Leapmotor Sebut Penghapusan Ganjil Genap Bisa Pengaruhi Minat Beli Mobil Listrik

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:45 WIB
Leapmotor Sebut Penghapusan Ganjil Genap Bisa Pengaruhi Minat Beli Mobil Listrik
Mobil listrik Leapmotor B10 yang segera dipasarkan di Indonesia. (Foto: SUARA.COM/Michele Alessandra)
baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengevaluasi aturan bebas ganjil genap bagi mobil listrik karena populasinya meningkat.
  • Samuel Christian Wowor menyatakan penghapusan pengecualian tersebut berpotensi menurunkan minat konsumen membeli kendaraan listrik.
  • Leapmotor Indonesia menyatakan akan tetap mengikuti seluruh ketentuan resmi yang akan ditetapkan pemerintah.

Suara.com - Wacana evaluasi aturan ganjil genap di Jakarta berpotensi memengaruhi minat masyarakat untuk beralih ke mobil listrik. Pasalnya, kebijakan bebas ganjil genap menjadi salah satu keuntungan yang biasa dipertimbangkan konsumen sebelum membeli kendaraan listrik.

Brand Head Leapmotor Indonesia, Samuel Christian Wowor, menilai penghapusan pengecualian tersebut dapat memengaruhi keputusan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik. Menurutnya, apabila mobil listrik tidak lagi mendapatkan pengecualian ganjil genap, salah satu daya tarik utama konsumen bisa berkurang.

"Kalau peraturan gage khusus EV benar-benar hilang, ya otomatis jadi salah satu trigger buat konsumen beralih ke mobil listrik," ujarnya di kawasan Bogor, Rabu (21 Oktober 2026).

Samuel juga menilai pemerintah perlu mempertimbangkan konsumen yang telah membeli mobil listrik dengan menjadikan kebijakan bebas ganjil genap sebagai salah satu pertimbangannya.

Perubahan aturan tidak hanya berkaitan dengan calon konsumen yang sedang mempertimbangkan pembelian, tetapi juga masyarakat yang sudah lebih dahulu membeli kendaraan listrik berdasarkan ketentuan berjalan.

Lebih lanjut, ia menegaskan Leapmotor akan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah. Namun, ia mengakui perubahan kebijakan ganjil genap untuk mobil listrik berpotensi membawa dampak pada perusahaan.

"Kalau dari kita, kita tentu akan mengikuti aja aturan pemerintah yang berjalan. Tapi kalau misalnya ditanya ngaruh apa enggak, ya tentu berpengaruh sih," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan mulai mengevaluasi kebijakan ganjil genap di tengah meningkatnya populasi mobil listrik di Ibu Kota. Kajian tersebut dilakukan untuk meninjau kembali efektivitas pembatasan kendaraan yang telah diterapkan selama bertahun-tahun.

Di satu sisi, kebijakan bebas ganjil genap menjadi insentif menguntungkan bagi pengguna. Namun seiring bertambahnya jumlah populasi kendaraan listrik di Jakarta, pemerintah memandang perlu mengevaluasi apakah pengecualian tersebut masih sejalan dengan tujuan utama pembatasan lalu lintas. Meski demikian, evaluasi ini masih memerlukan kajian mendalam sebelum keputusan akhir diambil.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Curhatan Pilu Konsumen usai Beli Geely EX2: Keluar Duit Ratusan Juta Malah Nyesek

Curhatan Pilu Konsumen usai Beli Geely EX2: Keluar Duit Ratusan Juta Malah Nyesek

Otomotif | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:49 WIB

Risiko Kebakaran Baterai Volkswagen Tarik Ribuan Mobil Listrik

Risiko Kebakaran Baterai Volkswagen Tarik Ribuan Mobil Listrik

Otomotif | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Mobil Listrik BYD Racco Ekspansi ke Luar Jepang, Harga Tembus Rp 625 Juta

Mobil Listrik BYD Racco Ekspansi ke Luar Jepang, Harga Tembus Rp 625 Juta

Otomotif | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Terkini

Suahasil Bantah Gaji PNS Dicairkan Lewat Kopdes, Tetap dari Kas Negara

Suahasil Bantah Gaji PNS Dicairkan Lewat Kopdes, Tetap dari Kas Negara

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:37 WIB

Perempuan Pelaku Usaha Perlu Lebih dari Sekadar Modal untuk Berkembang

Perempuan Pelaku Usaha Perlu Lebih dari Sekadar Modal untuk Berkembang

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:33 WIB

BI Mau Cabut Izin PJP jika Gunakan QRIS untuk Transaksi Judol

BI Mau Cabut Izin PJP jika Gunakan QRIS untuk Transaksi Judol

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Drakor Bisbol GIFT Tayang 5 Desember, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Drakor Bisbol GIFT Tayang 5 Desember, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Bahas Nyali Bung Karno dan Megawati, Sekjen PDIP: Pemimpin Harus Berani Lawan Ketidakadilan

Bahas Nyali Bung Karno dan Megawati, Sekjen PDIP: Pemimpin Harus Berani Lawan Ketidakadilan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Meski Capai Target, PGN Akui Penyaluran Gas Hadapi Kendala

Meski Capai Target, PGN Akui Penyaluran Gas Hadapi Kendala

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Bos BI Khawatir Modal Asing Banyak Kabur Setelah Pengumuman MSCI

Bos BI Khawatir Modal Asing Banyak Kabur Setelah Pengumuman MSCI

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:21 WIB

8 Rekomendasi Tinted Sunscreen Lokal Murah untuk Kulit Sawo Matang

8 Rekomendasi Tinted Sunscreen Lokal Murah untuk Kulit Sawo Matang

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Kemarahan Dedi Mulyadi ke Warga Ciamis Viral ke Internasional: Gubernur Naik Pitam

Kemarahan Dedi Mulyadi ke Warga Ciamis Viral ke Internasional: Gubernur Naik Pitam

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:17 WIB

Investasi Emas Tak Harus Mahal, Kini Bisa Dimulai dari Rp1.000

Investasi Emas Tak Harus Mahal, Kini Bisa Dimulai dari Rp1.000

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:16 WIB

×