Takhta dan Monster Plastik di Mesen

Takhta dan Monster Plastik di Mesen

Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret Solo mendekat ke masyarakat dalam arti sesungguhnya. Pembukaan pameran karya mahasiswa dan dosen di kampus ”baru” Mesen, Jl. Urip Sumoharjo, Solo, akhir Agustus lalu, bisa kita baca sebagai langkah awal. Rekomendasi Redaksi : Mahasiswa Desain Komunikasi Visual UNS Solo Gelar Pameran Katamata Solo Kuburan Seni Rupa? Kampus di Tengah Agenda Kota

Pameran bertema bahaya plastik, Dystopia: Hipnosys Plastic, menyuguhkan sejumlah karya instalasi dan karya mural di tembok pagar. Tema itu menyarankan, tentunya karya-karya diawali dari riset, setidaknya pengamatan. Diawali di sudut kanan pintu masuk, sebuah instalasi, puluhan mangkuk plastik digantung, di bawahnya hamparan permadani terdiri dari puluhan mangkuk plastik juga.

Di ”permadani” itu sebuah kursi dengan payung kebesaran tegak menempel di belakang sandaran kursi. Di latar belakang, di dinding sebuah bidang empat persegi terlihat sederet wayang kulit menghiasi dinding. Yang mudah dikenali: wayang Bima, Gathotkaca, dan Petruk. Lalu, empat atau lima sosok manekin sebagaimana bisa dilihat di butik-butik.

 

Terkini

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS