Anies Baswedan dan Cak Imin "diterawang" sangat mungkin tidak ikut dalam Pilpres 2024. Seorang pakar melihat Muhaimin Iskandar dan PKB merupakan tipikal politisi yang suka lompat-lompat mencari yang menguntungkan.
SUARA PEKANBARU - Hal mengejutkan diungkap pengamat politik Adi Prayitno. Dia berpandangan ada poros politik yang gagal berlayar di Pilpres 2024 mendatang.
Pernyataan Adi Prayitno sangat mengejutkan, lantaran dia menyebut yang gagal bertarung adalah pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Dia beralasan pasangan "AMIN" tak jadi berlayar lantaran melihat tipikal Muhaimin Iskandar dan PKB yang suka lompat-lompat.
"Saya masih cukup menduga bahwa sangat mungkin Amin ini tidak bisa berlayar di 2024. Muhaimin ini kan sama PKB tipikal politisi yang suka lompat-lompat," ungkap Adi Prayitno dikutip melalui kanal Youtube Total Politik, Senin (25/9).
Adi Prayitno melihat, cinta kilat dalam satu malam bisa menjadi alasan, mengapa PKB memilih tawaran NasDem dan menjadi pendamping Anies Baswedan.
"Siapa yang bisa menyangka (Gus Imin) bisa terjebak cinta satu malam antara PKB dan NasDem," imbuhnya.
Dengan kondisi seperti itu, artikan bisa saja akan terjadi kejutan lagi dari PKB mengingat apa yang terjadi di depan tidak bisa ditebak.
Saat ini yang tergambar adalah seakan-akan poros AMIN adalah poros paling aman bisa daftar ke KPU.
"Ini yang saya kira tidak bisa kita tebak ke depan bahwa seakan-akan bahwa poros AMIN ini adalah poros politik yang paling aman bisa daftar ke KPU," lanjutnya.
Patokan saat ini yang menguatkan pasangan calon adalah ketika secara definitif calon presiden dan bakal calon wakil presiden diumumkan oleh KPU sebagai kontestan.
Jika belum diresmikan oleh KPU, maka sepanjang itu pula poros politik masih cukup terbuka.
"Sebelum ada pengumuman resmi secara definitif soal siapa kandidat capres yang diumumkan oleh KPU sebagai kontestan di 2024, maka sepanjang itu juga poros-poros politik yang ada saat ini itu masih cukup terbuka," jelasnya.
Misal yang terjadi ketika poros politik banyak yang bubar. Seperti KIB, KKIR dan belum lama ini Koalisi Perubahan juga bubar.
Kondisi itu kata pengamat politik Adi Prayitno memperlihatkan jika betapa dinamisnya politik di Indonesia.