PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA - Sudah berbulan-bulan kemarau melanda berbagai wilayah di Banjarnegara. Sejumlah Desa di Kabupaten Banjarnegara sampai mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang ini.
Desa Jalatunda menjadi salah satu desa yang ribuan warganya mengalami kesulitan air untuk kebutuhan sehari-hari. Sedangkan semua sumber air saat ini sudah sangat terbatas.
"Ya kalau mau ambil di sungai tapi antre sama yang lain karena stoknya sedikit. Semua sumur di rumah sudah kering,"ungkap Siti, warga Desa Jalatunda yang sedang menanti bantuan air.
Kepala Desa Jalatunda, Satam mengatakan, dari 6.000 lebih warga Jalatunda, sekitar 60 persenya yang tersebar di 3 RW saat ini mengalami krisis air bersih.
“Sejak sekitar dua bulan lalu, untuk mendapatkan air bersih guna mencukupi kebutuhan sehari – hari ratusan warga sini terpaksa harus mencari air di sumber – sumber mata air yang masih ada airnya. Bahkan warga terpaksa haru berjalan mencari air lebih dari dua kilometer, dan mengantri untuk mendapatkan air hingga malam hari,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini sejumlah mata air yang biasa digunakan warga untuk mengambil air, kondisinya mongering. Sehingga membuat ratusan kepala keluarga didesanya mengalami krisis air bersih.
“Untuk warga yang mmapu mereka bisa beli air, namun bagi warga lain, praktis hanya mengandalkan air bantuan dari berbagai pihak, termasuk dari Polres Bnajarnegara ini,” ucapnya.
Mengetahui kondisi yang kian parah, jajaran Polres Banjarnegara melalui Sat Narkoba Jumat (1/9/2023) melakukan kegiatan sosial mendistribusikan (droping) air bersih ke Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja,
Kapolres Banjarnegara, AKBP Era Johny Kurniawan mengatakan, bantuan air bersih untuk warga Desa Jalatunda, dilakukan sebagai bagian dari upaya membantu warga yang mengalami krisis air bersih, serta komitmen dari Polres Banjarnegara untuk membantu sesama.
“Ini bentuk kepedulian kita pada warga yang saat ini mengalami krisis air bersih dampak dari adanya musim kemarau,” katanya.
Menurutnya, ribuan warga Desa Jalatunda saat ini membutuhkan air bersih. Mengingat sumber air di wilayah tersebut mulai mengering sejak musim kemarau, adapun sumber yang masih tersisa jaraknya cukup jauh.
“Karena itu, hari ini Polres Banjarnegara mengirimkan lima tangki air bersih, untuk membantu warga yang saat ini mengalami krisis air, dan secara berkala kita juga akan terus melakukan droping air,” ucapnya.
Sedangkan untuk penanganan lebih lanjut, Polres Banjarnegara bersama dengan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, akan segera melakukan evaluasi dan pengecekan lokasi, agar bisa diupayakan pembuatan sumur bor, sebagai tindakan antisipasi kekeringan di masa mendatang.(Citra Ningsih)