Poptren.suara.com – Selain memilih dan mempertimbangkan hal-hal tentang pasangan seperti sifat, karakter dan kebiasan. Kamu juga harus memikirkan dari sisi kesehatan pasangan sebelum menikah.
Mempertimbangan kesehatan apalagi golongan darah pasangan menjadi hal yang penting untuk dicari tahu.
Biasanya sebelum menikah, pasangan akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti organ reproduksi, tingkat kesuburan, pemeriksaan penyakit menular, diabetes hingga penyakit genetik.
Ternyata rhesus positif dan negarif bisa sangat mempengaruhi kesehatan sang ibu dan janin yang dikandungnya.
Jika seorang wanita memiliki rhesus negatif dan melahirkan anak dengan rhesus postif, tentu saja hal sangat tidak cocok.
Ibu dengan rhesus negatif akan memperlakukan protein rhesus positif yang ditemukan dalam darah bayi sebagai benda asing, maka secara otomatis tubuh akan membentuk antibodi.
Kenapa perbedaan golongan darah antara ibu dan janin bisa memicu penyakit pada anak nantinya.
Pasien dengan rhesus negatif adalah mereka yang tidak membawa protein. Jika golongan darah ini bercampur dengan cara apa pun selama kahamilan, maka akan menyebabkan beberapa penyakit seprri anemia, penyakit kuning parah atau mungkin bisa mengakibatkan kondisi fatal bagi bayi yang baru lahir.
Dikutip dari Halodoc.com, Selain perbedaan rhesus, ada juga kondisi yang disebut ketidakcocokan ABO, hal ini biasa terjadi jika golongan sang ibu berbeda dari bayinya, contoh :
- Ibu memiliki golongan darah O, namun bayi memiliki golongan A,B atau AB.
- Ibu memiliki golongan darah A dan bayi memiliki golongan darah AB atau B
- Ibu memiliki golongan darah B dan bayi memiliki golongan darah A atau AB
Jika kedua golongan yang berlawanan tercampur, maka darah sang ibu mengembangkan antibody untuk melawan bayi.
Karena serangan inilah, maka bayi yang baru lahir akan mendapatkan penyakit kuning.
Jika hal ini terjadi maka, dibutuhkan suntikan rhogam yang dapat diberikan selama kehamilan sebagai pencegahan.
Suntikan ini memberikan “antibody sementara” untuk menghilangkan respon imun dari sang ibu.
Saat kehamilan pada umumnya, darah ibu dan bayi tak akan tercampur saat masa kehamilan. Namun, ada beberapa contoh di mana ini bisa terjadi. Misalnya, kecelakaan mobil yang menyebabkan pendarahan plasenta, menjalani Chorionic Villus Sampling (CVS) atau amniosentesis, terjatuh dan kehamilan ektopik.
Jika rhesus darah kamu dan pasangan sama maka kamu tidak perlu cemas. Namun, perbedaan ini baru akan diketahui jika sudah ada janin di dalam perut sang ibu.
Rhesus incompatibility (ketidakcocokan) bisa menyebabkan darah bayi pecah sehingga menurunkan tingkat hemoglobin.
Ketika hemoglobin ini turun, maka akan ada masalah pada janin. Bila ibu dengan rhesus postif dan janin dengan negatif atau sebaliknya, maka akan menimbulkan atau terbentuklah zat-zat yang tidak baik dalam janin.
Kondisi kuning pada bayi karena perbedaan rhesus darah saat kehamilan bisa diobati. Namun untik kehamilan kedua dan seterusnya akan menimbulkan masalah yang lebih serius,
Misalnya anemia ringan hingga berat dan berakibat fatal bagi janin.
Tak jarang juga perbedaan rhesus darah pada ibu dan janin mengakibatkan kematian pada bayi saat di dalam kandungan atau abortus (keguguran).