purwokerto

Percepatan Eliminasi TBC, Begini Cara Penanganan Dinas Kesehatan Banyumas

Purwokerto Suara.Com
Senin, 28 November 2022 | 21:42 WIB
Percepatan Eliminasi TBC, Begini Cara Penanganan Dinas Kesehatan Banyumas
Djoko Setyono, PLT Kadinkes Banyumas saat jumpa media. ((Antarenews.com))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Penyakit tuberkulosis (TBC) di Indonesia menempati peringkat ketiga setelah India dan Cina dengan jumlah kasus 824 ribu dan kematian 93 ribu per tahun atau setara dengan 11 kematian per jam.

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dari estimasi 824 ribu pasien TBC di Indonesia Baru 49% yang ditemukan dan diobati sehingga terdapat sebanyak 500 ribuan orang yang belum diobati dan berisiko menjadi sumber penularan.

Hal itulah yang membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, bersama Mentari Sehat Indonesia (MSI) dan pemangku kepentingan lainnya komitmen melakukan percepatan untuk mengeleminasi kasus TBC di Banyumas Jawa Tengah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Kabupaten Banyumas Djoko Setyono  mengatakan estimasi Dinkes, di Banyumas pada tahun 2022 terdapat 3.946 orang yang terkonfirmasi positif TBC. Akan tetapi berdasarkan hasil temuan di lapangan, tercatat sebanyak 4.372 orang yang terkonfirmasi positif TBC dan merupakan angka kasus tertinggi di Jawa Tengah.

Menurut Djoko, angka temuan tersebut didapat setelah dilakukan penelusuran oleh berbagai pemangku kepentingan yang terlibat di dalamnya, baik tenaga kesehatan maupun kader-kader komunitas.  Hal itu ia sampaikan saat Konferensi Pers Pernyataan Bersama Upaya Kolaborasi Penanggulangan Tuberkulosis di Purwokerto, Banyumas, Senin. (28/11/2022)

Dilansir Antara, PLT Kadinkes Banyumas mengakui jika dilihat dari perspektif masyarakat umum, angka tersebut cenderung mengkhawatirkan karena jumlah penderita TBC di Banyumas tergolong tinggi. Namun jika dilihat dari perspektif program penanggulangan TBC, lanjut dia, angka tersebut bisa menjadi kinerja yang baik karena investigasi kontak berjalan dengan optimal.

Lebih lanjut, Djoko mengatakan dalam perspektif program, temuan kasus Tuberkulosis sebanyak mungkin berdampak terhadap percepatan eliminasi kasus TBC. "Penemuan sebanyak mungkin menjadi tantangan mengingat para penderita TBC relatif tertutup terhadap masyarakat sekitar," jelasnya.

Menurut dia, kondisi tersebut terjadi karena stigma masyarakat umum terhadap penderita TBC masih negatif dan tidak sedikit yang menjauhi atau mengucilkan penderita TBC karena kurangnya edukasi maupun informasi kepada masyarakat.

Oleh karena itu, kata dia, perlu adanya upaya pengurangan stigma maupun diskriminasi terhadap penderita TBC di masyarakat dengan cara melakukan penyuluhan kesehatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan dibantu kader, komunitas, dan masyarakat. Stigma tentang TBC yang banyak ditemukan adalah pemahaman yang keliru bahwa penyakit TBC adalah penyakit menular dan tidak bisa disembuhkan.

Baca Juga: Lima Lagu Tema Piala Dunia Terbaik Sepanjang Masa

“Inilah yang berdampak pada banyaknya penderita TBC dikucilkan atau dijauhi oleh masyarakat yang berdampak pada psikis serta mental para penderita TBC," katanya.

Menurut dia, keadaan psikis dan mental yang baik sangat diperlukan oleh penderita TBC agar imun terjaga dan tetap memiliki motivasi menuntaskan pengobatan yang cukup panjang. Dalam hal ini, kata dia, pengobatan TBC Sensitif Obat (SO) dilakukan selama 6 bulan dan TBC Resisten Obat (RO) bisa berlangsung selama 2 tahun.

Berkaitan masalah tersebut, lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Banyumas setiap tahunnya telah mengalokasikan anggaran belanja daerah yang cukup besar untuk penanganan kasus TBC. "Alokasi anggaran belanja bahan habis pakai untuk Tes Cepat Molekuler (TCM) setiap tahunnya Rp3 miliar," katanya.

Djoko mengatakan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 67 Tahun 2016, TCM merupakan alat yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan TBC karena memiliki kemampuan mendeteksi secara cepat termasuk dalam mendeteksi resistensi terhadap obat.

Sementara itu, Ketua Mentari Sehat Indonesia (MSI) Kabupaten Banyumas Ibnu Hijrahman mengatakan MSI merupakan salah satu komunitas yang peduli dan berkomitmen membantu pemerintah dalam eliminasi kasus TBC.

"Di Kabupaten Banyumas, MSI memiliki kader yang membantu di lapangan berjumlah 72 orang yang tersebar hampir di seluruh kecamatan yang ada di Banyumas," pungkasnya.*(ANIK AS)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI