PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA- Bermain sepakbola menjadi hobi banyak orang, khususnya laki-laki mulai anak hingga dewasa.
Di samping biayanya murah karena asal ada lapangan dan bola, olahraga sepakbola juga mudah sekali dimainkan. Tidak butuh skill khusus atau harus profesional untuk memainkan olahraga itu.
Sayang seribu sayang, jumlah lapangan terbuka untuk olahraga itu semakin jarang, tergusur oleh pembangunan. Namun di desa-desa di Kabupaten Banjarnegara, masih banyak ditemukan lapangan rumput sepakbola.
Untuk bermain sepakbola, karena di lapangan terbuka, harus menunggu waktu yang tepat agar suasana teduh, seperti saat pagi atau sore hari.
Namun tidak jika kita bermain di lapangan dataran tinggi seperti Dieng.
Di desa-desa dataran tinggi Dieng juga terdapat lapangan sepakbola di alam terbuka. Uniknya lapangan di dataran tinggi ini berbeda suasananya dengan lapangan di dataran rendah.
Lapangan di Dieng sudah barang tentu berada di ketinggian antara 1000-2000 mdpl. Sebut saja lapangan bola di komplek Candi Arjuna Dieng yang berada di ketinggian sekitar 2000 mdpl.
Rumput lapangan itu juga kerap membeku hingga memutih seperti salju saat suhu udara di bawah 0 derajat celcius.
Selanjutnya lapangan bola di Desa Kepakisan, Sumberejo dan beberapa Desa di Kecamatan Batur Banjarnegara yang tak kalah dingin.
Sudah pasti, hawa di daerah itu sangat dingin. Bahkan pada waktu-waktu tertentu, suhu bisa membeku sehingga menciptakan fenomena embun upas mirip salju.
Bermain bola di lapangan ini tidak perlu menunggu sore atau lebih awal pagi agar tidak terpapar panas matahari. Bermain siang hari pun boleh saja dan tidak akan tersengat terik.
Justru jika musim penghujan, saat sore sering terjaadi hujan hingga kabut turun sehingga tidak nyaman untuk bermain sepakbola.
Sudah pasti sensasi bermain bola di lapangan ‘atas awan’ berbeda dengan bermain bola di daerah bawah. Dingin pasti menyelimuti. Keringat mungkin lebih sulit keluar di banding saat bermain di lapangan dengan hawa yang gerah.
Bermain bola di lapangan Dieng, anda bisa membayangkan sedang merumput di lapangan bola di negara empat musim Eropa saat dingin.
Jangan harap anda bisa lepas baju saat bermain bola di lapangan Dieng, karena dinginnya bisa menusuk kulit. Berani mencoba?