PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Perumda Owabong Purbalingga sukses membukukan laba pada tahun 2022. Destinasi wisata air ini membagikan laba sebesar Rp 2,6 miliar ke Pemerintah Daerah Purbalingga.
Ini kabar menggembirakan mengingat pada tahun-tahun sebelumnya, Owabong mengalami kerugian hingga miliaran rupiah akibat Pandemi Covid-19. Selama dua tahun, dari 2020 hingga akhir 2021, Owabong tak mampu setor keuntungan serupiahpun.
Namun seiring Pandemi yang melandai, tahun 2022 Owabong mulai ramai dikunjungi wisatawan dan memetik keuntungan. Meskipun keuntungan ini tak setimpal dengan kerugian operasional yang dialami selama Pandemi.
"Memang untung, tapi keuntungannya belum bisa menutup kerugian selama pandemi. Tapi kami optimistis, kerugian itu akan tertutup pada semester pertama tahun ini," kata Eko Prasetyo, Dierektur Owabong, Rabu 4 Januari 2023.
Optimisme ini tak lepas dari kebijakan pemerintah pusat menarik pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM. Selain itu, Lebaran yang jatuh pada bulan April 2023 akan membawa peningkatan kunjungan berlipat dari hari biasa.
"Kami di pariwisata pick-nya kan di tiga momentum, pertama libur lebaran, kedua libur sekolah, ketiga libur Nataru (Natal dan tahun baru)," ujar dia.
Hal ini terbukti dari kunjungan wisatawan pada libur Natal dan tahun baru 2022. Owabong menempati peringkat kedua destinasi wisata dengan pengunjung terbanyak se-Jawa Tengah setelah Candi Borobudur.
Data ini diperoleh dari Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah. Peringkat kunjungan wisatawan ini merupakan dibandingkan destinasi wisata yang dikelola pemerintah daerah, antara lain Borobudur di Magelang, Owabong di Purbalingga, Baturraden di Banyumas, Guci di Tegal, dan Menganti di Kebumen.
"Libur Nataru kemarin dari tanggal 21 sampai tanggal 1 Januari 2023 ditarget 42 ribu pengunjung, realisasinya sampai 53.560 pengunjung. Ini terbesar kedua di Jateng setelah Borobudur," ujarnya.