PURWOKERTO.SUARA.COM, Tempat tinggal (papan) merupakan kebutuhan pokok setiap manusia, di luar sandang dan pangan. Karenanya wajar jika seorang memprioritaskan untuk membangun rumah sebagai kebutuhan dasar.
KH Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha pernah mengisahkan kehidupannya saat memiliki dua anak. Ia mengaku tidak memiliki rumah bagus atau mewah. Namun Gus Baha memiliki beberapa rumah, 3 sampai 4 unit.
Ternyata Gus Baha menyiapkannya untuk tempat tinggal anak-anaknya kelak.
“Karena ta pikir, sok mben nek anakku melarat minimal due omah,”ujarnya dalam Bahasa Jawa yang artinya
“Karena saya berpikir, ke depan jika anak saya miskin minimal punya rumah”
Menurut Gus Baha langkahnya itu penting. Karena dia tidak ingin, ketika anaknya dewasa nanti dan mulai belajar berdakwah, mereka masih disibukkan atau berkutat dengan urusan rumah tangga.
Gus Baha berujar, cara seperti itu bukan berarti materialistis. Justru berdasarkan pertimbangan agama.
Dalam membangun tempat tinggal, Gus Baha juga tidak meniatkannya untuk cinta dunia. Melainkan, sekadar sarana perjuangan.
“Jika masalah rumah selesai, paling tidak anak kita saat puber saat beranjak dewasa pikirannya sudah (untuk) dakwah,”katanya (Wallahua’lam)
Baca Juga: Tagline Kebumen Beriman Berubah Jadi Kebumen Semarak, Bupati Beri Penjelasan