PURWOKERTO.SUARA.COM, WONOSOBO - Momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) bukanlah waktu untuk sekadar seremoni dan berpanjang lebar membacakan teks pidato. Hardiknas semestinya menjadi semangat baru untuk mewujudkan cita-cita peendidikan yang telah dimulai Bapak Pendidikan, Ki Hajar Dewantara.
Ki Hajar Dewantara mewariskan pemikiran bahwa manusia semestinya setara, termasuk dalam akses terhadap pendidikan. Nyatanya, hari ini tak semua warga negara memiliki kesetaraan hak dalam mengakses pendidikan.
Masih ada anak usia sekolah yang tak sekolah. Di antara mereka ada yang terpaksa bekerja menopang ekonomi keluarga ada pula yang menggelandang menjadi pengemis di persimpangan-persimpangan kota.
Di Kabupaten Wonosobo misalnya, berdasarkan data tahun 2022 ada 3.301 anak tidak sekolah. Mereka terkendala berbagai masalah, mulai ekonomi,sosial, hingga budaya.
“Guna meningkatkan Angka Partisipasi Sekolah menjadi 100 persen, berbagai program akan ditempuh, hal ini tentunya perlu didukung seluruh elemen masyarakat, khususnya insan pendidik sebagai aktor utama dan terdekat dengan peserta didik,” kata Bupati Kebumen Afif Nurhidayat pada peringatan Hardiknas, Selasa 2 Mei 2023.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Wonosobo, Tono Prihantoro menyampaikan, penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) antara lain melalui Program Wonosobo Pintar dalambentuk gerakan aksi Mayo Sekolah yang fokus mengentaskan anak tidak sekolah kembali bersekolah.
“Melalui program Mayo Sekolah yang dicanangkan Pak Bupati, ada beasiswa bagi anak yang ingin melanjutkan sekolah. Program itu sudah berjalan tahun lalu, dan di 2023 akan dilanjutkan,” kata Tono kepada media.
Mayo Sekolah merupakan upaya Pemkab Wonosobo membangkitkan kembali semangat anak untuk terus belajar mengenyam pendidikan. Sebab pendidikan menjadi jembatan dalam membentuk kualitas Sumber Daya Manusia yang berkualitas
"Kami berharap jumlah ATS akan terus berkurang seiring dengan upaya dari seluruh pihak terkait dalam memberikan edukasi dan sosialisasi serta pemberian beasiswa, sehingga memotivasi anak-anak untuk kembali bersekolah," ucapnya.
Baca Juga: Bikin Grup WhatsApp di UIN Suska Riau Harus Izin Pimpinan Kampus
Menurut Tono, Kemendikbud Ristek telah melaksanakan 24 episode Merdeka Belajar. Ia berharap hal ini bisa mendekatkan dengan cita-cita luhur Ki Hadjar Dewantara, yaitu pendidikan yang menuntun bakat, minat, dan potensi peserta didik agar mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai seorang manusia dan sebagai anggota masyarakat.***