poptren

Puasa Intermiten: Solusi Baru untuk Mengendalikan Diabetes Tipe 2

Poptren Suara.Com
Selasa, 25 Juli 2023 | 23:29 WIB
Puasa Intermiten: Solusi Baru untuk Mengendalikan Diabetes Tipe 2
Ilustrasi obesitas (Andres Aytron/Pexels)

Poptren.suara.com - Puasa intermiten, sebuah metode diet dengan membatasi waktu makan, kini menjadi tren di kalangan masyarakat. Tidak hanya efektif untuk menurunkan berat badan, penelitian terbaru menunjukkan bahwa puasa intermiten juga dapat membantu orang dengan diabetes tipe 2.

Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari University of Illinois di Chicago menemukan bahwa pasien diabetes tipe 2 yang hanya makan antara pukul 12 siang hingga 8 malam kehilangan lebih banyak berat badan dibandingkan mereka yang menghitung kalori. Hasil penelitian ini dipresentasikan dalam pertemuan American Society for Nutrition di Boston.

"Banyak orang merasa sulit untuk konsisten menghitung kalori dalam jangka panjang, tetapi studi kami menunjukkan bahwa memperhatikan waktu makan dapat menjadi cara sederhana untuk mengurangi kalori dan menurunkan berat badan," kata Vicky Pavlou, peneliti dan presenter studi tersebut.

Puasa Intermiten dan Diabetes Tipe 2
Diabetes tipe 2 adalah gangguan metabolik yang erat kaitannya dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Sebelumnya, jendela makan delapan jam telah dipelajari pada orang dengan obesitas. Namun, belum ada studi lain yang melihat efek dari jendela makan delapan jam pada orang dengan diabetes tipe 2.

Dalam studi ini, tim yang dipimpin oleh Krista Varady, seorang profesor nutrisi di UIC, mempelajari sekelompok 75 orang dengan berbagai ras dan etnis yang memiliki obesitas dan diabetes tipe 2. Usia mereka berkisar antara 18 hingga 80 tahun.

Peserta dibagi menjadi tiga kelompok: puasa berdasarkan waktu, pembatasan kalori, dan kontrol. Kelompok puasa berdasarkan waktu hanya makan antara pukul 12 siang hingga 8 malam. Kelompok pembatasan kalori dapat makan kapan saja sepanjang hari; mereka menggunakan aplikasi mobile untuk menghitung kalori mereka. Tujuannya adalah untuk mengurangi asupan kalori sebesar 25% dari tingkat yang dibutuhkan untuk mempertahankan berat badan saat ini. Kelompok kontrol makan diet normal mereka.

Hasil Penelitian
Dibandingkan dengan kelompok kontrol, orang-orang yang menjalani diet puasa berdasarkan waktu kehilangan 3,55% berat badan mereka selama enam bulan, sementara kelompok pembatasan kalori tidak kehilangan berat badan.

Dibandingkan dengan kelompok kontrol, kadar gula darah (HbA1C) turun baik pada kelompok puasa berdasarkan waktu (-0,91%) maupun kelompok pembatasan kalori (-0,95%).

"Studi kami menunjukkan bahwa puasa berdasarkan waktu dapat menjadi alternatif yang baik bagi mereka dengan diabetes tipe 2 yang ingin menurunkan berat badan dan meningkatkan gula darah mereka," kata Pavlou. "Namun, ada berbagai jenis obat untuk mereka yang memiliki diabetes tipe 2, beberapa di antaranya dapat menyebabkan gula darah rendah dan beberapa yang perlu diambil dengan makanan. Oleh karena itu, penting untuk bekerja sama dengan ahli diet atau dokter saat menerapkan pendekatan diet ini."

Baca Juga: Mengganti Margarin dengan Minyak Zaitun: Langkah Sederhana untuk Mengurangi Risiko Demensia

Meskipun hasil penelitian ini menjanjikan, selalu penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum memulai program diet baru, termasuk puasa intermiten. Selalu ingat bahwa setiap individu unik dan apa yang berhasil untuk satu orang mungkin tidak berhasil untuk orang lain.

Source: upi.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI