TIMESINDONESIA – Tenun ikat Kota Kediri, yang berpusat di kelurahan Bandar Kidul sudah banyak dikenal serta tumbuh menjadi industri yang mampu mensejahterakan masyarakat.
Namun meskipun begitu bukan berarti tenun ikat bandar kota Kediri tidak memiliki tantangan tersendiri dalam pengembangannya. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri M. Choirur Rofiq menuturkan setidaknya ada 3 tantangan terkait pengembangan kualitas tenun ikat Kota Kediri.
Mulai dari produksi baik proses ataupun hasil, kemudian manajemen, dan juga ciri khas. M. Choirur Rofiq mengungkapkan ada kritikan terkait dengan warna, dimana sebelum dijahit kain tenun ikat masih perlu dicuci terlebih dulu. Sementara tenun ikat di daerah lain tidak perlu. Selain itu juga terkait ukuran kain tenun ikat, yang idealnya 400 x 100.