Menuju The Cookieless Future, 4 Hal Ini Dapat Dilakukan Pemasar agar Tetap Sukses

Yasinta Rahmawati

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:39 WIB
Menuju The Cookieless Future, 4 Hal Ini Dapat Dilakukan Pemasar agar Tetap Sukses
Ilustrasi google. (Pexels)

Suara.com - Tidak lama lagi Google akan menghentikan cookie pihak ketiga di Chrome sebagaimana yang telah diumumkan pada Juni 2021 lalu. Penghentian tersebut akan dilakukan pada 2023. Sementara Apple dan Huawei telah membuat kebijakan pembatasan akses device identifiers di OS mereka, menjadikan dunia periklanan menuju era cookieless yang membuat pemasar sulit tidur.

Hal tersebut tentunya menciptakan banyak pertanyaan yang sulit terjawab di sektor industri, seperti bagaimana menentukan ketepatan penargetan, fraud detection, dan mengukur keberhasilan kampanye.

"Kami mencoba mencari tahu mengapa, bagaimana, dan seperti apa masa depan dunia pemasaran di era cookieless. Beberapa tahun terakhir dapat kita lihat bagaimana pembicaraan dan tindakan untuk mengatasi masalah privasi pengguna begitu penting untuk dipercepat," ujar COO Xapads Media, Ramneek Chadha, dalam rilis yang diterima Suara.com.

"Banyak organisasi telah menganjurkan para audiens dan pemain berbasis persetujuan seperti Google, Apple, dan banyak lainnya perlu mulai mengambil langkah yang tepat untuk mengatasi masalah Privasi, meskipun hal ini diperkirakan akan memperlebar jarak antara pemain dengan data dan saluran Pihak Pertama. Teknologi iklan bergantung pada cookie Pihak Ketiga dan hal itu merupakan masalah yang harus ditangani dengan benar," lanjutnya.

Industri sangat bergantung pada retargeting, data audiens, dan fraud directory untuk memastikan keberhasilan siklus kampanye. Oleh karena itu, menurut Ramneek, saat ini pemasar khawatir bagaimana mereka dapat menciptakan pengalaman yang dipersonalisasi untuk pengguna dalam iklan mereka tanpa adanya data audiens. Inilah permasalahan yang coba dijawab oleh banyak pelaku iklan digital di dunia.

Ilustrasi google. (Pexels)
Ilustrasi google. (Pexels)

Apa yang bisa dilakukan untuk tetap sukses dengan iklan digital?

Tidak dapat disangkal bahwa kebijakan ini akan mengubah cara kerja iklan digital, dan dengan kampanye iklan yang kurang dipersonalisasikan mungkin ada efek paralel pada ROAS dan ROI dari pembelanjaan digital.

Namun masih banyak cara untuk memastikan keberhasilan kampanye digital dan mendorong hasil bagi merek maupun pengiklan. Ramneek membaginya ke dalam empat cara, yaitu:

1. Iklan Kontekstual Terprogram: Digabungkan dengan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan Pembelajaran Mesin, Penargetan Kontekstual Terprogram akan membantu menampilkan iklan di titik kontak yang menarik dengan menyampaikan pesan yang disesuaikan dengan minat pengguna.

baca juga

2. Menciptakan strategi vernacular berdampak tinggi: Orang suka terhubung dengan merek yang berkomunikasi menggunakan dialek asli mereka. Dengan mempertimbangkan konsumerisme online vernacular pengguna, sebagian besar merek harus mulai memasukkan penargetan vernacular dalam perangkat pemasaran mereka, karena masa depan periklanan digital akan memiliki pijakan yang kuat dengan iklan vernacular.

3. Iklan OEM dan data pihak pertama: Iklan OEM telah menjadi alat paling ampuh untuk aplikasi seluler karena memanfaatkan kekuatan rekomendasi aplikasi di perangkat. OEM memiliki toko aplikasi bawaan mereka sendiri yang memiliki beberapa aplikasi pra-instal yang menyajikan cara cerdas untuk beriklan ke audiens yang belum dimanfaatkan.

4. Consent-based Email Marketing: Ketika pengguna mendaftar atau berlangganan ke situs web pengiklan, maka mereka memberikan persetujuan untuk mengirim email di masa mendatang, dengan cara ini pengiklan memiliki persetujuan untuk menargetkan pengguna.

"Seluruh industri periklanan berputar di sekitar pengguna dan preferensi mereka, dan sekarang saatnya untuk menghormati dan memikirkan masalah privasi pengguna yang telah sangat dilanggar atas nama iklan Hyper-personalize. Pemasar, merek, dan pengiklan harus mengeluarkan kreativitas terbaik mereka untuk menjangkau audiens dengan pengembangan cerita, narasi, dan nilai merek untuk membuat dampak jangka panjang," pungkas Ramneek.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengguna Bisa Minta Google Hapus Nomor HP, Email, hingga Alamat Rumah

Pengguna Bisa Minta Google Hapus Nomor HP, Email, hingga Alamat Rumah

Tekno | Senin, 09 Mei 2022 | 19:38 WIB

Google Assistant Kini Bisa Ubah Password Otomatis apabila Bocor

Google Assistant Kini Bisa Ubah Password Otomatis apabila Bocor

Tekno | Senin, 09 Mei 2022 | 14:05 WIB

Mesin Pencarian OneSearch, Privat dan Proteksi Ekstra Enkripsi

Mesin Pencarian OneSearch, Privat dan Proteksi Ekstra Enkripsi

Your Say | Senin, 09 Mei 2022 | 11:23 WIB

Terkini

Bidik Potensi Ekonomi Banyumas, Bank BSN Resmikan KC Purwokerto

Bidik Potensi Ekonomi Banyumas, Bank BSN Resmikan KC Purwokerto

Foto | Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

×