Mengenal Kopi Golondong, Minuman Khas Ciamis yang Diseduh Setahun Sekali

Purwasuka

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 07:05 WIB
Mengenal Kopi Golondong, Minuman Khas Ciamis yang Diseduh Setahun Sekali
Kopi Golondong yang hanya memiliki rasanya yang khas, namun cerita di balik pembuatannya.

CIAMIS – Kabupaten Ciamis, Jawa Barat memiliki banyak urban legend atau cerita urban. Banyak yang menganggapnya sebagai mitos, namun tak sedikit yang mempercayainya. Alhasil, hingga saat ini urban legend tersebut masih tetap ada.

Beberapa cerita mitos tersebut yang hingga kini masih tetap ada salah satunya adalah Kopi Golondong dari Dusun Banjarwaru, Kecamatan Kawali.

Cerita kopi istimewa ini terbilang menarik. Hindangan yang banyak disukai kaum lelaki ini rupanya hanya boleh diseduh setahun sekali. Itu pun harus pada di tanggal 10 Muharam. Lalu bagaimana jika diseduh di luar waktu itu?

Banyak cerita menyebutkan, jika Kopi Golondong diseduh di luar waktu itu, konon akan mendatangkan malapetaka. Percaya atau tidak? Itulah cerita yang beredar di wilayah tersebut.

Dilansir dari Detik.com, Kopi Golongdong sudah dikenal sejak dulu. Sebagai warisan turun temurun, kopi ini disebutkan hanya boleh dibuat oleh keluarga kuncen Situs Pasarean, sebuah makam tokoh penyebar Islam di Kabupaten Ciamis.

Tak hanya itu,Kopi Golondong juga hanya disajikan setiap tanggal 10 Muharam Hijriah dalam acara tradisi Sedekah Muharam.

Budayawan asal Kawali, Fahmi Husnul Yaqin menyebutkan, meski bernama kopi, Kopi Golondong tidak 100 persen terbuat dari biji kopi. Berbeda dari minuman kopi lainnya, Kopi Golondong ini terbuat dari kopi yang diracik dengan santan kelapa asli. Lalu dimasak bersama gula kawung (aren).

Sementara untuk biji kopinya hanya disangrai dan tidak giling. Kemudian kopi dimasukan ke dalam santan tersebut sebagai toping. Ditambah pandan untuk pewangi.

"Kopi Golondong hanya dibuat setahun sekali oleh keluarga kuncen dan keturunannya. Dibuatnya juga harus tepat 10 Muharam," kata Fahmi seperti dikutip dari Detik.com, Kamis (11/8/2022).

baca juga

Menurut Fahmi, apabila keluarga kuncen membuat Kopi Golondong di luar dari 10 Muharam maka akan mendapat petaka. Hal itu sudah beberapa kali terjadi.

"Ada diceritakan pamali. Faktanya itu dirasakan oleh keluarga kuncen, pernah terjadi seperti sakit dan lainnya. Khususnya orang Banjarwaru sudah merasakan hal itu," ungkapnya.

Kalau pun ada warga yang meniru dari pembuatan hingga bahan kopi, maka rasanya akan berbeda. Mengingat hanya keluarga kuncen yang memiliki resep dan cara untuk membuat Kopi Golondong tersebut.

Selain itu, Kopi Golondong biasanya disajikan dengan Cikokomoh. Yakni makanan yang terbuat dari nasi ketan dengan rasa manis dan asin. Tekstur makanan ini mirip ulen hanya dibentuk seperti tumpeng.

Fahmi menjelaskan kedua makanan khas ini disajikan pada saat Sedekah Muharam setelah Dzuhur. Sejak dulu, dalam kegiatan ini masyarakat saling bertukar makanan.

Fahmi menyebut di tahun 2023 nanti pihaknya akan mendorong agar Kopi Golondong ini masuk dalam Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Saat ini sedang dilakukan pengumpulan persyaratannya. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Korban Tewas Akibat Kecelakaan Mobil Pickup yang Masuk ke Jurang di Ciamis Bertambah

Korban Tewas Akibat Kecelakaan Mobil Pickup yang Masuk ke Jurang di Ciamis Bertambah

Jabar | Selasa, 09 Agustus 2022 | 06:05 WIB

Bertambah, Jumlah Korban Tewas Pikap Terjun ke Jurang di Ciamis Jadi 8 Orang

Bertambah, Jumlah Korban Tewas Pikap Terjun ke Jurang di Ciamis Jadi 8 Orang

Purwasuka | Senin, 08 Agustus 2022 | 20:10 WIB

Kecelakaan Pikap Masuk Jurang di Ciamis Diduga Akibat Rem Blong ? Begini Kata Polisi

Kecelakaan Pikap Masuk Jurang di Ciamis Diduga Akibat Rem Blong ? Begini Kata Polisi

Purwasuka | Senin, 08 Agustus 2022 | 12:56 WIB

Kronologi Pikap Masuk Jurang Setinggi 30 Meter di Pudunan Werkit Ciamis

Kronologi Pikap Masuk Jurang Setinggi 30 Meter di Pudunan Werkit Ciamis

Purwasuka | Senin, 08 Agustus 2022 | 12:43 WIB

Korban Luka Kecelakaan Pikap Masuk Jurang Dirujuk ke RSUD Ciamis, Rerata Alami Patah Tulang

Korban Luka Kecelakaan Pikap Masuk Jurang Dirujuk ke RSUD Ciamis, Rerata Alami Patah Tulang

Purwasuka | Senin, 08 Agustus 2022 | 13:37 WIB

Terkini

Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?

Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:45 WIB

LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun

LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi

Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia

Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Bukan Sekali! Menhut Raja Juli Sering Ketemu Bupati Kuansing Sebelum Kena OTT

Bukan Sekali! Menhut Raja Juli Sering Ketemu Bupati Kuansing Sebelum Kena OTT

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:42 WIB

PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah

PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah

Surakarta | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:41 WIB

Buru Talenta dari Timur Indonesia, PB Djarum Kembali ke Makassar Setelah Satu Dekade

Buru Talenta dari Timur Indonesia, PB Djarum Kembali ke Makassar Setelah Satu Dekade

Sport | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:40 WIB

BRI Sebutkan Penempatan Dana SAL Dorong Intermediasi Perbankan

BRI Sebutkan Penempatan Dana SAL Dorong Intermediasi Perbankan

Lampung | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:40 WIB

BRI Optimalkan Likuiditas Dari Dana SAL Untuk Percepat Pembiayaan Sektor Riil

BRI Optimalkan Likuiditas Dari Dana SAL Untuk Percepat Pembiayaan Sektor Riil

Surakarta | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Ngebut Bawa Tas Kuning Isi Ayam, Dua Remaja 16 Tahun di Bali Diciduk Warga

Ngebut Bawa Tas Kuning Isi Ayam, Dua Remaja 16 Tahun di Bali Diciduk Warga

Bali | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:36 WIB

×