YABB Luncurkan Laporan Dampak 2022: Upaya Kolektif Penyelesaian Masalah Iklim dan Kemampuan Digital

Vania Rossa

Jum'at, 31 Maret 2023 | 12:44 WIB
YABB Luncurkan Laporan Dampak 2022: Upaya Kolektif Penyelesaian Masalah Iklim dan Kemampuan Digital
YABB Luncurkan Laporan Dampak 2022. (Dok. YABB)

Suara.com - Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB), organisasi nirlaba yang didirikan oleh Grup GoTo, telah meluncurkan Laporan Dampak 2022 yang menyajikan berbagai kemajuan, sebagai bukti dari upaya kolektif berbagai pihak dalam menyelesaikan permasalahan iklim, kemampuan digital, dan mengembangkan komunitas.

Laporan ini ditujukan sebagai apresiasi kepada para mitra terkait, sekaligus untuk menginspirasi lebih banyak pihak dalam menciptakan kemajuan yang bermakna bagi masyarakat dan lingkungan yang berkelanjutan.

Monica Oudang, Chairperson Yayasan Anak Bangsa Bisa, menyampaikan bahwa sebagai organisasi yang berkomitmen untuk mengakselerasi kemajuan menuju peradaban yang lestari, YABB mengidentifikasi sebuah pelajaran penting, yaitu solusi temporer dan upaya yang berjalan sendiri-sendiri tidak akan cukup untuk menghasilkan perubahan jangka panjang.

“Untuk itu, kami berusaha merancang inisiatif dan program yang siap untuk dikembangkan sehingga dapat menghasilkan dampak berskala besar dan berkelanjutan. Kami menjalankannya berlandaskan tiga prinsip utama, yakni kolaborasi, perubahan paradigma, serta teknologi dan inovasi,” kata Monica dalam keterangannya.

“Pada tahun lalu, kami berfokus dalam mengembangkan kolaborasi yang bermakna dalam menyelesaikan masalah secara sistemik,” ungkap Monica.

Kolaborasi tersebut direalisasikan melalui inisiatif Changemakers Nusantara, di mana YABB menghubungkan 1.500 changemakers di seluruh Indonesia, terutama pihak yang berkomitmen untuk membawa perubahan. Kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh divisi riset YABB bersama Lembaga Demografi Universitas Indonesia (LDUI) untuk mempelajari mentalitas para changemakers tersebut, agar bisa menginspirasi generasi masa depan.

Di area lingkungan, YABB menciptakan solusi untuk mengentaskan permasalahan air dan sampah melalui Catalyst Changemaker Ecosystem (CCE) dengan dukungan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Di ekosistem ini YABB menciptakan lebih dari 100 koneksi dari 200 pemangku kepentingan multisektor, membaurkan 33 startup dan organisasi non-profit di dalam Lab, dan meningkatkan skala dari solusi berbasis teknologi dan komunitas yang diimplementasikan di proyek percontohan di Bandar Lampung, Semarang, dan Makassar.

Untuk membantu Indonesia memiliki talenta yang terampil sebagai fondasi kekuatan ekonomi digital, YABB berusaha menjembatani kesenjangan bagi 67% individu yang berasal dari universitas non-top tier dan 37% perempuan, untuk meningkatkan kompetensi di Generasi GIGIH, program yang menjadi bagian dari Kampus Merdeka, inisiasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

baca juga

Setelah melalui pembelajaran di kelas dan pengalaman magang maupun mengerjakan proyek capstone, lebih dari setengah peserta berhasil mendapatkan pekerjaan selepas dari program ini.

Melalui kolaborasi dengan para mitra, YABB mengembangkan komunitas untuk mendapatkan akses ke kebutuhan digital dan peralatan kesehatan yang memadai. Lewat program BersamaCERDAS, YABB mendistribusikan perangkat elektronik kepada ke 5.700 generasi muda di area tertinggal untuk memperluas jangkauan literasi digital.

Selain itu, YABB juga membangun pabrik oksigen mini Pressure Swing Adsorption (PSA) dengan bantuan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dan Oxygen for Indonesia untuk menjaga suplai oksigen permanen di 45 rumah sakit di Indonesia.

“Kami berharap laporan ini bisa menginspirasi dan membuka pintu kolaborasi dengan pemangku kepentingan yang lebih luas lagi. Kami mengajak seluruh pembuat dampak untuk #BergerakBerdampakBersama, dan terus berjuang untuk menciptakan masyarakat yang lebih tangguh dan masa depan yang berkelanjutan,” tutup Monica.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teknologi Digital Saat Ini Sangat Dibutuhkan Untuk Tingkatkan Kinerja Bisnis

Teknologi Digital Saat Ini Sangat Dibutuhkan Untuk Tingkatkan Kinerja Bisnis

Bisnis | Kamis, 30 Maret 2023 | 13:09 WIB

RI Dorong Negara ASEAN Transformasi Digital dan Keuangan yang Berkelanjutan

RI Dorong Negara ASEAN Transformasi Digital dan Keuangan yang Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 30 Maret 2023 | 11:28 WIB

Sambut Mudik Lebaran 2023, SEVA Kampanye #RaihKenyamanan dengan Kemudahan Kredit Mobil Instant Approval

Sambut Mudik Lebaran 2023, SEVA Kampanye #RaihKenyamanan dengan Kemudahan Kredit Mobil Instant Approval

Otomotif | Kamis, 30 Maret 2023 | 10:59 WIB

Terkini

Jenazah ABK Arupadhatu 1 Dimakamkan, 7 Korban Masih Hilang

Jenazah ABK Arupadhatu 1 Dimakamkan, 7 Korban Masih Hilang

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 08:00 WIB

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 07:59 WIB

Cara Membuat Kue Bolu dengan Magic Com, Hasil Lembut Matang Merata Anti Gagal

Cara Membuat Kue Bolu dengan Magic Com, Hasil Lembut Matang Merata Anti Gagal

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 07:54 WIB

Uang Kertas Bertanda Tangan Menkeu Purbaya Masih Terus Dicetak

Uang Kertas Bertanda Tangan Menkeu Purbaya Masih Terus Dicetak

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 07:49 WIB

Sandal Tertinggal di Bibir Pantai, Remaja 17 Tahun Hilang di Laut Pesisir Barat

Sandal Tertinggal di Bibir Pantai, Remaja 17 Tahun Hilang di Laut Pesisir Barat

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 07:46 WIB

Langsung Telepon Atlet! Prabowo Ucapkan Selamat Usai Indonesia Sabet Emas Pertama Asian Games 2026

Langsung Telepon Atlet! Prabowo Ucapkan Selamat Usai Indonesia Sabet Emas Pertama Asian Games 2026

News | Jum'at, 25 September 2026 | 07:43 WIB

Modus Licik Dua Eks Petugas BUMN di Pacitan: 286 KTP Warga Dibajak demi Kredit Fiktif Rp681 Juta

Modus Licik Dua Eks Petugas BUMN di Pacitan: 286 KTP Warga Dibajak demi Kredit Fiktif Rp681 Juta

Jatim | Jum'at, 25 September 2026 | 07:30 WIB

IHSG Dibayangi Aksi Asing Kabur Bawa Rp1,42 Triliun: Analis Beri Rekomendasi Saham Ini

IHSG Dibayangi Aksi Asing Kabur Bawa Rp1,42 Triliun: Analis Beri Rekomendasi Saham Ini

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 07:28 WIB

Perbedaan Chemical, Physical, dan Hybrid Sunscreen: Mana yang Paling Cocok untuk Jerawat?

Perbedaan Chemical, Physical, dan Hybrid Sunscreen: Mana yang Paling Cocok untuk Jerawat?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 07:25 WIB

Indonesia Desak PBB Hentikan Impunitas Penyerang Pekerja Kemanusiaan di Zona Konflik

Indonesia Desak PBB Hentikan Impunitas Penyerang Pekerja Kemanusiaan di Zona Konflik

News | Jum'at, 25 September 2026 | 07:24 WIB

×