"Ada suatu kejadian di dalam mobil itu, ada sopir, tim di depan, aku sama ustaz di belakang," ucap Mondy.
"Beliau kan pandai agama tapi kenapa dia pegang tangan aku sedangkan aku bukan mahramnya. Langsung aku lepas," imbuhnya.
Kejadian berikutnya disebut terjadi
"Dan terjadilah yang kedua. Setelah semua makan, tiba-tiba aku disuruh masuk mobil duluan oleh ustaz.
Ustaz masuk dan bincang-bincang. Langsung tiba-tiba disingkaplah jubah dia.
Dia coba tutup hordeng mobil karena itu masih siang, banyak orang lewat.
Tiba-tiba dia mau (mendekatkan tubuh) ke aku, tapi datanglah si sopir," kenang Mondy.
Mondy juga membeberkan kejadian yang ketiga.
Ia mengaku kala itu wajahnya diusap oleh sang ustaz.
"Dia bilang kenapa (wajah) dicoret-coret, tapi mengusap. Itu kan bukan mahram," lanjutnya.
Mondy yang awalnya semangat belajar ke Malaysia memutuskan untuk pulang ke Indonesia.
Ia cukup kecewa dengan perilaku ustaz tersebut.
"Enggak baik banget, sedangkan dia itu disebut sebagai ustaz, harus mencontohkan yang baik.
Aku yang tadinya niat jauh-jauh dari Indonesia ke Malaysia, mau belajar lebih baik lagi, ternyata sebelum belajar dia sudah seperti itu.
Aku akhirnya memutuskan pulang, aku alasan rindu anakku.