PURWOKERTO.SUARA.COM, CILACAP - Dua orang nelayan trekatung-katung di tengah laut usai mesin perahu mereka mati di Perairan Widarapayung Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada Jumat, 16 Desember 2022 pukul 16.20 WIB.
Kedua nelayan Perahu Nelayan Ridho Ilahi itu antara lain Mistar (69) warga Pelabuhan Perikanan Cilacap dan Sanen (45) warga Bonsayur Kabupaten Cilacap. Mereka berangkat melaut Pukul 04.00 WIB.
Mistar pergi melaut dari Bosanyur untuk mencari ikan di Perairan Widarapayung. Sampai pukul 16.15 WIB Mistar belum juga pulang. Sore itu ada yang melapor kepada istri Mistar bahwa perahu yang dikemudikan suaminya mati mesin. Saat itu juga keluarga nelayan itu melapor ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Cilacap.
Basarnas Cilacap yanng menerima informasi itu langsung bergerak. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap selaku SMC (SAR Mission Coordinator) mengatakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 06 bersama satu tim rescue diberangkatkan menuju Perairan Widarapayung untuk melakukan evakuasi terhadap nelayan yang mengalami mati mesin tersebut.
“Proses evakuasi yang dilakukan mengalami kendala akibat turunnya hujan yang disertai dengan petir sehingga RIB 06 menepi di perairan PLTU Butom. Namun tak lama berselang, kami mendapatkan informasi kembali bahwa nelayan setempat menemukan Kapal yang mati mesin tersebut dan kedua nelayan dalam keadaan selamat. Selanjutnya pukul 22.05 Wib Kapal di toing dan dua orang nelayan selamat di evakuasi menuju Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap (PPSC),” ujarnya.
Dengan telah ditemukannya nelayan dalam keadaan selamat, maka secara resmi Operasi SAR dinyatakan ditutup. Dengan ucapan terima kasih, semua unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.