PURWOKERTO.SUARA.COM, Publik Indonesia dihebohkan dengan kemunculan hacker Bjorka yang membocorkan data pribadi dan pemerintah. Ulahnya membuat panik pemerintah, hingga meresahkan warga karena data pribadi masyarakat pun bocor.
PURWOKERTO.SUARA.COM, Publik Indonesia akhir-akhir ini dihebohkan dengan kemunculan hacker Bjorka yang membocorkan data pribadi dan pemerintah. Pemerintah pun dibuat panik, hingga masyarakat resah karena data pribadi pun ikut bocor.
Di luar Bjorka, Indonesia ternyata memiliki banyak hacker handal yang bekerja secara profesional. Putra Aji Adhari, di antaranya. Ia pernah menghebohkan dunia karena berhasil membobol situs NASA (Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat) , 2019 silam. Padahal saat itu, usia Putra baru 15 tahun dan masih duduk di bangku SMP.
Putra mengakui, pernah menjebol situs NASA. Dalam wawancaranya dengan Denny Sumargo, Putra ditanya mengapa dia tidak ditangkap pemerintah Amerika ketika berhasil meretas situs NASA.
Putra pun mengungkapkan, aktivitasnya membobol situs NASA bagian dari ‘tantangan’ atau sayembara pihak NASA kepada para hacker di dunia untuk menemukan celah keamanan situsnya.
“Di NASA ada programnya, bug bounty namanya,”katanya
Bug Bounty adalah inisiatif perusahaan atau institusi yang mengapresiasi temuan celah keamanan dari para peretas (bughunter). Dengan demikian, perusahaan atau lembaga dapat menemukan kerentanan lebih dini sebelum pihak bertanggungjawab menemukan dan mengeksploitasinya.
“Bughunter kalau temukan celah keamanan NASA, report ke NASA. NASA bakal validasi temuannya. Aman, dan legal,”katanya
Putra pun menobatkan dirinya sebagai white hat hacker, yakni hacker yang menggunakan kemampuannya untuk motif positif, misal melindungi keamanan sistem perusahaan yang memakai jasanya.
Baca Juga: Kronologi Longsor Timbun Warga di Arcawinangun Banyumas, Bermula Banjir Kali Pelus