Kekayaan Budaya dan Tradisi di Indonesia Bisa Jadi Sumber Inspirasi bagi Pembangunan Karakter Bangsa

Iman Firmansyah

Selasa, 05 September 2023 | 08:30 WIB
Kekayaan Budaya dan Tradisi di Indonesia Bisa Jadi Sumber Inspirasi bagi Pembangunan Karakter Bangsa
Dialog yang terbangun dalam pementasan wayang kulit kerap menyuratkan pesan penting bagi pemirsanya. (Istimewa)

Suara.com - Indonesia selama ini dikenal dengan kekayaan budayanya. Budaya memiliki arti strategis di mata para pendiri bangsa Indonesia atau the founding father. Sebagaimana dicita-citakan oleh Presiden Soekarno, Indonesia harus berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Politik, ekonomi, dan kebudayaan merupakan tiga bidang yang tidak bisa dipisahkan. Artinya, pembangunan di bidang politik dan ekonomi tetap harus memperhitungkan faktor kebudayaan yang ada di Indonesia. Frasa berkepribadian dalam kebudayaan, sebagaimana dinyatakan Bung Karno mengandung makna pentingnya menjadikan kebudayaan sebagai karakter bangsa Indonesia.

Pembangunan di Indonesia tidak selalu identik dengan pembangunan ekonomi. Karenanya, pembangunan kebudayaan tetap harus diperhatikan. Bahkan, Pemerintah Indonesia sudah mengesahkan Undang-undang Pemajuan Kebudayaan pada 27 April 2017. Frasa pemajuan kebudayaan yang dipilih sebagai nama undang-undang tersebut merujuk pada Pasal 32 UUD 1945. Pasal tersebut menyatakan, “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.”

Saat ini tercatat ada ada lebih dari 700 suku bangsa dan bahasa beserta adat istiadatnya yang membentuk masyarakat Indonesia. Kebiasaan yang dipraktikkan bangsa Indonesia merujuk pada budaya di masing-masing suku. Hal inilah yang menjelaskan bahwa kebudayaan membentuk karakter bangsa Indonesia. Kebudayaan itulah yang sebenarnya menjadi jati diri masyarakat Indonesia.

Pemajuan kebudayaan sebagaimana diamanatkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017, membutuhkan peran aktif masyarakat sebagai subjek yang diharapkan memiliki karakter sesuai kebudayaan Indonesia. Pelestarian budaya Indonesia mengharuskan generasi yang lebih tua mengajarkan warisan budaya ini kepada generasi yang lebih muda.

Praktisi pendidikan yang juga seniman, E Sumadiningrat mengingatkan pentingnya membangun kebanggaan atas budaya Indonesia. Menurut Sumadiningrat, rasa bangga atas budaya bangsa ini bisa dikembangkan dengan mengembangkan konten-konten seputar budaya melalui media sosial yang kini marak digunakan generasi Z Indonesia.

Sejalan dengan semangat pemajuan kebudayaan, pendidikan seputar nilai-nilai budaya Indonesia harus dimulai sejak dini. Harus diakui, menguatnya tren gaya hidup modern yang kebarat-baratan, menjadikan sebagian generasi muda Indonesia kurang mengenal budaya daerahnya sendiri. Selain tak mengenal, mereka juga enggan mempelajari dan melestarikan budaya Indonesia.

Sejalan dengan hal tersebut, internalisasi pemahaman kebudayaan Indonesia sebagai karakter dan jati diri bangsa bisa harus diperkuat dalam semangat nasionalisme. Kekuatan alami bangsa Indonesia bermula dari kekayaan budaya di masing-masing suku. Perbedaan suku, agama, latar belakang ekonomi, dan politik justru menjadi modal untuk memperkuat persatuan Indonesia yang dibangun di atas perbedaan. Pengikat dari seluruh perbedaan tersebut adalah nasionalisme.

Penetapan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia berelasi kuat dengan semangat nasionalisme. The founding fathers Indonesia tidak memilih agama maupun sekulerisme sebagai dasar negara. Namun merumuskan sendiri dasar negara bernama Pancasila yang digali dari budaya bangsa Indonesia. Pancasila inilah yang mengikat bangsa Indonesia. Kekayaan budaya dan tradisi suku-suku di tanah air diikat dalam satu semangat yang berbunyi Bhineka Tunggal Ika.   

baca juga

Kekayaan budaya dan tradisi di Indonesia, bisa menjadi sumber inspirasi bagi pembangunan karakter anak bangsa. Dengan menjadikan budaya sebagai referensi pembangunan karakter, maka budaya tersebut akan selalu diingat dan dilestarikan dari waktu ke waktu. Dari sekian banyak produk budaya asli Indonesia, wayang kulit menjadi salah satu referensi dalam pengembangan karakter anak bangsa.

Dialog yang terbangun dalam pementasan wayang kulit kerap menyuratkan pesan penting bagi pemirsanya. Salah satu cerita pewayangan berjudul “Arjuna Wiwaha” bisa menjadi referensi dalam menjelaskan pentingnya figur yang mumpuni dan layak dijadikan anutan untuk kemudian dipersiapkan menjadi pemimpin bangsa.

Lebih lanjut, budayawan Sudarko Prawiroyudo bahkan menyebut, setiap pergelaran wayang kulit selalu menyentuh lima wujud kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Lima wujud tersebut adalah ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya, dan pertahanan-keamanan nasional.

Sudarko mencontohkan bahwa wujud dialog ideologi Pancasila berupa plural, egaliter, dan gotong royong tecermin dalam pewayangan berlatar negara atau kerajaan Indraprasta. Negara ini sangat plural sebagai tempat bermukim manusia, yakni pandawa, raksasa, dan jin. Mereka bersatu untuk mendirikan kerajaan tersebut.

Tantangan Indonesia dalam melestarikan budaya tidaklah mudah. Banyaknya kebudayaan di Indonesia membuka kemungkinan bagi negara lain untuk mengakuinya, terutama negara tetangga. Oleh sebab itu, generasi muda perlu ikut serta dalam usaha menjaga keamanan budaya dengan mempraktikkan cara berbahasa, menjadi pelaku seni budaya, hingga menjadi penikmat budaya Nusantara sehingga budaya tidak mudah diambil atau diakui oleh negara lain.

Globalisasi yang terjadi saat ini harus direspons dengan memperkuat benteng kebudayaan berciri ke-Indonesiaan. Rasa bangga terhadap budaya bangsa disertai semangat nasionalisme yang tinggi untuk mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Modernisme merupakan keniscayaan yang tak bisa ditolak di tengah dinamika zaman. Namun jati diri bangsa Indonesia sebagai manusia berbudaya harus tetap ditanamkan di benak generasi muda. Artinya, ke manapun anak-anak muda ini pergi dan berkarya, mereka tetap menjaga warisan luhur nilai-nilai budaya Nusantara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

UMKM Indonesia dan ASEAN Diprediksi Bisa Menjadi Pemain Global

UMKM Indonesia dan ASEAN Diprediksi Bisa Menjadi Pemain Global

Press Release | Minggu, 03 September 2023 | 20:55 WIB

Pertama di Indonesia, Sumbar Bakal Gelar Festival Warisan Budaya Tak Benda di Limapuluh Kota dan Payakumbuh

Pertama di Indonesia, Sumbar Bakal Gelar Festival Warisan Budaya Tak Benda di Limapuluh Kota dan Payakumbuh

Sumbar | Senin, 04 September 2023 | 17:34 WIB

Silsilah Keluarga Muhaimin Iskandar, Cawapres Anies Bukan Orang Sembarangan

Silsilah Keluarga Muhaimin Iskandar, Cawapres Anies Bukan Orang Sembarangan

News | Senin, 04 September 2023 | 09:15 WIB

Gawat! Budaya di Indonesia Diprediksi Hilang Jika Anak Mudanya Tak Lakukan Ini

Gawat! Budaya di Indonesia Diprediksi Hilang Jika Anak Mudanya Tak Lakukan Ini

Jatim | Minggu, 03 September 2023 | 22:05 WIB

Selain Telok Abang, Ini 4 Karya Sumsel Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Selain Telok Abang, Ini 4 Karya Sumsel Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Sumsel | Minggu, 03 September 2023 | 17:24 WIB

Jogja Japan Week 2023: Peringatan 65 Tahun Kerja Sama Indonesia-Jepang

Jogja Japan Week 2023: Peringatan 65 Tahun Kerja Sama Indonesia-Jepang

Your Say | Jum'at, 01 September 2023 | 21:00 WIB

Terkini

Perdana di Langit Jakarta, Rafale Terbang Rendah di Istana Jelang HUT RI ke-81

Perdana di Langit Jakarta, Rafale Terbang Rendah di Istana Jelang HUT RI ke-81

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:01 WIB

Insiden Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras, Aksi Boikot Produk OT Group Menggema, Apa Saja Produknya?

Insiden Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras, Aksi Boikot Produk OT Group Menggema, Apa Saja Produknya?

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Gen Z dan Era AI: Merdeka Berkreasi atau Makin Bergantung pada Teknologi?

Gen Z dan Era AI: Merdeka Berkreasi atau Makin Bergantung pada Teknologi?

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Review Jujur 3 Serum Vitamin C Terbaik, Dari Harga Pelajar hingga Pilihan Tasya Farasya!

Review Jujur 3 Serum Vitamin C Terbaik, Dari Harga Pelajar hingga Pilihan Tasya Farasya!

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:59 WIB

Modus 'Selipkan di Celana', Dua Pencuri Raket Padel di Padel Avenue Diburu Polisi

Modus 'Selipkan di Celana', Dua Pencuri Raket Padel di Padel Avenue Diburu Polisi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:59 WIB

Polda Aceh Pecat Polisi Edarkan 142 Vape Getar di Bireuen

Polda Aceh Pecat Polisi Edarkan 142 Vape Getar di Bireuen

Sumut | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:57 WIB

5 Shade Wardah Colorfit Last All Day Lip Paint untuk Kulit Sawo Matang, Tahan Lama dan Bibir Segar

5 Shade Wardah Colorfit Last All Day Lip Paint untuk Kulit Sawo Matang, Tahan Lama dan Bibir Segar

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:53 WIB

Spill Jam Tangan-Tas Branded Anggota DPRD Riau dan Istri, Nilainya Ratusan Juta

Spill Jam Tangan-Tas Branded Anggota DPRD Riau dan Istri, Nilainya Ratusan Juta

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:52 WIB

Solidaritas Perempuan Bakal Gugat UU Ciptaker: Picu Kekerasan dan Diskriminasi Gender

Solidaritas Perempuan Bakal Gugat UU Ciptaker: Picu Kekerasan dan Diskriminasi Gender

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Istana Ungkap Sejumlah Menteri Aktif Masuk Daftar Penerima Tanda Kehormatan, Siapa Saja?

Istana Ungkap Sejumlah Menteri Aktif Masuk Daftar Penerima Tanda Kehormatan, Siapa Saja?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:50 WIB

×