Ranah.co.id - Richard Eliezer mengungkapkan momen terberatnya selama dirinya menjalani persidangan dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Rupanya momen terberat Richard Eliezer bukan saat bertemu dengan Ferdy Sambo. Akan tetapi saat pertemuan dengan kedua orang tua Brigadir J yaitu Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak.
Momen itu dirasakan terberat bagi Richard Eliezer karena dirinya merasa sangat bersalah dan menyesal dengan perbuatannya yang telah menembak Yosua Hutabarat atas perintah sang jenderal Ferdy Sambo.
"Yang terberat menurut saya, bertemu dengan keluarga almarhum Bang Yos. Saya merasa bersalah dan meminta maaf kepada keluarga khususnya orangtua Bang Yos," terang Richard Eliezer dikutip dari Hops.ID pada Jumat (10/3/2023).
Eliezer mengharapkam keluarga besar dari Brigadir J membuka pintu maaf untuk dirinya yang telah melakukan pembunuhan terhadap mendiang almarhum Brigadir J.
"Saya berharap dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya atas perbuatan yang saya lakukan dan saya berusaha menebus kesalahan itu (membunuh) dengan berkata jujur," tutur Eliezer.
Diketahui pada persidangan 18 Oktober 2022 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Eliezer mengungkapkan permohonan maaf kepada orang tua Brigadir J atas kejadian naas yang ia lakukan kepada sahabatnya.
"Untuk keluarga besar Bang Yos, bapak-ibu, Reza, serta seluruh keluarga besar Bang Yos saya memohon maaf semoga permohonan maaf ini bisa diterima," kata Bharada E.
Samuel sebagai orang tua dari Yosua mengaku sudah memaafkan perbuatan Richard yang turut melakukan penembakan anaknya itu atas tekanan dari Ferdy Sambo.
Baca Juga: Mahasiswa Baru Perlu Tahu, 5 Trik Menulis Catatan dengan Cepat
"Eliezer sudah meminta maaf sampai bersujud, dan kami menerima permintaan maafnya itu," ujar Samuel.
Selanjutnya pada agenda pemeriksaan saksi, keluarga besar serta kedua orang tua Yosua hadir dalam persidangan tersebut memberikan keterangannya untuk terdakwa Bharada E.
Momen pertemuan tersebut Richard bersimpuh dihadapan Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak. Ayah dari Yosua Hutabarat terlihat mengusap kepalanya saat terdakwa menghampiri dan berlutut.