Selebtek.suara.com - Pendapat bervariasi mengenai perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI), beberapa menganggapnya sebagai bid'ah, sementara yang lain melihatnya sebagai tradisi.
Oleh karena itu, muncul perbedaan pandangan mengenai perayaan HUT RI pada tanggal 17 Agustus.
Mengetahui kondisi tersebut, Ustadz Khalid Basalamah memberikan penjelasan mengenai hukum malam tirakatan 17 Agustus.
Malam tirakatan 17 Agustus memiliki kaitan erat dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia di masa lampau.
Malam ini dirayakan dengan doa untuk para pahlawan dan mengenang pesan Bung Karno agar kita tidak melupakan sejarah Indonesia.
Peringatan malam tirakatan menjadi bagian dari budaya perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia, sering diisi dengan kegiatan dzikir dan doa bersama.
Penting untuk memahami hukum yang berlaku dalam Islam mengenai malam tirakatan ini.
Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc., M.A., dalam suatu wawancara di YouTube menganggap malam tirakatan 17 Agustus adalah ijtihad individu.
Yang terpenting menurut Khalid Basalamah adalah bagaimana merayakan dengan cara yang baik dan tetap taat kepada ajaran agama.
"Itu kan ijtihad individual. Kalau yang kita lihat adalah, bagaimana kita mensyukurinya dengan realita lapangan," ujarnya dikutip Selebtek.suara.com, Senin (14/8/2023).
Pentingnya mempertahankan ketaatan kepada Allah dalam kehidupan sehari-hari, lebih penting daripada sekadar merayakan dengan simbolik.
Merayakan kemerdekaan seharusnya tidak hanya sekedar perayaan seremonial, tetapi juga menggambarkan komitmen dalam mempertahankan ketaatan dan meninggalkan perilaku maksiat.
"Kita justru jangan melakukan kemaksiyatan, jangan kita kurangi ketaatan kita. Itu yang kita jaga. Jangan kita malah melakukan hal-hal yang mungkin hanya seperti simbolik saja," ujarnya.(*)