Poptren.suara.com - Berperan sebagai sosok yang baik sebagai Lala dalam sinetron Bidadari 20 tahun lalu, membuat Marshanda merasa bahwa orang-orang menganggapnya sebagai sosok yang sempurna, tanpa memiliki masalah apapun.
Hingga suatu saat, timbul pertanyaan dalam diri Marshanda apakah ia harus terus berusaha menjadi "orang lain" hingga akhir hayatnya.
"Akhirnya ada sebuah calling dalam diri aku yang ngomong, 'Lo yakin sampai lo mati lo akan diingat sebagai Marshanda yang all good, putih, bersih. Lo yakin itu yang mau diingat legacy-nya?'" kata Marshanda dikutip dari kanal YouTube Puella.id.
Pertanyaan tersebut akhirnya membuatnya berkeinginan agar orang-orang mengenal dan menerima dirinya yang sebenarnya, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
"Gue nggak mau, gue mau jadi real. Gue mau kasih tau orang-orang kalau gue juga punya masalah," ucap artis ynag biasa disapa Chacha ini.
Sejak saat itu Marshanda mulai berani mengungkap berbagai pengalaman pahit yang pernah dialaminya. Mulai dari masalah seputar kesehatan mental, menjadi korban bullying, maupun masalah dengan orang tua.
"That's why aku bikin video tentang aku dibully, bicara soal masalah orang tua, bahkan tentang isu kesehatan mentalku," katanya.
Proses refleksi ini membuat Marshanda berpikir jauh ke depan di mana ia ingin dikenang sebagai sosok yang bermanfaat untuk orang di sekitar kelak ketika meninggal.
"Ternyata aku sadar, goal aku ketika aku mati, misal ada yang mengenang aku, apa sih kira-kira yang bakal keluar dari mulut mereka. Aku mau jadi sesuatu yang diingat kalau Chacha dengan jadi diri dia yang real, dia nyentuh hati gue dan merubah hidup gue," tuturnya.
Baca Juga: Lionel Messi Absen, tapi Topengnya Bertebaran saat Timnas Indonesia vs Argentina
Perjuangan Marshanda dalam menjaga kesehatan mental telah menjadi inspirasi bagi banyak orang.