alexametrics

Mengenal Makanan Khas Lombok, Nasi Balap Puyung

Mengenal Makanan Khas Lombok, Nasi Balap Puyung

LOMBOKita – Lombok merupakan salah satu pulau di nusantara dengan keindahan pemandangan yang dapat memanjakan mata. Terhampar luas rerumputan hijau rimbun yang menghiasi sepanjang jalan.

Tak lupa di sekitarnya, terdapat beberapa resto dan warung makan dengan aroma tajam penggugah selera. Sebutlah salah satunya adalah warung yang menjual nasi balap puyung.

Barangkali tidak sedikit dari Kawan yang sudah mengenal nasi balap puyung, terutama bagi para petualang sekaligus pecinta kuliner. Bahkan, dengan sengaja bertandang ke pulau besar itu semata-mata untuk menikmatinya.

Berbeda dengan ayam bakar taliwang yang nama dan keberadaannya sudah mentereng di mana-mana. Nasi Balap Puyung hanya bisa ditemukan di Lombok. Jadi, bisa dikatakan menikmati nasi balap puyung adalah salah satu kesempatan langka yang tak mungkin dilewatkan.

Lihat saja penamaan dari nasi balap puyung, yang diserap dari lokasi penciptanya, yaitu Kampung Puyung, Lombok Tengang, Nusa Tenggara Barat. Saat itu, pada 1970-an, pencipta nasi balap puyung, Inaq Esun melihat cucunya yang sedang mengikuti perlombaan balap liar lokal.

Setiap cucunya memenangkan perlombaan itu, ia mentraktir teman-temannya di warung milik Inaq Esun. Inilah sebabnya menu nasi yang dipesan sang cucu diberi nama nasi balap puyung. Satu porsi nasi putih dengan lauk pauk berupa suwiran daging ayam bumbu, kacang, kedelai goreng, cabai kering khas Lombok, oseng buncis, telur, dan kering kentang.

Meskipun begitu, pada mulanya, nasi balap puyung dijajakan dengan menerapkan sistem barter. Lantaran pada masa itu, kuliner khas Lombok satu ini belum mendapatkan prospek pasar yang baik. Membuat Inaq Esun terpaksa menjualnya dari suatu pasar ke pasar lain.

Walhasil, pendapatan yang diperoleh dari nasi ayam balap puyung tidaklah seberapa. Lebih banyak kecil bahkan merugi, membuat keluarga Inaq Esun sempat menentang usahanya. Mengingat hasil kerja keras Inaq Esun tidak sebanding dengan tenaga, dan waktu yang dikerahkan.

Meskipun begitu, Inaq Esun tidak menyerah dan terus bekerja keras dalam memperdagangkan nasi balap puyung. Tanpa disadari, nama makanan ini terus muncul ke permukaan. Banyak pelanggan mulai menyadari kegurihan dan kelezatan dari makanan ini. Mulai dari pedagang pasar dan sopir angkot, nama nasi balap puyung akhirnya menggema seantero Pulau Lombok.

Selanjutnya…..

Terkini