PURWOKERTO,SUARA.COM – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) diminta terus konsisten memperjuangkan nasib para guru dan tenaga kependidikan.
Hal tersebut dikemukakan Ketua PGRI Jawa Tengah Muhdi pada acara Konferensi Kerja Tahun Keempat Masa Bhakti XXII PGRI Kabupaten Banjarnegara, di gedung Rumah Guru Banjarnegara pada Selasa 11 Juli 2023.
“Berlikunya proses UU Guru dan Dosen pada saat Ketua Umum PB PGRI almarhum Sulistyo menjabat menjadi pelajaran yang sangat berharga,” ujarnya.
Muhdi juga menjelaskan, proses panjang tersebut salah satunya yakni meyakinkan pemerintah untuk mengangkat dan memperhatikan kesejahteraan kaum guru.
Terkait UU Sisdiknas yang ditunda pembahasannya oleh DPR, Muhdi melihat masih perlu dikawal dan semua guru harus solid untuk merapatkan barisan.
"Kita tidak anti perubahan, kita hanya meminta dua hal yang tidak berubah yakni guru sebagai profesi, dan tunjangan profesi guru, iItu kita perjuangkan sampai kapanpun," tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga terus menagih janji kepada pemerintah perihal rekruitmen satu juta guru yang hingga kini belum terealisasi.
"Kita ingin agar pemerintah daerah dan pusat satu suara dalam rekruitmen PPPK, harus ada jaminan agar mereka diangkat dan juga dibayar," pungkasnya.**
Baca Juga: Pemkab Banjarnegara Gelar Rembug Stunting, Ini Tujuannya