ponorogo.suara.com – Ratusan warga terdampak dalam musibah tanah ambles di desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, kabupaten Ponorogo hingga selasa, 28 februari 2023 masih bertahan di bangunan pengungsian. Pemerintah Daerah kabupaten Ponorogo, berencana akan segera merelokasi korban ke tempat yang aman dari musibah akibat bencana alam.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko yang di Jumpai dalam acara di STKIP PGRI Ponorogo menjelaskan, 130an jiwa warga yang menjadi korban tanah ambles di Desa Tumpuk ini akan sangat berbahaya jika harus Kembali menempati bangunan miliknya yang sudah tidak kokoh akibat pergeseran tanah.
“pasti direlokasi, jumlahnya 43KK dengan jumlah jiwa 130 warga. lahan yang ditempati warga saat ini sangat berbahaya karena miring dan selalu ambles, oleh sebab itu sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pihaknya akan segera merelokasi.” Ujarnya.
Kang Giri sapaan akrab Bupati Ponorogo juga menambahkan, saat ini pihaknya tengah berdiskusi dengan jajaran mengenai formula mendapatkan lahan bagi masyarakat yang akan direlokasi
“kami masih menyiapkan cara mendapatkan lahan bagi warga yang akan direlokasi dengan berdiskusi Bersama warga setempat, jika harus beli, kita akan pikiran bagaimana uangnya, jika bisa menggunakan lahan perhutani, bagaimana prosesnya”
Kabupaten Ponorogo merupakan daerah yang rawan akan bencana alam, sepanjang tahun 2022 dari data yang dikeluarkan BPBD Ponorogo mencatat ada 340 kejadian bencana alam.
Dari 340 peristiwa, 173 longsir, 99 banjir. 5 tanah gerak, 1 tanah ambles, 6 tanah retak. 47 angin kencang, 8 kebakaran dan satu musibah kekeringan.