-
Periksa kondisi drive belt berkala untuk deteksi keausan sejak dini dan mencegah risiko putus.
-
Bersihkan ruang CVT dari kotoran agar performa drive belt, roller, dan pulley tetap maksimal.
-
Ganti drive belt setiap 24.000 km atau 2 tahun demi menjaga keawetan transmisi matik.
Kesalahan terbesar adalah menunggu drive belt rusak atau putus saat motor sedang dipacu.
Untuk menjaga kinerjanya, pabrikan sangat menyarankan agar drive belt diganti setiap masa pakai 2 tahun atau jarak tempuh menyentuh 24.000 km, dengan tetap menyesuaikan intensitas penggunaan harian.
Melakukan pemeriksaan, menjaga kebersihan, dan mengganti belt tepat waktu adalah investasi sederhana untuk membuat transmisi lebih awet.
Namun, memastikan komponen dirawat dengan baik saja belum cukup bagi pengguna motor matik Honda.
Keaslian suku cadang yang digunakan wajib menjadi prioritas. Konsumen kini dapat langsung mengecek keaslian produk Honda dengan memindai kode QR yang tertera pada kemasan melalui fitur di aplikasi Motorku X.
“Dengan perawatan yang tepat dan penggunaan produk Honda yang asli, pengguna dapat menjaga kondisi serta performa motor agar selalu optimal dalam menemani berbagai mobilitas sehari-hari. Untuk melakukan pengecekan rutin, silahkan konsumen bisa langsung mengunjungi AHASS terdekat” tutup Danang.