pekanbaru

Apa Boleh Mengikuti 4 Mazhab dalam Suatu Permasalahan? Simak Penjelasan Buya Yahya

Suara Pekanbaru Suara.Com
Kamis, 06 April 2023 | 11:20 WIB
Apa Boleh Mengikuti 4 Mazhab dalam Suatu Permasalahan? Simak Penjelasan Buya Yahya
Pendakwah asal Cirebon, Buya Yahya menjawab pertanyaan terkait bolehkah seseorang mengikuti empat mazhab sekaligus dalam memecahkan permasalahan. ((YouTube Al Bahjah TV))

SUARA PEKANBARU - Apa boleh kita mengikuti pendapat 4 madzhab dalam suatu permasalahan? simak jawaban Buya Yahya.

Semula ada seorang jamaah bertanya kepada Buya Yahya seputar keempat mazhab, yakni Mazhab Syafi'i, Hanafi, Maliki, dan Hanbali.

"Bolehkah kita mengikuti keempat mazhab tersebut dalam menentukan hukum, dalam suatu permasalahan, sedangkan pendapat mereka terkadang ada yang berbeda?," demikian bunyi pertanyaannya.

Buya Yahya pun memberikan jawabannya, sebagaimana dilansir pekanbaru.suara.com dari laman resmi buyayahya.org.

Menurut Buya Yahya Imam Madzhab adalah panutan kita dalam urusan hukum, dan sebagai pengikut atau orang yang taqlid.

"Boleh mengikuti siapa saja dari mereka, asal benar cara mengambil, dan mengikutinya, dan itu semua perlu ilmu," kata Buya Yahya.

Namun, Buya Yahya memberikan opsi agar memudahkan seseorang dalam memahami hukum tentang suatu permasalahan yakni dengan menekuni satu mazhab saja.

"Untuk memudahkan kita dalam menjelaskan hukum tentang suatu permasalahan, maka caranya dengan menekuni satu madzhab, baru akan menelaah kepada madzhab-madzhab lain, jika sudah matang dalam satu madzhab," katanya.

Karena, kata Buya Yahya, belajar madzhab yang berbeda-beda amatlah merepotkan untuk menghafal dan mengingatnya.

Baca Juga: 4 Pengobatan Alternatif yang Gemparkan Publik, Ponari sampai Ida Dayak

"Seandainya kita melakukan shalat Dzuhur dengan Mazhab Syafi'i, Ashar dengan mazhab Maliki, Maghrib dengan mazhab Hanbali, kemudian Isya dengan mazhab Hanafi, seperti ini sah-sah saja," kata Buya.

"Akan tetapi siapa yang bisa seperti ini? Tentu orang yang alim dengan empat madzhab," tambahnya.

Di akhir kajiannya, Buya Yahya menegaskan untuk mengikuti satu di antara empat mazhab tersebut, dengan ilmunya.

"Intinya, kita bisa ikut salah satu dari 4 madzhab tersebut asalkan dengan ilmu atau karena petunjuk dari guru yang mengajari kita," kata Buya Yahya.

"Kepada siapapun kita ikut, kita tetap muqallid (orang yang bertaqlid). Hanya cara bertaqlid saja yang harus kita perhatikan, yakni tata krama dengan cara mengikuti pembimbing, dan guru. Wallahu a'lam bish-shawab," ucap Buya. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI