasi mungkin tidak akan segera mendapat lini EV lengkap dari Honda.

Namun, dengan reputasi kuat di segmen motor dan mobil bensin, Honda masih punya basis konsumen loyal.

Pertanyaannya, apakah strategi konservatif ini akan membuat Honda tertinggal dari kompetitor yang lebih agresif seperti BYD atau Tesla.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Mobil CVT yang Transmisinya Bandel Belt Jarang Putus Menurut Mekanik, Harga Mulai 80 Jutaan

Ini Mobil CVT yang Transmisinya Bandel Belt Jarang Putus Menurut Mekanik, Harga Mulai 80 Jutaan

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:25 WIB

Beda Posisi Riding Anti Pegal dan Selisih Rp2 Jutaan, Mending Pinang Vario 125 Street atau Standar?

Beda Posisi Riding Anti Pegal dan Selisih Rp2 Jutaan, Mending Pinang Vario 125 Street atau Standar?

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:10 WIB

Harga Terjun Bebas, 3 Alasan Fortuner Tipe Ini Ternyata Lebih Nyaman dari Tipe GR, Masih Worth It?

Harga Terjun Bebas, 3 Alasan Fortuner Tipe Ini Ternyata Lebih Nyaman dari Tipe GR, Masih Worth It?

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:31 WIB

Seberapa Kompetitif Suzuki Burgman 15 untuk Ladeni PCX dan Nmax? Begini Komparasinya

Seberapa Kompetitif Suzuki Burgman 15 untuk Ladeni PCX dan Nmax? Begini Komparasinya

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:48 WIB

Rincian Harga Motor Matik Premium Honda Mei 2026: Vario Termurah hingga ADV Kasta Tertinggi

Rincian Harga Motor Matik Premium Honda Mei 2026: Vario Termurah hingga ADV Kasta Tertinggi

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:11 WIB

Terkini

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:50 WIB

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:24 WIB

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

Jakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

×