selebtek

Hukum Malam Tirakatan 17 Agustus Menurut Islam, Ustadz Khalid Basalamah: Kita Justru Jangan Melakukan

Selebtek Suara.Com
Senin, 14 Agustus 2023 | 11:40 WIB
Hukum Malam Tirakatan 17 Agustus Menurut Islam, Ustadz Khalid Basalamah: Kita Justru Jangan Melakukan
Ustadz Khalid Basalamah jelaskan hukum malam tirakatan 17 Agustus yang kerap dirayakan di Indonesia (YouTube)

Selebtek.suara.com - Pendapat bervariasi mengenai perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI), beberapa menganggapnya sebagai bid'ah, sementara yang lain melihatnya sebagai tradisi. 

Oleh karena itu, muncul perbedaan pandangan mengenai perayaan HUT RI pada tanggal 17 Agustus.

Mengetahui kondisi tersebut, Ustadz Khalid Basalamah memberikan penjelasan mengenai hukum malam tirakatan 17 Agustus.

Malam tirakatan 17 Agustus memiliki kaitan erat dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia di masa lampau. 

Malam ini dirayakan dengan doa untuk para pahlawan dan mengenang pesan Bung Karno agar kita tidak melupakan sejarah Indonesia.

Peringatan malam tirakatan menjadi bagian dari budaya perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia, sering diisi dengan kegiatan dzikir dan doa bersama.

Penting untuk memahami hukum yang berlaku dalam Islam mengenai malam tirakatan ini. 

Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc., M.A., dalam suatu wawancara di YouTube menganggap malam tirakatan 17 Agustus adalah ijtihad individu. 

Yang terpenting menurut Khalid Basalamah adalah bagaimana merayakan dengan cara yang baik dan tetap taat kepada ajaran agama. 

Baca Juga: Anda Bertekad Kuat atau Berani Ambil Risiko? Tes Kepribadian Sekarang dengan Pilih Bulu Burung Hantu Berikut

"Itu kan ijtihad individual. Kalau yang kita lihat adalah, bagaimana kita mensyukurinya dengan realita lapangan," ujarnya dikutip Selebtek.suara.com, Senin (14/8/2023).

Pentingnya mempertahankan ketaatan kepada Allah dalam kehidupan sehari-hari, lebih penting daripada sekadar merayakan dengan simbolik.

Merayakan kemerdekaan seharusnya tidak hanya sekedar perayaan seremonial, tetapi juga menggambarkan komitmen dalam mempertahankan ketaatan dan meninggalkan perilaku maksiat.

"Kita justru jangan melakukan kemaksiyatan, jangan kita kurangi ketaatan kita. Itu yang kita jaga. Jangan kita malah melakukan hal-hal yang mungkin hanya seperti simbolik saja," ujarnya.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI