Selebtek.suara.com - Jamboree Pramuka Dunia (World Scout Jamboree) ke- 25 tahun 2023 yang dilaksanakan di SaeManGeum ramai dikritik .
Acara Pramuka berskala internasional yang diadakan setiap 4 tahun sekali ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara di dunia.
Dihadiri sekitar 43 ribu peserta dari 158 negara membuat para peserta sangat antusias mengikuti Jamboree Pramuka Dunia ini.
Namun, acara yang diikuti siswa SMP dan SMA ini menyimpan sederet masalah yang dinilai mencoreng nama Korea Selatan. Berikut fakta semrawutnya Jamboree Pramuka Dunia di Korea Selatan yang diungkap oleh Youtuber Jang Hansol:
1. Kamar Mandi
Jang Hansol mengungkap kondisi kamar mandi bagi peserta Jamboree Pramuka Dunia sangat buruk. Kamar mandi disana disebut terbuat dari bahan yang tidak kuat.
Bahkan, saluran pembuangan air di kamar mandi tersebut tidak tertata dengan baik dan tidak higienis karena air terus tertampung.
Hal ini diperparah dengan cuaca panas Korea Selatan yang mencapai 33 derajat Celsius yang diharapkan air di kamar mandi yang keluar adalah air dingin. Namun, air yang tersedia justru air panas.
2. Tempat Tidur
Baca Juga: Ormas Golkar Solid Nyatakan Dukungan Kepada Airlangga Hartarto
Semrawut acara Jamboree Pramuka Dunia juga mendapat sorotan tajam masyarakat yang menyinggung soal tempat tidur bagi peserta.
Tempat tidur peserta Jamboree terletak di ladang pertanian yang tergenang air hujan sebelumnya, sehingga peserta diberi pallet dan memasangnya di dalam tenda.
Akibatnya, peserta merasa tidak nyaman berada beristirahat di dalam tenda lantaran cuaca juga sangat panas. Peserta pun lebih memilih beristirahat di jalanan daripada di dalam tenda.
3. Makanan
Selain itu, sisi gelap Jamboree Pramuka Dunia juga dikritik karena supermarket GS25 di dekat lokasi Jamboree menjual harga minuman dan makanan dua kali lipat lebih mahal. Mirisnya, peserta pernah mendapatkan makanan busuk dari panitia.
4. Habiskan Dana Rp 1,157 Triliun